A Second Life (INDONESIA)

A Second Life (INDONESIA)

By:  Hairunnisa Ys  Completed
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
0.0
Not enough ratings
88Chapters
23.4Kviews
Read
Add to library
Report
Overview
Catalog
Leave your review on App

Kecelakaan membuat Izora butuh donor ginjal untuk selamat dari maut. Siapa sangka manusia baik hati yang ikhlas mendonorkan ginjal justru wanita yang telah menjebak dan merebut tunagannya, Aksa. Wanita yang seharusnya Izora benci sampai mati itu bernama bernama Saira Ophelia Kananta. Setiap detik ia memintal kebencian sebanyak-banyak untuk Saira. Namun gadis itu malah datang menebus kesalahan dengan nyawanya. Izora terpukul lebih parah ketika Saira meninggal akibat penyakit mematikan tanpa diketahui seorang pun. Sanggupkah Izora dan Aska mengatasi duka sepeninggal Saira? Akankah Saira mendapatkan tempat lebih indah di kehidupan lain?

View More

Latest chapter

Interesting books of the same period

Comments
No Comments
88 chapters
Prolog
Jakarta, Oktober 2013Saira hanya mampu menatap wajah Aksa dengan penuh minat. Namun, sayangnya sudah bertunangan dengan Izora—Kakaknya. Seiring berjalan waktu, perasaan cinta tak lagi mampu ia bendung.  Lalu, sebuah rencana terlintas di benaknya dan malam ini akan segera ia laksanakan. Bahkan, jika harus dibenci oleh keluarganya sekali pun. Ia sudah siap asalkan ebisa memiliki Aksa Delvin Arion. Malam ini keluarga Aksa serta keluarga besar Saira sedang berlibur di puncak Bogor. Untuk merayakan kelulusan Izora yang lulus dengan predikat coumlade. Tentu saja membuat semua orang bersuka cita termasuk Saira. “Ada yang mau minum?” tanya Saira pada mereka semua. Namun,  hanya Aksa yang mengangkat tangan dan sebuah senyuman licik pun terlihat di bibir mungil Saira. Ia dengan segera mengambil minuman yang sudah ia bubuhi obat perangsang, gadis itu segera membawa sebuah gelas minuman pada Aksa. Pria itu langsung meneguk habi
Read more
Bab 1
Aksa membanting makanan yang Saira buat untuknya. "Berapa kali sudah kukatakan jangan pernah tangan kotormu menyentuh makananku. Aku tidak sudi makan buatan dari perempuan tidak tau malu sepertimu!" bentak Aksa kemudian berlalu pergi dengan kemarahan dan meninggalkan Saira dengan perasaan hancur. Ia lalu mengutip sisa makanan yang kini telah berhamburan di lantai. Membersihkan pecahan piring yang sudah berderai malang. Tanpa ia sengaja kakinya menginjak pecahan beling yang terselip di sela kaki meja makan."Auww." Ringisnya pelan. "Jangan menangis Saira, inilah risiko yang harus kamu tanggung," ucapnya menguatkan hati sambil mengusap air matanya. Hati yang rapuh untuk kesekian kali kembali retak tak terkira. Lagi-lagi penyebabnya masih orang yang sama. Ia sadar bagaimana kebencian sangat kentara ditunjukkan oleh suami yang sangat ia cintai. Saira dengan cinta butanya dengan licik menjadikan Aksa suaminya, yang saat itu berstatus sebagai tuna
Read more
Bab 2
Saira sedang menyiapkan tugas yang diberikan oleh Aksa.  Minggu lalu ia sampai lupa makan.  Gadis itu sangat serius karena tidak mau mempermalukan suami yang bahkan tidak mengakui ia sebagai istri. Jam menunjukkan pukul 03:00 WIB. Ia masih setia berkutat dengan kertasnya, sampai mimisan karena kurang istirahat. "Ah sepertinya harus kusudahi," ucapnya pada diri sendiri. Saira berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan mimisan yang tak kunjung berhenti. Ia mengambil beberapa lembar tisu dan menyumpal ke hidung.Ketika darahnya sudah tidak mengucur lagi ia segera mengambil wudhu dan mengadu pada sang khalik.  Hanya Allah yang ia miliki di dunia ini. Ia membentangkan sajadah panjang dan mulai melaksanakan salat tahajud."Ya Allah kuatkanlah hati yang rapuh ini, lembutkanlah hati Aksa untukku. Namun, bila memang dia bukan jodohku, ridhoilah setiap langkahku ya Rabb. Ampunilah hamba yang sudah mengingkari takdirmu hanya untuk menuruti keegoisanku."
