Alaric turun dari kereta kuda kerajaan dengan langkah berat dan rahang yang mengeras. Begitu memasuki paviliun pribadinya, bayangan gaun putih milik Adelaide sudah menyambut di ambang pintu, menghalangi jalurnya.“Alaric, bagaimana malam—”Adelaide bahkan belum sempat merangkai kalimatnya ketika Alaric melewatinya begitu saja, tanpa menoleh atau sekadar melirik. Ia melangkah lurus menuju kamar tidurnya, diikuti derap cemas para pelayan yang bergegas merangsek masuk.Dengan sentakan kasar, ia merenggut mantel dan rompinya, lalu menarik kancing kemeja bagian atas hingga terbuka, membiarkan dadanya yang sesak menghirup udara.“Madam Bovarry, siapkan air mandi,” perintahnya tajam, suaranya sarat akan lelah dan amarah yang tertahan, tanpa sedikit pun memandang perempuan paruh baya yang telah mengasuhnya sejak kecil itu.“Baik, Yang Mulia. Mohon tunggu sebentar,” jawab Madam Bovarry patuh, lalu bergegas undur diri menuju sayap pemandian.Namun, sebelum pintu kamar sempat terayun menutup, Ade
Last Updated : 2026-09-22 Read more