Mind Reader

Mind Reader

By:  Ana Emiya  Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
0.0
Not enough ratings
3Chapters
644views
Read
Add to library
Report
Overview
Catalog
Leave your review on App

Anna, seorang adik dari pria bernama Robert. Kedua orang tua mereka telah bercerai dengan meninggalkan luka menganga di hati Anna. Dan dengan berpindah tempat tinggalah kedua kakak beradik ini berharap luka mereka dapat terobati dan menghilang. Ed, pemuda tampan dengan kulit putih dan pucat seperti mayat hidup. Memiliki kemampuan tidak biasa yang membuat dirinya selalu menjadi incaran para makhluk kegelapan. Annabeth dan Edmund, dua insan muda yang masing-masing memiliki rahasia kelam di masa lalunya, dan mereka bertemu dengan cara yang tidak biasa. Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya? Akankah bersama, atau saling mengkhianati?

View More

Latest chapter

Interesting books of the same period

Comments
No Comments
3 chapters
Prologue
Cahaya matahari terasa begitu menyengat di kota Line. Mereka yang tidak tahan dengan sengatannya, memutuskan untuk memakai pakaian terbuka dan hanya menutup bagian inti mereka saja. Apalagi jika sedang berada di luar rumah, mereka akan memakai seadanya saja agar tidak merasa kepanasan.Namun tidak seperti orang lain, Anna, seorang gadis biasa berambut coklat panjang yang baru pindah ke kota Line, memakai baju lengan panjang disertai celana jeans yang sama panjangnya menutupi seluruh kaki. Dia memang gadis yang selalu memilih perbedaan diantara orang lain, selama perbedaan itu tidak membuatnya kesusahan. Dan kini, meski cuaca sangat panas dia tidak merasa kepanasan dan risi dengan pakaian lengan panjangnya.Hari ini adalah hari pertama Anna Dove masuk ke sekolah baru di kota baru. Dia baru pindah kemarin ke kota Line dari kota Square, bersama kakak laki-lakinya, Robert Dove. Kedua kakak beradik ini tinggal bersama di rumah peninggalan nenek, setelah kedua orang tua mere
Read more
Chapter 1: Unusual Encounter
Mata pelayan itu melebar mendengar suara Anna, “tunggu sebentar,” jawabnya dengan menyimpan kain lap yang ia gunakan di atas meja. Lalu berbalik melangkah menuju dapur.Dua menit kemudian si pelayan kembali ke meja kasir dan berkata pada Anna, “pesanan meja nomor sepuluh akan siap dalam lima belas menit lagi. Mohon untuk menunggu dan bersabar.” Ujarnya seraya tersenyum manis.Anna mengerti dengan sedikit menganggukan kepalanya. Lantas dia keluar, pergi dari restoran menyesakkan itu.“Huuuhhh, panas sekali,” gumamnya dengan menyipitkan mata untuk melihat ke semua arah.Kemudian dia menggerakkan kakinya dan melangkah ke arah hutan, berharap agar dia mendapatkan kesejukan dengan berdiam di bawah pohon yang tinggi.Sementara itu, Robert masih tidak menyadari bahwa adiknya telah pergi jauh dari restoran. Dia masih berbincang dengan temannya Billy, kali ini perbincangan mereka telah melebar ke segala topik yang mereka
Read more
Chapter 2: Glare
Di dalam resto, pemuda tampan itu tidak dibiarkan untuk merasa tenang sedikit pun.“Apa yang sudah kau lakukan pada adikku?” tanya Robert dengan penuh nafsu amarah.“Aku hanya menolongnya dari maut yang mengarah pada gadis itu,” jawab pemuda itu dengan tenang dan datar.Anna masih terpesona dengan ketampanan si pemuda. Sedikit pun tak ia alihkan pandangan mata dari wajah seseorang yang telah menyelamatkan hidupnya.Menyadari sikap Anna yang semenjak tadi tidak berubah, Billy merasa geram pada gadis berkulit putih itu.“Hei, Rob,” dia berbisik pada teman lamanya.Robert membalas dengan melirik Billy.“Apa adikmu benar baik-baik saja?”Saat itu juga Robert menoleh pada adiknya dan menatap gadis itu dalam beberapa detik. Lantas ia kembali melihat pada Bill, “tidak ada yang salah dengannya.” Ketus Rob karena kesal Billy menganggu konsentrasinya yang sedang menginterograsi
Read more
DMCA.com Protection Status