Jangan Sampai Aku Berhenti Mencintaimu

Jangan Sampai Aku Berhenti Mencintaimu

last updateLast Updated : 2026-10-21
By:  Gilva AfnidaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
10Chapters
13views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Ungkapan dalam satu rumah tidak boleh ada lebih dari satu kepala keluarga sepertinya benar adanya. Seperti halnya yang dialami oleh Lova Eswari, wanita berusia dua puluh delapan tahun itu harus menelan kepahitan saat harus tinggal bersama mertua dan kedua iparnya. Tak ada kebebasan dalam mengurus rumah tangganya bersama Handaru Kesara. Lova menginginkan pisah rumah, namun Handaru tak dapat mewujudkannya atas nama bakti pada orang tua. Akankah Lova memilih menyerah dan pergi atau bertahan di rumah bak neraka itu meski hatinya dikorbankan berkali-kali?

View More

Chapter 1

Bab 1

"Apa katamu? Dua juta masih kurang buat sebulan?"

Suara Jayanti, ibu mertua Lova Eswari terdengar menggelegar memenuhi ruangan tengah. Lova menundukkan kepalanya, tak berani menatap mata tajam dari wanita yang telah melahirkan suaminya itu.

​"Dua juta itu udah lebih dari cukup kalau kamu pintar mengaturnya, Lova. Zaman Ibu dulu, uang segitu bahkan bisa bersisa," lanjut Jayanti.

​"Tapi sekarang harga kebutuhan pokok udah naik semua, Bu. Bulan lalu waktu aku pakai uang segini, belum ada tiga minggu, bahan makanan udah habis. Aku bahkan gak punya sisa uang buat beli pembalut."

​Lova menelan ludah, menegakkan kepala lalu melanjutkan ucapannya, "Gaji Mas Ndaru kan puluhan juta, Bu. Kenapa jatah bulanan cuma disisakan segini? Ke mana sisa gaji yang lainnya?"

​Jayanti menghempaskan buku catatan keuangannya ke atas meja. Matanya melotot tajam menatap Lova, penuh murka.

​"Kurang ajar kamu ya, Lova! Berani-beraninya kamu mempertanyakan ke mana uang anakku pergi! Kamu meragukan Ibu yang pegang keuangan Ndaru?!"

​Heru yang sedari tadi hanya mendengar tak tahan untuk ikut berbicara. "Lova! Kamu itu baru setahun jadi istri Ndaru, jangan sok berkuasa dan mau menguasai semua gajinya!"

​"Pak, aku cuma minta transparansi—"

​"Transparansi apa?!" potong Jayanti. "Kamu harusnya senang karena tinggal terima bersih! Gak perlu pusing soal biaya lain-lain. Kamu pikir Ndaru kerja keras itu cuma buat kamu foya-foya? Kamu tahu berapa cicilan rumah ini tiap bulannya?! Berapa biaya les dan persiapan masuk kuliah Hani dan Hana?! Belum lagi biaya berobat Bapak!"

Mata Lova mulai memanas, menahan lelehan air mata yang mendesak ingin keluar. ​"Tapi Bu, aku ini istrinya. Masa untuk kebutuhan dapur dan hidupku sendiri aja harus mengemis-ngemis kayak gini? Setiap aku mau beli apa-apa pakai uang itu, Ibu selalu sindir aku boros dan..."

​"Karena nyatanya kamu ini emang boros, Lova!" potong Jayanti lagi. "Harusnya kamu itu bersyukur! Tinggal di rumah ini gak usah bayar kontrakan, makan tinggal makan! Kalau kamu masih merasa kurang, ya kamu yang prihatin! Kurangi jajan-jajan gak penting! Jangan malah nuntut uang Ndaru terus!"

"Betul kata ibumu, Lova," sahut Heru. "Yang prihatin!"

Jayanti meraih kembali buku catatannya yang dilempar tadi. "Pokoknya tugasmu cuma kelola uang dua juta itu sampai akhir bulan. Titik!"

​Jayanti berbalik dan melangkah pergi, sementara Heru kini meraih remote dan menyalakan TV, mengacuhkan Lova.

​Lova terpaku di tempatnya berdiri. Tangannya masih meremas amplop berisi uang. Dadanya bergemuruh oleh rasa malu, marah, dan keputusasaan.

Di rumah ini, Lova tak punya hak untuk protes sebagai seorang istri. Setiap bulannya, ia akan diberi bulanan sebesar dua juta rupiah yang mana uang itu harus cukup untuk belanja kebutuhan dapur, bayar listrik, dan lain-lain.

Berbekal uang bulanan itu, Lova harus segera pergi ke pasar untuk belanja kebutuhan dapur. Tak ada waktu untuk bersedih hati karena waktu terus berputar dan ia masih harus memasak makan malam untuk keluarga suaminya nanti.

Selesai berbelanja, Lova meletakkan bahan-bahan dapur tadi ke atas counter, lalu memeriksa semua nota pembelian. Sialnya, firasat Lova benar. Semua kebutuhan tadi hanya menyisakan dua ratus ribu di dompetnya, sama seperti bulan-bulan sebelumnya.

​Lova pun terduduk di kursi. Ia merogoh saku gamisnya dan mengeluarkan ponsel yang layarnya sudah retak di sudut atas.

​Sebuah notifikasi kalender masih tertera di layarnya: Anniversary Pernikahan ke-1.

​Lova menatap tulisan itu dengan pandangan hampa. Satu tahun sudah ia menikah dengan lelaki pilihannya. Lelaki yang ia kira dapat membawanya pada kehidupan yang lebih baik, namun nyatanya bertolak belakang seratus delapan puluh derajat.

​Kemudian ia membuka aplikasi perbankan di ponselnya. Tabungan pribadinya habis tak bersisa karena seringnya untuk menambal kekurangan uang belanja bulanan yang dikontrol oleh mertuanya. Dan kini, ia tak tahu lagi bagaimana menghadapi akhir bulan nanti.

​Lova tersenyum pahit dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Jangankan untuk merayakan anniversary, untuk membeli kebutuhan pribadinya pun uang ini tak akan pernah cukup.

Selesai memasak untuk makan malam, Lova bergegas masuk ke kamar untuk membersihkan diri. Di bawah guyuran air shower, ia membiarkan rasa lelah meluruh sejenak.

​Saat keluar dari kamar mandi, pintu kamar terbuka. Handaru melangkah masuk dengan kemeja kantor yang sudah kusut.

​Mata Lova berbinar. Melihat suaminya pulang seketika menerbitkan kembali secercah harapan di hati Lova. Tanpa sadar, ia tersenyum, teringat akan anniversary pernikahan mereka.

Mungkinkah Handaru sengaja pulang sedikit lebih awal untuk memberinya kejutan kecil?

​"Mas udah pulang..." Lova melangkah mendekat untuk menyambut dan mengambil tas kerja suaminya.

​"Tadi siang... kamu bertengkar sama Bapak dan Ibu lagi?"

​Senyum Lova memudar seketika. Tangan yang hendak meraih tas kerja Ndaru membeku di udara. Harapan manis yang baru saja membumbung langsung hancur dalam satu detik.

​"Mas... tahu dari mana?”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status