LOGINHidup selalu membenturkan pada kenyataan, ketidaksetiaan, dan pengkhianatan. Hati yang mengeras membuatnya posesif pada diri sendiri dan kedua buah hatinya. Kelumpuhan karena kecelakaan tetap membuatnya kuat demi melindungi anak-anaknya . Orang-orang rakus sedang mengelilinginya dan bersiasat untuk menyingkirkannya. Hidup seorang Dosen Ahem hambar, tercekam ketakutan dan ketidak percayaan pada orang-orang di sekelilingnya. Cinta merupakan antipati karena pernah melukai. Persetan dengan cinta. Datang mahasiswi cantik Tifara Melodia, dapatkah dia menghancurkan gunung es itu?
View More밤안개가 내려앉은 국도변에서 경광등이 붉고 푸르게 번쩍였다.
가드레일을 들이받은 검은 세단은 운전석 쪽이 형체를 알아보기 어려울 만큼 찌그러져 있었다. 문은 열린 채였고, 터진 에어백과 핸들에는 짙은 혈흔이 남아 있었다.
그런데 운전자는 없었다.
“사고 직후 자력으로 빠져나갔거나, 제삼자가 데려갔을 가능성을 모두 보고 있습니다. 다만 도로변에서 혈흔이 끊긴 뒤로는 족적도 발견되지 않았습니다.”
형사의 설명이 멀리서 들리는 것 같았다.
윤서아는 오빠의 지갑을 두 손으로 움켜쥐었다. 안쪽 투명 칸에는 며칠 전 남매가 함께 찍은 네 컷 사진이 꽂혀 있었다.
부모님이 일찍 세상을 떠난 뒤, 윤도현은 서아에게 유일한 가족이자 가장 든든한 울타리였다. 그런 오빠가 피를 흘린 채 흔적도 없이 사라졌다.
“방범 카메라나 블랙박스는요? 오빠가 왜 그 길로 갔는지도 아직 모르나요?”
“사고 지점이 촬영 사각지대입니다. 블랙박스 메모리 카드도 없어졌고요. 범죄 연루 여부는 조금 더 조사해야 합니다.”
형사는 도현의 휴대전화와 차량에서 수거한 소지품 목록을 내밀었다. 서아는 몇 번이나 이름을 틀려 쓰고서야 서명을 끝냈다. 오빠에게 전화를 걸면 전원이 꺼져 있다는 안내만 반복됐다.
통신사 위치 조회도 진행 중이었지만 마지막 신호는 사고 지점 근처에서 끊겼다고 했다. 서아는 혹시나 하는 마음에 문자까지 보냈다. 읽음 표시는 끝내 뜨지 않았다. 벽시계 초침 소리만 유난히 크게 들렸다. 새벽은 좀처럼 밝아오지 않았다.
“실종 신고는 바로 접수하겠습니다. 가족분께서는 연락 가능한 곳에 계셔 주세요.”
연락 가능한 곳.
그 말이 유난히 막막했다. 부모님도, 가까운 친척도 없었다. 오빠가 사라진 순간 서아는 세상에 혼자 남은 사람이 됐다.
무엇부터 해야 할지 떠오르지 않았다. 경찰서 현관을 나서자 차가운 새벽 공기가 뺨을 스쳤다.
그때 주차장으로 검은 세단 한 대가 들어왔다.
차가 멈추자 경호원이 내려 뒷문을 열었다. 구김 없는 차콜 그레이 수트를 입은 남자가 성큼성큼 다가왔다.
태강그룹 전략총괄 부사장 강태준.
도현의 대학 동기이자 가장 가까운 친구. 서아가 열아홉이던 때부터 알고 지낸 사람이었다.
“서아야.”
가라앉은 목소리를 듣는 순간, 간신히 붙들고 있던 감정이 무너졌다.
“태준 오빠…….”
태준은 망설이지 않고 서아의 어깨를 감싸 안았다. 익숙한 우디 향이 차가운 공기 사이로 스며들었다.
그의 뒤를 따라온 비서는 곧장 형사에게 다가가 사건 번호와 담당 수사관 이름을 확인했다. 태준은 이미 사고 지점과 수색 범위까지 파악하고 있는 듯했다. 서아가 몇 시간 동안 붙들고도 아무것도 하지 못한 일을, 그는 도착하자마자 차례대로 정리했다.
