“Kenapa diem, Mas? Bingung?" tanya Laras. Fahri diam sejenak. Matanya menatap Laras dengan pandangan menilai, seolah mencari celah di wajah istrinya. "Kamu bener-bener nggak punya duit simpenan sama sekali, Ras? Uang jatah dapur minggu lalu, atau sisa kembalian belanja pasar?""Seriusan kamu tanya kayak gitu ke aku, Mas?" Laras menaikkan sebelah alisnya. Hera. dengan pola pikir lelaki yang telah menghalalkan dirinya lima tahun silam.Dengan wajah datar, Fahri menatap kurus ke arah sang istri. "Mukaku keliatan lagi bercanda, kah?" "Nggak, sih. Tapi aku justru berpikir kalo otakmu mulai korslet, nggak cuma mobil aja yang perlu diganti kampas remnya. Kamu juga kudu ganti otak kayaknya, Mas," seloroh Laras menahan kesal. Tepat sebelum Fahri kembali menyambar, wanita itu melanjutkan. "Kamu nggak lupa kan, Mas. Berapa yang kamu kasih ke aku setiap harinya?" "Tiga puluh ribu sehari, Mas. Beli minyak sama beras aja udah pas-pasan." Laras menjawab pertanyaannya sendiri dengan lancar. "Kal
Last Updated : 2026-10-11 Read more