“Kau begitu mempercayainya?” selidik Mara, menatap Alaric dengan kening berkerut.“Tidak, Mara. Aku tidak memercayainya begitu saja. Aku hanya sedang memasang taruhan,” jawab Alaric tenang. “Jika Lucas terbukti melanggar kesepakatan dan membahayakan kita, aku sudah menyiapkan langkah untuk menyingkirkannya.”Mara tidak bertanya lebih jauh. Mengenal sifat Alaric yang selalu memperhitungkan berbagai kemungkinan, ia tahu pria itu tidak akan mengambil risiko tanpa menyiapkan langkah antisipasi.Tanpa membuang waktu, Mara mengajaknya segera kembali ke kompleks Panti Asuhan St. Seraphina.Namun, begitu mereka mendekati pelataran panti, suasana yang sebelumnya dipenuhi kesibukan penanganan medis mendadak berubah menjadi kepanikan.Kerumunan orang memenuhi halaman depan. Para pengurus, anak-anak panti, hingga prajurit yang bertugas tampak berdesakan, sementara suara tangisan dan teriakan saling bersahutan di antara mereka.Mara memperlambat langkah. Ada sesuatu yang tidak beres.Alaric melirik
Last Updated : 2026-11-04 Read more