"Walah… kamu udah datang! Maaf ya, Nak," ujar Jayanti, bergegas mendekati Arunika. "Tante sampai lupa mempersilahkan kamu masuk karena emosi."Wanita cantik itu tersenyum ramah, sekilas matanya melirik Lova, memperhatikan penampilan Lova dari atas ke bawah sebelum kembali menatap Jayanti."Nggak apa-apa, Tante," balas Arunika, tersenyum sopan pada Jayanti dan Heru."Ayo masuk, Nak, duduk dulu," pimpin Jayanti, mengarahkan Arunika menuju sofa di ruang tamu, tepat di sebelah Heru.Setelah Arunika duduk, Jayanti menghela napas panjang. Ia melirik tajam ke arah Lova yang masih berdiri mematung."Kamu lihat sendiri kan, Nika? Beginilah keadaan Tante setiap hari di rumah ini. Bapak ini padahal diabetesnya lagi parah, kaki sudah luka, tapi menantu Tante malah sembarangan kasih kopi susu yang manis banget ke Bapak.”Arunika sedikit menaikkan alisnya, mendengarkan dengan raut wajah prihatin."Padahal Tante ini sudah capek-capek minta tolong kamu datang ke sini buat meriksa kaki Bapak," l
Zuletzt aktualisiert : 2026-10-16 Mehr lesen