MasukDua tahun pernikahan Drisanna harus diakhiri ketika wanita itu dijebak agar mendonorkan kornea serta ginjalnya untuk sang suami yang sakit-sakitan. Tidak hanya itu, ternyata ibu mertuanya berniat menikahkan sang suami dengan adik Drisanna, seorang gadis yang memang mahir mengambil hati dan memanipulasi keluarganya. Sanna sama sekali tidak menduga bahwa seseorang kemudian akan memalsukan kematiannya di meja operasi untuk menyelamatkannya! Pria itu menawarkan kontrak kesepakatan agar Sanna menjadi istrinya sebagai bayaran karena ia telah menyelamatkan Sanna dan bahkan memberikan Sanna kehidupan baru, lepas dari suami dan keluarganya yang telah menyia-nyiakannya. Namun, apakah benar masa lalu itu tidak akan kembali pada Sanna selamanya?
Lihat lebih banyakJaxon POV
“Yes, Alpha. You have such a large cock. I love it when you feed it to me.” I hear Giselle. My fated mate. Lately, I’ve been having pains in my chest. When I went to the pack doctor, he was hesitant to tell me that it was betrayal pains. I didn’t want to believe him. I met Giselle when I was nineteen years old. She had just turned eighteen. She was the most beautiful woman I ever met. Her scent was a calming lavender and sage. Her eyes were a deep blue and her hair was a golden blonde. Like the sun shining on wheat fields. She had naturally pink lips that were lush and her body was delicate and petite. She was precious to me and now I can’t believe what I’m hearing. I treasured her and she is talking about getting fed another man’s dick. My wolf Drax has been howling in pain almost every other night. I can feel him weakening and it’s breaking my heart. I only just became Alpha of Winter Moon six months ago. I’m strong and capable, but the pack was appointed to me by the Elders after the last Alpha was found to have embezzled pack funds. “Let’s meet at our usual place tonight. I really need you to fuck me.” She giggles and my stomach is filled with nausea. “Jaxon? Don’t worry about him. He can’t make me feel the way you do. I love how you dominate me. Promise me you will fuck me like that when you make me your Luna.” She said seductively. As if my heart couldn’t break any further, not only is she insulting me, but she is talking about being this Alpha’s Luna. I suddenly can’t take any more of this betrayal. I open the door quietly. “Will you spank me again tonight, my Alpha?” She says seductively. She has no idea I’m listening to her conversation. I let the words fall out of my mouth before I could stop myself, “Why wait until tonight?” “Jaxon!” She jumps from the unexpected question. She quickly hangs up the phone. “Baby, let me explain -” I cut her off, “No need. I heard you. You want him to feed you his dick and spank you. I never thought of you nor treated you like a whore, but here we are Giselle. Why?” “WHY? WHY?!” she says loudly, “BECAUSE WE ARE BROKE JAXON! WHEN I SIGNED ON TO COME HERE WITH YOU, I DIDN’T THINK THE PACK WAS THIS BROKE! YOU HAVE ME LIVING IN POVERTY! YOU WANT ME TO BE A LUNA TO BEGGARS?!” I roared, “I DIDN’T HIDE ANYTHING ABOUT THIS PACK FROM YOU! NOR DID I TWIST YOUR ARM GISELLE. I TOLD YOU I NEEDED SOME TIME TO TURN THINGS AROUND! IT’S ONLY BEEN SIX MONTHS. WERE YOU EXPECTING A MIRACLE?!” I don’t hold back, “I LOVED YOU! I WANTED TO BUILD MY LIFE HERE WITH YOU! WE ARE FATED MATES! DOES THAT MEAN NOTHING TO YOU AT ALL?!” “THE MOON GODDESS FATED ME TO A WEAK AND BROKE ALPHA! CONGRATULATIONS ON BEING, ALPHA OF THE BEGGARS! She spat. What the hell? Was this always about money for her? Did she ever love me? How can I trust the Moon Goddess ever again? Why would she pair me with this fucking woman? “You know what,” she started, “I’ve had enough of this farce. Alpha Jasper of Bloodlust is the strongest, richest and most powerful Alpha of the Eastern Region. He wants me and fucks me way better than you ever did. He wants me as his Luna and I am leaving this hell hole today.” She stands and squares her shoulders at