Lelaki Tanpa Kasta Mengguncang Dunia

Lelaki Tanpa Kasta Mengguncang Dunia

By:  Neliwati Nelisaja  Completed
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9.9
Not enough ratings
116Chapters
100.5Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
Leave your review on App

Mohzan Raza Tabrani adalah seorang pemuda yang terlahir dari rahim seorang ibu yang berhati mulia, diasuh oleh seorang nenek yang suka berdoa dan berzikir serta dijaga dan diberi nama oleh malaikat penjaga. Walaupun dirinya hanyalah orang biasa yang tidak memiliki kasta dan derajat sosial ditengah masyarakat, namun lewat tangan seorang Malaikat Allah menitipkan banyak sekali kelebihan pada dirinya. Ia dikarunia otak yang sangat cerdas, hati yang santun dan mulia serta kemampuan bela diri yang luar biasa. Semua itu ia dapatkan lewat pelatihan gaib yang selalu datang dalam mimpinya. Kepintaran Mohzan yang luar biasa sehingga membuat banyak orang menjulukinya manusia komputer. Namanya sangat populer diantara para penimba ilmu. Mereka berbondong-bondong mendatangi Mohzan untuk belajar berbagai ilmu pengetahuan. Namun sebagian orang juga menyebut dirinya adalah titisan malaikat karena hatinya yang sangat mulia dan penuh kasih sayang terhadap orang-orang yang nasibnya kurang beruntung. Diusia yang masih sangat muda Mohzan telah mempunyai puluhan adik-adik angkat yang berasal dari anak-anak jalanan. Suatu saat aksinya viral dimedsos. Jutaan warganet mendukung dan membantu aksi sosialnya itu. Segudang nama indah yang telah diukir Mohzan membuat dirinya menjadi idaman banyak gadis remaja. Ia diperebutkan bagaikan piala yang mati-matian diperjuangkan. Namun untuk urusan asmara dan percintaan Mohzan dikenal sebagai sosok yang dingin dan cuek. Ia belum memastikan siapa gadis yang akan dipilihnya untuk jadi pendamping hidupnya. Selain dicintai oleh banyak orang ternyata hidup Mohzan tidaklah mudah. Segelintir manusia yang iri padanya berusaha menyingkirkannya dari dunia ini. Ia akhirnya harus meregang nyawa ketika sebuah peluru menembus dadanya. Ketika kematiannya diumumkan, dunia seakan berduka. Doa dipanjatkan dimana-dimana. Malaikat yang membawa ruh Mohzan akhirnya mengembalikan ruh itu ketubuh Mohzan atas izin Allah. Mohzan hidup kembali dengan kekuatan yang berlipat ganda sehingga mata dunia semakin terbelalak menatapnya. Beberapa tokoh dunia datang untuk sekedar menjejal kemampuannya. Dan Mohzan mampu mengalahkannya dengan mudah. *******

