“Kalau aku bakalan susah punya anak gimana, Bar?”Satu pertanyaan rapuh itu membuat Bara menghela napas panjang sebelum ia menyunggingkan senyuman simpul yang menenangkan.“Aku mau sama kamu dengan atau tanpa anak, Ri. Kalau memang jalannya nggak bisa, ada kamu aja buat aku udah lebih dari cukup,” tutur Bara lembut seraya menyeka pelan telapak kaki Rihana yang terjulur hampir menyentuh lantai dengan handuk kecil basah.Kalimat sederhana penuh ketulusan itu berhasil menyalurkan kehangatan langsung ke dalam dada Rihana, membuatnya tersenyum tipis meski matanya masih menyisakan sisa lelah.Laki-laki itu lantas bangkit untuk mengembalikan kain basah tersebut ke kamar mandi sekaligus mencuci tangannya.Perempuan yang sedang terduduk bersandar di ranjang pasien itu sebenarnya sudah terbangun sejak pukul delapan pagi. Ia sempat terdiam cukup lama saat dokter spesialis datang mengontrol kondisinya sembari memberikan penjelasan medis pasca-tindakan. Meski dokter mengatakan semuanya berja
Last Updated : 2026-11-01 Read more