Read more
Bab 3
Saira mengemudikan motor matic yang selalu menjadi teman setia kemana pun ia pergi. Satu-satunya kenderaan yang ia miliki. Namun, sesuatu terjadi pada motornya. Ia lupa mengecek kondisi kenderaannya sehingga tanpa menyadari rem kenderaannya sudah sekarat. Ia yang awalnya mengendarai motornya dengan kecepatan sedang menjadi panik saat remnya tidak berfungsi sama sekali. Baik rem depan maupun rem belakang. Hal itu mmebuatnya terpelanting ke sisi jalan dan mengakibatkan luka pada kakinya. Beberapa orang tampak mengerumuninya. Ia berusaha bangkit dengan perlahan. Banyak mata yang melihatnya dengan khawatir.“Apa Anda baik-baik saja?” Tanya beberapa dari mereka.“Saya baik-baik saja, Pak. Hanya sedikit lecet.”“Lain kali hati-hati ya, Bu.“Terima kasih, Pak. Saya pulang dulu.” Saira menelpon bengkel langganannya untuk menjemput motornya. Sedangkan ia akan pulang dengan menaiki taksi online. Sesampainya di rumah, ia disambut galak oleh suaminya. Seperti
Read more
Bab 4
Dengan langkah mantap ia menghampiri ruang kerja suaminya."Kak, bisakah kamu menemaniku malam ini?" tanya Saira dengan ragu dan takut.Aksa menatap manik indah istrinya dengan tajam."Apa aku mengijinkanmu masuk tanpa ijinku. Ini kampus, siapa kamu beraninya memanggilku dengan tidak sopannya!" hardik Aksa dengan dingin.Hati Saira merasa perih saat suami yang sangat ia cintai tidak pernah menganggapnya ada. Siapa dia? Haruskah dipertanyakan lagi. "Maaf Kak, em Pak. Tapi malam ini ada acara reunian, apa Bapak bisa datang menemani saya?" kembali Saira bertanya dengan penuh harap."Apa wajahku terlihat akan datang ke acara murahan seperti itu?" tanya Aksa sambil tersenyum sinis."Tapi...," ucapannya terpotong oleh hentakan keras dari Aksa."Aku sudah muak melihatmu sebaiknya kamu keluar!"Meski enggan akhirnya perempuan itu keluar dengan p
Read more
Bab 5
Dengan langkah mantap ia menghampiri ruang kerja suaminya."Kak, bisakah kamu menemaniku malam ini?" tanya Saira dengan ragu dan takut.Aksa menatap manik indah istrinya dengan tajam."Apa aku mengijinkanmu masuk tanpa ijinku. Ini kampus, siapa kamu beraninya memanggilku dengan tidak sopannya!" hardik Aksa dengan dingin.Hati Saira merasa perih saat suami yang sangat ia cintai tidak pernah menganggapnya ada. Siapa dia? Haruskah dipertanyakan lagi. "Maaf Kak, em Pak. Tapi malam ini ada acara reunian, apa Bapak bisa datang menemani saya?" kembali Saira bertanya dengan penuh harap."Apa wajahku terlihat akan datang ke acara murahan seperti itu?" tanya Aksa sambil tersenyum sinis."Tapi...," ucapannya terpotong oleh hentakan keras dari Aksa."Aku sudah muak melihatmu sebaiknya kamu keluar!"Meski enggan akhirnya perempuan itu keluar dengan perasaan hancur. Lagi-lagi sebuah penolakan yang ia terima. Kakinya melangkah ke kantin deng
Read more
Bab 6