View More
Lelaki Tanpa Kasta Mengguncang Dunia Novels Online Free PDF Download

Latest chapter

Interesting books of the same period

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Comments
No Comments
116 Chapters
Part 1. Wanita Sederhana
Desma berjalan memasuki gedung mewah tempat resepsi pernikahan salah satu karyawan suaminya. Wanita muda itu nampak anggun dengan riasan wajah dan busana yang sederhana. Tak ada perhiasan emas dan permata berlebihan menghiasi tubuhnya yang ramping dan indah. Hanya sebuah cincin saja yang melekat dijari manisnya sebagai tanda bahwa ia sudah menikah.Yaa..tiga bulan yang lalu Desma sudah dipersunting oleh Tuan Muda Junara putra seorang pengusaha kaya raya. Itu artinya Desma adalah menantu seorang konglomerat yang namanya dikenal oleh seluruh pengusaha di negeri ini.Walaupun sudah menduduki kasta tertinggi di negeri ini, namun Desma tetaplah wanita sederhana. Tidak ada yang berubah dengan pola hidupnya yang terbiasa sederhana dan penuh cinta antar sesama.Sifat baik Desma bukannya membuat Astuti ibu mertuanya senang. Astuti malah merasa malu memiliki menantu yang dinilainya terlalu kampungan.Desma merapikan selendang dilehernya. Tatanan rambutnya sangat sede
Read more
Part 2. Diusir Mertua
Desma membalikkan badan dan melangkah kedalam rumah. Dari balik daun pintu kamar Astuti terdengar suara memanggil. "Desma..! Sini kamu..!""Iya Ma..!" Jawab Desma mendekati daun pintu kamar ibu mertuanya yang sedikit terbuka. "Masuk..!" Terdengar suara perintah dari Astuti.Desma mendorong pelan daun pintu agar terbuka lebih lebar lalu ia perlahan mendekati Astuti yang nampak sedang asyik menyuruh Bik Sumi menurunkan beberapa pakaian yang dipajang didalam lemari kaca.Sebuah gaun berwarna krem dengan belah dada rendah sudah berada ditangannya. Dan diatas sebuah meja berwana hitam telah tertumpuk pula beberapa kotak perhiasan. "Coba kamu pakai gaun ini..! Ini Mama beli dua minggu yang lalu di Paris. Belum pernah dipakai sama sekali. Sepertinya cocok dengan ukuran badanmu..!" Ujar Astuti sambil menyodorkan gaun itu pada Desma. Sikapnya nampak manis dan tidak seperti biasa.Desma menerima agak sedikit ragu. Melihat modelnya saja sudah membuat bulu
Read more
Part 3. Hidup Mandiri Dan Kehamilan.
Dengan bermodalkan hasil penjualan cincin pernikahannya dengan Arjuna, Desma memulai hidup baru yang lebih mandiri. Ia menyewa sebuah warung kecil dipinggiran kota Jakarta dan mulai membuka usaha sarapan pagi.Berbagai menu makanan ia sediakan disana. Mulai dari lontong, lotek, nasi goreng, mi rebus serta mi goreng.Seminggu membuka usaha barunya sudah mulai banyak pelanggan yang datang. Desma mulai disibukkan aktifitas barunya sehingga sedikit demi sedikit ia bisa melupakan kesedihan hatinya karena berpisah dengan Arjuna suaminya.Menurutnya, ia memang tidak pantas berada disamping Arjuna yang hanya akan memberi dampak buruk kepada keluarga suaminya itu. Dengan berdiri sendiri Desma bebas mengatur kehidupannya sendiri. Kebiasaannya yang suka menolong orang-orang yang membutuhkan tidak sesuai dengan prinsip ibu mertuanya. Tapi sekarang ia bebas melakukan aksi sosial tanpa ada lagi yang melarang.Setiap pagi Desma sela
Read more
Part 4. Kelahiran Sang Putra.
Desma sudah pindah ke warungnya yang baru. Bersamanya kini telah tinggal ibu tua yang ternyata bernama Ibu Aisyah. Desma menganggap Ibu Aisyah seperti ibu kandungnya sendiri. Kini Ibu Aisyah tidak kuma dan lusuh lagu. Desma membelikan beberapa potong pakaian untuknya. Selain itu Desma juga melarang Bu Aisyah memanggil namanya dengan embel-embel 'Ibu'."Cukup panggil Desma saja." Ucap Desma ketika mereka mulai tinggal bersama.Ibu Aisyah sangat bahagia diperlakukan sangat baik oleh Desma. Ia merasa punya keluarga sekarang. Hidupnya yang biasa sunyi tanpa perhatian, kini telah berubah. Sebuah kehidupan yang tidak pernah terbayangkan olehnya sebelumnya.Desma tidak pernah keberatan menyayangi dirinya bahkan Desma dengan penuh kasih merawatnya ketika ia jatuh sakit.Ibu Aisyah juga sangat menyayangi Desma.Bulan ke bulan perut Desma nampak semakin membesar. Ibu Aisyah terkadang merasa sudah tidak sabar menanti calon
Read more
Part 5. Mohzan Raza Tabrani