me. With a spiteful glare, “I, Giselle Breyer, Luna of Winter Moon, reject Jaxon Docker, Alpha of Winter Moon, as my fated mate and Alpha!” I feel the impact of her words hit me. Drax is howling in pain, again. I grab my chest and stare at her. I square my shoulders and look her dead in the eyes, “I, Jaxon Docker, Alpha of Winter Moon, accept your rejection. All ties between us are broken and you are banished from Winter Moon, effective immediately.” I see her crumble to the floor and scream out in pain. I want to feel sorry for her, but I don’t. She did this, not me. She wants power and wealth, well, that comes with blood, sweat and tears. She will need to experience pain to get there. “GUARDS!” I scream out. “Yes, Alpha.” They say as they come in and see Giselle on the floor shaking. “Grab this whore and throw her off the pack lands. She is banished from Winter Moon, effective NOW!” I bark. As they drag her away, I look at her and say one last thing, “Stay the fuck away from this pack. Never show your face here again.” I turn to the guards, “Take her.” She is crying in pain as they drag her out. Once she is out of my line of sight, I collapse on the floor. I’m in double the pain. I didn’t just accept her rejection, I banished her from the pack. Two tethers snapped. Still, I would rather feel this pain then the betrayal pains I have been feeling for the last two months. Drax has gone silent. My wolf and I have both suffered. We didn’t deserve this betrayal. We didn’t do anything to warrant her cruelty. I loved her and she betrayed me. I look out the window and to the stars, “Moon Goddess, if this is how you pair mates, then never pair me with anyone else, ever again. Let me be alone and die alone. Anything would be better than this pain.” I put my head in my hands and let the tears come. It may not be the Alpha thing to do. It may not look manly, but this pain is searing scars on my soul and on my wolf’s soul. I will never trust another woman again.“Mengapa kamu keluar dari sana?” Logan bertanya dengan heran. Pagi ini, jantungnya seakan berhenti berdetak saat ia berjalan menuju ruang makan dan menemukan Sanna melangkah keluar dari kamar mandi. Hanya mengenakan mantel mandi berwarna putih. Handuk putih terlilit di rambutnya dan kulitnya terlihat bersih. Tiap kamar di kediaman itu telah dilengkapi kamar mandi dan Sanna tak pernah berkeliaran di rumah ini hanya dengan mengenakan mantel mandi. “Air di kamar mandiku tidak mengalir,” ucap Sanna, “Aku sudah meminta bantuan Barney, tapi terpaksa menggunakan kamar mandi di sini,” tuturnya. Logan tak langsung menjawab. Manik mata hitamnya memandang Sanna dari ujung kepala hingga ujung kaki. Meski telah menikah selama beberapa minggu, Logan belum pernah melihat Sanna berpakaian terbuka. Kini kulit leher dan dada gadis itu terekspos, membuat leher Logan bergerak naik turun dengan gugup. “K—kalau begitu, aku harus bersiap sekarang,” ucap Sanna, kemudian berjalan cepat menuju kamarnya.
“Apakah kamu mencoba menggodaku?” Logan memandang dengan sorot menuduh. Sanna semakin bingung dibuatnya. Ia baru saja tiba dan tahu-tahu diberondong oleh banyak pertanyaan yang tidak ia mengerti. “Aku sama sekali tidak memiliki niat untuk melakukannya,” ucap Sanna, jujur. Manik mata hitamnya berkilau cerah, seakan transparan hingga ia dapat langsung ketahuan kapan pun ia berbohong. “Benarkah?” Salah satu alis terangkat naik. “Lalu, mengapa kamu tiba-tiba melakukan ini?” sergah pria itu. Sanna berkedip canggung. “Aku sudah memikirkan perkataanmu dan sesuai saran yang kau berikan, aku mencoba berubah. Aku tidak ingin menggunakan uang itu karena seluruh fasilitas ini sudah cukup. Aku tidak ingin merepotkan lagi,” tutur Sanna. Ia bersikap jujur saat mengatakannya. Bahkan, alasan Sanna memilih untuk bekerja adalah agar ia bisa menopang kebutuhannya sendiri. “Karena itu ….” Sanna berkata lagi. “Aku tidak akan mengganggumu lagi. Kau bisa membawa gadis ke kantor atau pergi ke mana pun.
