“Serius, Ibu lama-lama makin khawatir. Kamu pucat, lho, Ri. Kamu nggak lagi sakit, kan?”Ranti meninggalkan meja kasir, menghampiri Rihana yang baru saja kembali melayani pesanan pelanggan.“Iya, Bu. Rihana bandel banget dibilang diantar ke dokter nggak mau terus.” Bara yang sibuk menggunting flyer promosi buatannya sedikit emosi.Ini hari kedua kondisi Rihana tak kunjung membaik. Nyeri itu masih hilang timbul dan perempuan itu bertahan dengan meminum obat pereda nyeri.Rihana mengibaskan tangan sambil tersenyum simpul. “Nggak papa. Nggak usah cemas begitu. Aku baru aja mens hari pertama, kok, ini. Makanya lemes gini.”Subuh tadi, Rihana menemukan flek kecokelatan di pakaian dalamnya. Namun, nyeri itu semakin intens dan ia berasumsi mungkin hanya nyeri haid biasa.“Ibu buatkan minuman hangat, ya? Duduk aja dulu mumpung pelanggan belum datang lagi. Atau mau pulang aja? Masalah ruko biar Ibu handle. Kalian nggak usah cemas.”“Ih, Ibu … ini weekend! Ruko lagi rame. Entar Ibu kewalahan se
Last Updated : 2026-10-23 Read more