Selama bulan pertama setelah tiba di Kota Rama, aku tidak langsung membuka kedai teh.Meskipun rumah dagang milik pamanku bisa memberiku tempat tinggal sementara, aku tetap tidak ingin bergantung pada keluargaku seumur hidup. Dengan hasil penjualan barang-barang berhargaku, aku menyewa sebuah toko tua. Aku mengurus semuanya sendiri, mulai dari memilih teh, mencatat keuangan hingga memperbaiki pintu serta jendela. Dulu, untuk mengurus semua ini, aku hanya perlu memberi perintah. Para pelayan Kediaman Pangeran akan segera membereskannya.Kini, bahkan untuk menentukan harga papan nama toko, aku harus berunding dengan tukang kayu selama setengah hari.Pada malam hari, ketika jari-jariku begitu pegal hingga nyaris tidak sanggup menggenggam kuas, aku terkadang tanpa sadar melirik ke arah pintu.Seandainya Andias berada di sini, cukup dengan sepucuk surat perintah darinya, semua kesulitan ini pasti akan teratasi. Namun, setelah terlalu lama bergantung pada seseorang, bahkan untuk pergi pun
Read more