“연락받고 바로 왔어. 많이 놀랐지.”
“오빠가 사라졌대요. 피가 이렇게 많이 났는데, 어디에도 없대요.”
“알아. 법무팀과 수색 인력은 이미 현장에 보냈어. 경찰 쪽에도 필요한 자료를 요청해 뒀고.”
태준은 서아의 등을 천천히 쓸어내렸다.
“찾아낼 거야. 내가 그렇게 만들게.”
“정말 찾을 수 있겠죠?”
“응. 도현이는 쉽게 죽을 사람이 아니야.”
태준은 대답과 함께 서아의 손에서 구겨진 소지품 확인서를 받아 비서에게 건넸다. 그 단정한 확신에 서아는 겨우 숨을 돌렸다. 모든 것이 무너진 순간에도 이 남자만은 흔들리지 않았다.
차에 오른 뒤, 태준은 비서가 건넨 보고서를 빠르게 훑었다.
“네 오피스텔로 돌아가는 건 위험해.”
“제 집이요?”
“오늘 새벽 건물 주변에서 수상한 남자 둘이 목격됐어. 도현이가 맡았던 일과 관련됐을 가능성이 있다.”
심장이 철렁 내려앉았다.
“그럼 저는 어디로 가요?”
태준이 서아의 차가운 손을 감싸 쥐었다.
“내 집으로 가자. 경호 인력이 상주해서 그쪽이 가장 안전해.”
“하지만 태준 오빠도 회사 일로 바쁠 텐데, 제 일까지 떠맡으면 너무 폐를 끼쳐요. 근처 호텔에 있어도…….”
서아가 손을 빼려 하자 태준의 손가락에 힘이 들어갔다. 아프지는 않았지만, 쉽게 빠져나갈 수도 없었다.
“도현이가 없어졌잖아.”
그의 시선이 서아의 얼굴에 오래 머물렀다.
“그러니까 이제 내가 널 지켜야 해.”
다정한 말인데도 이상하게 명령처럼 들렸다.
차가 어둠 속으로 출발한 뒤에도, 태준은 서아의 손을 놓지 않았다.
"Ikut aku!" ajak Ahem tiba-tiba."Kemana?" tanya Tiffara penasaran.Ahem tidak menjawab, dia berjalan menuju mobilnya. Tiffara terpaksa mengikuti tanpa banyak bertanya. Para mahasiswa tertegun menatapnya."Masuk!" perintah Ahem singkat."Apa dia yang terpilih?" teriak seorang mahasiswi."Apa benar?" yang lain menimpali.Ahem membukakan pintu dan meminta Tiffara masuk. Tak lama kemudian mobil pun melaju kencang.Dret ... dret ... dret! Ponsel Tiffara berdering, Virgo yang menelepon. Ini saatnya Tiffara membalas Ahem, dia telah membuat hati Tiffara tercekam cemburu karena biro jodoh yang dia buka."Kak Virgo?" sapanya manja."Tiffara, lagi dimana nih?" tanyanya lembut."Lagi jalan, Kak Virgo. Kakak sendiri lagi ngapain?" "Aku lagi suntuk, aku butuh teman ngobrol, Tiffa," kata Virgo sedih."Lagi mikirin apa? Boleh berbagi sama aku, udah makan belum? Apa kita ketemu makan malam saja," Tiffara dengan lembut menawarkannya.Ciiiit!Spontan Ahem menginjak rem dan berhenti. Ternyata sikap gen
"Akulah yang pertama jatuh cinta padamu, Tiffa. Dan kamu malah menikah dengan Ahem adikku yang belum kamu kenal sebelumnya. Dan selama menikah pun kamu tidak pernah bahagia, tapi anehnya aku tidak bisa masuk diantara kalian," kata Virgo sedih."Maafkan aku Kak Virgo, yang belum bisa membalas cintamu," jawab Tiffara sedih."Aku tidak akan pernah memaksa perasaanmu, tapi setidaknya kamu mau percaya padaku bahwa aku sangat mencintaimu," Virgo meyakinkan."Duh, kok malah curhat di depanku sih," gerutu Ahem dalam hati.Dret ... dret ... dret! Ponsel Virgo berdering, Diva yang sedang menelepon."Aku keluar dulu, Tiffa!" pamit Virgo."Papa Virgo mau kemana?" tanya kedua bocah kecil itu bersamaan."Papa keluar sebentar, Sayang! Nanti kembali lagi," janji Virgo.Dia segera keluar ruangan dan mengangkat telepon dari Diva."Dimana kamu?" tanya Virgo kasar. Dia berpapasan dengan Bagas tapi Virgo tidak menyadarinya. Sontak membuat Bagas penasaran dan berpikiran ingin membuntutinya dan menguping.