Aksa menatap sendu sosok wanita yang kini sudah menutup mata untuk selamanya. Wajah pucatnya yang terlihat damai berhasil membuat sudut hatinya menjerit penuh penyesalan. Segala perlakuannya berputar bagai sebuah film. Wina tiga kali pingsan. Seperti halnya Aksa—mereka juga tidak luput dari penyesalan. Sebagai seorang ibu, Wina merasa sudah gagal menjadi ibu yang baik untuk putrinya. Ia ingat, terakhir Saira-nya meminta sebuah pelukan. Namun, diabaikan olehnya. "Sayang jangan tinggalin Mama! Mama janji akan mengulang masa bahagia yang tidak pernah Mama berikan. Sayang buka mata kamu ya Nak. Ayo buka." Izora terpaksa duduk di kursi roda akibat kondisinya yang masih belum stabil. Sedangkan Danu dan Andri hanya mampu menangis dalam diam. Hati keduanya berteriak nyeri saat tubuh Saira terbaring kaku. "Pak, jenazahnya sudah bisa di salatkan," ucap seseorang dari belakang. "Tidak! Anakku masih hidup. Tolong jangan meng
Read more
Bab 7
Sudah dua minggu semenjak Evellyn sadar dari koma. Kini perusahaan akan diserahkan padanya lantaran sang ayah ingin istirahat dan menikmati waktu tua bersama istri tercinta. Namun, meskipun begitu, ia masih tetap memantau putrinya dalam memipin perusahaan. Walau bagaimana pun ia tidak bisa membiarkan perusahaan hancur di tangan yang tidak kompeten. Tapi ia sangat yakin dan percaya, hanya putrinya yang mampu mengurus perusahaan yang ia rintis dari nol. Saira menatap tajam sekumpulan keluarganya yang berada di ruang tamu. Ia berjalan ke sana dengan anggun, mereka menyadari kehadiran Saira dan menyapa gadis itu."Selamat pagi Kak Eve," sapa mereka  yang hanya dibalas tatapan tak acuh."Apa kalian tidak memilik pekerjaan selain menghabiskan waktu berkumpul?" sindir Saira sarkas.Mereka tampak terdiam, lalu salah satu dari mereka menatap menantang ke arah Saira. "Apa pedulimu pada kami!"Saira menatap tajam gadis yang tempo lalu menanyakan hal bodoh padanya.
Read more
Bab 8
Aksa menggebrak meja dengan kasar. Dia tidak habis pikir, bagaimana bisa memiliki karyawan yang tidak kompeten sama sekali. Dengan jabatan setinggi itu, tapi tidak ada masalah satu pun yang beres di tangannya. Kini mereka harus kehilangan salah satu investor yang menjadi incaran para pengusaha. Itu semua karena kelalaian bawahannya."Bagaimana bisa ini terjadi, hah!" teriaknya lantang di meja rapat. "Kalian tidak bisa menangani masalah seperti ini!"Semua yang berada di sana tertunduk diam menerima amukan Aksa. Ini semua memang kelalaian mereka yang salah memprediksi kedatangan investor tersebut. Uniknya, investor tersebut selalu menyamar untuk kengetahui bagaimana citra perusahaan tempat ia akan menanam modal. Lalu kemarin, investor itu datang dengan pakaian sederhana dan diusir dari lobi oleh resepsionisnya dengan kasar."Kau!" tunjuknya pada pria dengan kumis tebal. "Apa kau tidak bisa melihat sikap seorang pekerja, sampai menerimanya bekerja di sini hah!" 
Read more
Bab 9
Kaki jenjang dengan menggunakan celana panjang berwarna hitam dan jas yang senada.  Dipadukan dengan hills sembilan senti meter. Ditemani seorang gadis cantik yang berjalan di sejajar dengannya memasuki sebuah perusahaan ternama di Indonesia. Mereka disambut hangat saat di lobi. Namun, tidak ada sedikit senyuman pun yang diberikan oleh Saira. Wajahnya tampak sangat dingin saat menatap semuanya."Selamat datang, Bu." mereka menyambutnya dengan bahasa inggris."Terima kasih," ucap Alyne tersenyum.Mereka membawa Saira menuju sebuah ruang pimpinan mereka yang terletak di lantai dua puluh lima. Sepanjang perjalanan Saira menjadi pusat perhatian. Apalagi dengan kecantikannya yang mampu membuat semua pria bertekuk lutut di kakinya. Pesona yang tersimpan di auranya yang sedingin kutub utara. Sejauh ini belum ada pria mana pun yang mampu membuatnya terpesona."Silakan, Bu. Pak Aksa sudah menunggu di dalam." seorang wanita mempersilakan ia masuk.Jantu
Read more
DMCA.com Protection Status