Cit cit cit suara burung berkicau. Aroma tanah basah masuk ke hidung. Bising orang-orang berlalu lalang menjadi irama tak beraturan. Gelap. Semuanya masih gelap. Aluna Larasati masih terpejam.Saat matanya terbuka, yang pertama ia lihat adalah genting tanah liat. Garis-garis cahaya matahari masuk ke dalam melalui celah. Pandangannya memutar, ia melihat dinding yang terbuat dari anyaman bambu. Di ujung sana, ada tirai hijau lumut menggantung di pintu.(Ini dimana?) batin Laras.Ia bangkit. Tubuhnya terasa ringan, seperti baru saja bangun di pagi hari setelah tidur semalaman.Matanya melihat ke bawah, lantainya masih tanah. Tempat tidurnya hanya bale bambu yang ditutupi kasur tipis dibalut kain yang berfungsi sebagai sprei. Selimut warna merah maroon pun masih menutupi setengah badannya."Gue dimana anjir?" ucap Laras.Aluna Larasati. Seorang wanita berusia dua puluh lima tahun yang berprofesi sebagai tukang jahit. Seingatnya, ia sedang ke pasar untuk membeli benang dan keperluan menjah
최신 업데이트 : 2026-09-13 더 보기