"Jade," sapa Liora, melangkah mendekat. "Maaf aku terlambat.""It's okay," sahut Jade hangat. Tangannya bergerak sigap menarik kursi di hadapannya, mempersilakan Liora duduk. "Mau pesan apa?"Liora menggeleng pelan. "Aku sudah makan."Tanpa sadar, sudut bibirnya terangkat tipis. Bayangan perlakuan suaminya tadi pagi mendadak melintas. Setumpuk sarapan yang disiapkan khusus untuknya. Potongan buah yang dikupas rapi, secangkir air putih hangat, segelas jus jeruk, dan telur rebus. Entah apa yang sedang merasuki Rain, karena ini pertama kalinya pria itu bertingkah demikian setelah hampir tiga tahun selalu mengacuhkannya."Apa yang dilakukan suamimu, hm?" tanya Jade, menangkap gelagat aneh itu."Hanya menyiapkan sarapan," kilah Liora cepat.Jade melipat kedua tangan di dada, melemparkan tatapan penuh selidik. "Hanya sarapan, tapi wajahmu berseri-seri bagai ABG yang sedang kasmaran."Liora memberengut, matanya menyipit ketus. "Apa salahnya?""Tidak ada. Lalu..." Jade mencondongkan tubuhn
Huling Na-update : 2026-10-28 Magbasa pa