Kembali dari Tokyo, atmosfer rumah dua lantai di kawasan Jakarta Selatan itu terasa kian membeku. Setiap sudut ruangan seolah menyimpan tumpukan rahasia yang menyesakkan dada Nara.Foto Raka bersama wanita berambut gelombang di lorong apartemen mewah terus membayang tajam di benaknya, membakar sisa kesabaran yang selama ini ia pertahankan.Pagi itu, Raka bersiap berangkat lebih awal dari biasanya.Pria itu berdiri di depan cermin besar ruang tengah, merapikan kerah kemeja birunya tanpa memedulikan kehadiran Nara yang sedang menuangkan air hangat di meja makan.Nara memperhatikan setiap gerak-gerik suaminya dengan pandangan dingin.Dulu, ia akan menghampiri Raka, membetulkan letak dasinya, atau sekadar memamerkan senyuman hangat.Kini, ada jarak tak kasat mata yang terbentang lebar di antara mereka."Mas," panggil Nara pelan, memutus hening.Raka menoleh sebentar lewat pantulan cermin, mengancingkan jasnya. "Iya?""Kemari
Dernière mise à jour : 2026-10-12 Read More