"Pegang kepala bocah itu! Jangan sampai ritualnya gagal hanya karena dia meronta. Darah ritual ini harus disiramkan saat dia masih sadar sepenuhnya. Dia tidak boleh pingsan ataupun mati!"Sentakan kasar di rambutnya memaksa Sakakala keluar dari kegelapan. Sensasi terbakar menyengat kulitnya seketika, disusul bau amis darah yang menusuk hidung.Pandangannya remang, tetapi rasa sakit yang menjalar di sekujur tubuhnya terasa sangat nyata, seolah dihantam martil besi.Ketika matanya berhasil terbuka sempurna, dadanya bergemuruh hebat. Belasan sosok berjubahkan kain merah darah mengelilinginya, merapalkan kidung kuno atau mantra gaib bertempo cepat yang membuat lantai batu di bawah tubuhnya bergetar. Sakakala berusaha menggerakkan badan, namun ia menyadari tubuhnya sudah dipasung terlentang di atas batu berdarah.Di hadapannya, berdiri megah sebuah batu besar. Di puncaknya, seorang pria berjubah hitam mengenakan topeng emas dan tepat di bawah kakinya, dua sosok yang sudah tergeletak ti
Last Updated : 2026-10-08 Read more