“Mas, jangan ke sana,” bisik Ayu. Kukunya belum lepas dari tangan Juki.“Mbak, nanti saya telepon lagi, ya. Kunci pintu kosnya,” kata Juki ke HP, lalu memutus telepon Dinda.Mobil hitam itu diam di tempat. Pintunya tidak dibuka. Orang di dalamnya cuma menunggu.‘Kalau aku masuk kamar, dia bisa nungguin sampai besok. Atau malah nyamperin ke sini, ke depan kamar Ayu.’Pelan-pelan Juki melepas genggaman Ayu. “Masuk kamarmu, Yu. Kunci pintunya.”Ayu tidak beranjak. Dia malah merebut HP dari tangan Juki, membuka aplikasi perekam suara, lalu memencet tombol merah.“Kalau Mas tetep ke sana,” katanya cepat, suaranya bergetar, “ini jangan dimatiin. Aku panggil Pak Mansur.”Belum sempat Juki menjawab, Ayu sudah lari ke arah sebaliknya, ke rumah ketua RT di ujung gang.HP yang sedang merekam itu Juki selipkan ke saku depan celana, di sebelah cek tiga ratus juta. Lalu dia berjalan ke mulut gang. Lututnya gemetar di setiap langkah.Kaca jendela sopir turun. Dari balik kemudi, Pak Yoga tersenyum. K
Last Updated : 2026-10-30 Read more