Tiffara mulai membuka matanya, betapa terkejutnya dia berbaring di ranjang rumah sakit. Sebentar dia mengingat-ingat apa yang terjadi. Sontak dia bangun dan hendak turun dari tempat tidur tapi tiba-tiba perutnya mual dan pusing-pusing. Akhirnya kembali dia roboh di tempat tidur. "Tiffa, istirahatlah dulu! Kamu masih terkena pengaruh racun ular," gumam Bagas yang baru saja masuk ruangan. Bagas membantu membaringkan tubuh Tiffara kemudian memeriksa keningnya apakah masih demam ataukah sudah membaik. "Syukurlah kamu sudah membaik, Tiffa," gumam Bagas lega. "Bagaimana keadaan anak-anak dan Kak Ahem, Mas?" tanya Tiffara khawatir. "Anak-anak sudah baik-baik saja, Tiffa. Jangan khawatir!" hibur Bagas. "Gimana dengan Kak Ahem?" tanya Tiffara masih khawatir. "Kenapa kamu mengkhawatirkan dia? Dia kan bukan apa-apa kamu?" tanya Bagas menggoda. "Dia kan papa dari kedua anakku, Mas. Dia juga dosenku, apakah salah kalau aku mengkhawatirkannya?" jawab Tiffara tersipu malu. "Ooo jadi seorang
Karena jaraknya tidak jauh Bagas dan Tiffara sudah sampai di rumah Ahem. Pintu pagar juga masih tertutup rapat. Dua satpam menjaga dengan aman pintu gerbang, tidak ada tanda-tanda ada orang keluar masuk lewat pintu. Apa itu artinya mereka pelakunya orang dalam sendiri. Din ... din ... din! Klakson mobil dibunyikan, Bagas dan Tiffara telah sampai dan satpam berlari membukakan pintu. Satu-satunya akses untuk keluar masuk rumah itu. "Ada apa, Pak?" tanya Bagas saat turun dari mobil. "Ada penyusup, Mas. Kenapa kamu masih di sini tidak mencari atau mengejarnya?" ketus Bagas. "Bos Ahem yang minta kami berdua harus jaga ketat pintu keluar," jawab salah satu satpam. "Dua bodyguard sudah berusaha mengejarnya,' lanjutnya. Tiffara bergegas berlari menuju rumah, sebelum kaki melangkah masuk dia melihat sekilas bayangan di semak-semak rerimbunan tanaman bunga. Sontak dia berhenti dan berbalik arah. "Mas Bagas, itu dia!" teriak Tiffara. Sontak sosok yang bersembunyi itu pun segera berlari t
Kini acara pertunangan telah selesai. Tiffara diam-diam mengawasi Ahem, apakah benar tidak ada luka di hatinya. Sebelum Tiffara hadir dalam hidupnya, Ahem dan Diva adalah sepasang kekasih. Rasanya tidak mungkin tidak ada luka di hatinya, apakah dia menutupinya? Tiffara sambil memegang foto
Armand selalu menjadi Sengkuni dalan keluarga Abidin. Tak henti-hentinya menghasut ke sana-sini. Sore itu Abidin bermain bola dengan kedua cucunya yang baru bisa berjalan, di halaman belakang. Mereka tampak bahagia, Titin sedang mengamati sambil tert
Ahem masih menunggu jawaban dari Tiffara, dia memandang penuh selidik. Karena Tiffara masih diam, Ahem merasa kalau dia keberatan kalau Ahem mengantar Diva pulang. Membayangkan wanita sedang mabuk di Club malam sendirian khawatir juga. Takut lelaki iseng akan mejebaknya
Ahem dengan gugup dan malu menanggalkan gaun penganten dengan hati-hati. Takut kalau-kalau tiba-tiba Tiffara tersadar dan berontak, maka dia akan mendapat malu. Setelah gaun itu berhasil dilepasnya, kini dia mendapati baju korset yang sangat banyak dan berbaris kancingnya. Dia












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore