“Lo yang narik gue semalam, Bar! Harusnya lo sadar, lo cowok!”“Gue mabuk, Ri! Lo pikir gue sengaja, hah?! Kenapa lo sendiri nggak dorong gue kalau lo masih sadar?!”Suara pertengkaran itu memecah keheningan kamar yang kacau. Keduanya duduk di atas satu ranjang yang sama, napas mereka terengah saling memburu. Pakaian berceceran di lantai, selimut terbelit tak beraturan, dan tubuh mereka yang polos tadi pagi menyadarkan satu fakta mengerikan, mereka telah melewati batas.Setelah erupsi emosi dan saling menuding tentang siapa yang paling bersalah, kekuatan mereka habis. Lelah bertengkar—karena sadar semalam mereka sama-sama terlalu mabuk usai acara makan-makan bersama rekan kantor—keduanya akhirnya bungkam. Pilihan terakhir hanyalah menghela napas panjang dan terdiam beberapa menit lamanya.Tidak, tidak ….Dalam hati kecil masing-masing, mereka tahu ini bukan salah satu pihak saja. Bara, laki-laki yang masih terdiam dalam kebingungan itu, bukanlah orang brengsek yang suka memanfaa
Huling Na-update : 2026-09-12 Magbasa pa