Sejak awal, Logan tak terlalu memperhatikan penampilan Sanna. Mereka hanya melakukan pernikahan kontrak yang akan berakhir dalam waktu satu tahun, untuk apa ia memedulikan gadis itu? Jika Logan benar-benar akan menikah, jelas ia akan memilih wanita yang sesuai dengan seleranya. Kini, ia benar-benar terkejut dan hampir tak percaya jika Sanna dapat terlihat begitu cantik. Bahkan, sepanjang hari, Sanna membuat pikiran Logan sulit untuk fokus. Tiap kali gadis itu mendekat untuk memberikan berkas padanya, Logan akan kembali terpikat dan mengikuti tiap pergerakan Sanna. Dalam hati bertanya-tanya apakah itu benar Sanna, gadis buluk seperti kucing liar yang ia temukan di bawah derai hujan di jalan yang kotor? “Bagaimana, Tuan? Apakah Anda setuju untuk menjadikan aktor itu sebagai brand ambassador kita?” tanya seorang pria yang menjadi ketua tim pengiklanan itu. Logan tak langsung menjawab. Sejak dua menit lalu, pria itu justru menatap ke arah Sanna dan mengabaikan presentasi yang d
Sanna sengaja berangkat pagi-pagi sekali. Sekarang baru pukul tujuh pagi dan sopirnya sudah menurunkan gadis itu di depan sebuah klinik kecantikan. Ia telah mencari sepanjang malam dan tempat ini satu-satunya klinik yang buka sejak pagi. Sepanjang malam, Sanna telah memikirkan perkataan Logan dan pria itu benar. Seharusnya Sanna memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan dirinya. Oleh sebab itu, Sanna memulai dengan penampilannya. Sanna menoleh ke kanan dan kiri, tampak canggung. Ini kali pertama ia datang ke salon kecantikan. Seperti gajah masuk kota, Sanna tak tahu ke mana ia harus pergi dan apa yang harus ia lakukan. … apakah ia langsung masuk saja? pikirnya. “Apa yang kau lakukan di sini, Nona?” Seorang pria tiba-tiba bertanya. Refleks, Sanna menoleh dengan waspada. Ia sedikit kaget menemukan pria berbadan tegap dan jangkung yang berdiri di sisinya. Garis wajahnya terlihat tegas, dengan hidung mancung dan alis tebal. Sekilas, Sanna teringat akan Logan yang memiliki
Sanna merapatkan bibir dengan gugup. Tamatlah riwayatnya kali ini. Ia telah meneguhkan perasaan hingga yakin tak akan terkejut dengan apa pun yang Logan lakukan hari ini. Namun, Sanna justru kembali membeku saat melihat Amari, ibu mertuanya, di kantor itu. Logan pasti akan membunuhnya jika pertemuan
Bruk Dokumen dan buku saku yang Sanna bawa seketika meluncur dari tangan Sanna, jatuh membentur lantai dan sontak membuat pasangan itu menoleh waspada. Bibir sang wanita tampak basah, sementara Logan tidak terlihat terkejut dengan kehadiran Sanna. Sanna yang memergoki keduanya, tetapi gadis itu juga
“Saya sudah mengirim pesan dan meminta Nyonya Sanna untuk datang hari ini sesuai perintah Anda.” Benny memberitahu begitu ia menemui Logan di lobby perusahaan. Pria itu mengangguk satu kali dan terus berjalan lurus. Ia tak perlu repot-repot menyelinap di antara pegawai yang berlalu-lalang sebab tat
“Apa?” Benny menatap bosnya dengan sorot penuh tanda tanya. “Kau tidak mendengarku? Langsung tolak dia,” ucap Logan. Tanpa ragu, pria itu menyerahkan CV Sanna kepada Benny dan lanjut meninjau CV pendaftar untuk posisi sekretaris. “Apakah Anda akan langsung menolaknya? Masih ada beberapa posisi y






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.