Ibu Aisyah kini punya kegiatan baru. Setiap pagi siang dan malam ia sibuk merawat cucunya dan juga Desma. Untuk dua minggu ke depan mereka memutuskan untuk menutup warung tempat usaha mereka agar Ibu Aisyah lebih fokus mengurus bayi mungil yang baru dilahirkan Desma dan juga merawat ibunya.Sudah seminggu lebih usia si bayi namun Desma belum juga menemukan nama yang cocok untuk putranya itu. Beberapa orang kenalan yang datang menyumbangkan nama tapi belum satupun yang dirasa berkenan dihati Desma dan Ibu Aisyah. Sedangkan waktu terus saja berlalu. Bayi yang sementara dipanggil si Buyung itu memperlihatkan pertumbuhan yang sangat cepat.Pada hari ke empat puluh Desma bermimpi bertemu dengan seorang orang tua berjenggot putih. Ketika terbangun ia menceritakan mimpinya itu kepada Ibu Aisyah."Lalu apa yang dilakukan orang tua berjenggot putih itu kepada cucuku..? Tanya Bu Aisyah ingin tahu."Beliau memanggilk
Read more
Part 6. Mengasihi Anak Jalanan.
"Ayooo kejar Ranggaa... Tendaaang..!! Hahha.. kamu hebat juga..!" Mohzan menyoraki Rangga yang sedang bermain dilapangan bola. Rangga yang baru saja berhasil menjebol gawang lawan nampak tertawa bahagia. Ia mengacungkan jempol tangannya kepada Mohzan yang terus memberi semangat dipinggir lapangan. Anak itu baru berumur 13 tahun, kemampuannya bermain bola sudah diatas rata-rata teman sebayanya.Kesebelasan Rangga nampak berpelukan ditengah lapangan. Wasit meniup pluit dan permainan bola kembali dimulai.Sekarang bola dikuasai oleh adit kesebelasan lawan. Adit mengoper kepada Ryan. "Oper kembali ke Adit Yaaan...! Ya ya begitu.... Tendang Diiiit...!!! Hahhaha gooool...!!!" Mohzan berteriak senang melihat adik-adik angkatnya bermain.Kedua kesebelasan bermain penuh semangat. Keringat membanjiri tubuh kecil mereka. Mohzan kemudian memberi isyarat untuk menyudahi permainan. Anak-anak dari kedua kesebelasan itu membubarkan diri dan ber
Read more
Part 7. Dipalak Preman
Adzan magrib sudah berkumandang dari pengeras suara di sebuah mesjid yang tidak begitu jauh dari bangunan kosong tempat tinggal para tuna wisma dan anak jalanan.Mohzan dan rombongannya baru saja memasuki bangunan yang agak tua itu. Bangunan terbengkalai itu nampaknya akan dibangun sebuah Mall. Tapi karena pihak pengelola tidak bisa menyelesaikan izin membuat bangunan dari pemerintah, maka bangunan besar itu sampai kini terbengkalai begitu saja. Karena kosong, tempat itu akhirnya menjadi rumah bagi para tuna wisma.Hari sudah mulai gelap pertanda malam akan segera menjelang. Puluhan anak-anak jalanan nampak tengah berwudhu dengan air yang ada didalam beberapa drum plastik. Drum plastik itu memang sengaja digunakan untuk menampung air hujan. Air itu digunakan oleh mereka yang tinggal disana untuk mandi dan keperluan sehari-hari. Tapi jika musim panas tiba, maka sudah barang tentu mereka tidak bisa menampung air. Tapi syukurlah tidak jauh dari gedung tu
Read more
Part 8. Bertemu Dengan Dua Tuan Putri Kaya Raya.
Assalamualaikum..!""Waalaikumsalam" Desma dan nenek Aisyah serempak menjawab salam dari Mohzan yang sudah berdiri diambang pintu. Pakaian dan wajahnya sedikit kotor juga kusut."Dari mana Nak, kok terlambat pulang. Berkali-kali mama telponin tapi tidak ada jawaban. Chat juga centang satu." Desma memberondong pertanyaan pada putranya dengan nada cemas."Maaf Ma, hp Mohzan abis baterai. Tadi Mohzan ke gedung tua, disana tidak  bisa ngecas hp." Sahut Mohzan menjelaskan sambil mencium punggung tangan ibunya. "Ooh.." Jawab Desma dengan perasaan lega."Neneeeek...!! Nenek pasti rindu kan sama cucu nenek yang ganteng ini.." Ujar Mohzan lalu mendekati nenek Aisyah yang sedang duduk diatas sebuah kursi dihadapan meja makan. Diatas meja makan nampak beberapa piring dan mangkuk berisi makanan. Sepertinya nenek Aisyah baru saja selesai makan malam.Nenek Aisyah mengembangkan kedua tangannya bersiap menyambut tubuh
Read more
Part 9. Viral
Beberapa anak yang agak besar nampak tengah sibuk menyisihkan barang-barang bekas. Mereka mengelompokkan sesuai jenis masing-masing. Ada botol bekas, tutup botol, kaleng minuman, sendok plastik dan beberapa barang lainnya. Semua barang-barang itu sudah dicuci bersih dan dihamparkan di atas sehelai terpal berwarna biru tua."Sudah kering semua ?""Sudah Bang !" Jawab Aditya mewakili yang lain."Oke, yang ini dipotong seperti ini. Potongan yang atas kumpulin sebelah sini dan yang potongan bawah masukkan kedalam kardus ini." Mohzan memberi komando."Mau kita jadikan apa botol-botol ini Bang ?" Rangga nampak belum memahami tujuan Mohzan."Sebagian kita jadikan tempat menyimpan pernak-pernik seperti koin, jarum, benang dan banyak - barang kecil lainnya." Mohzan memaparkan dengan sabar. "Terus nanti disambung dengan apa Bang ?" Rangga masih penasaran dan bertanya kembali."Sambungnya pakai ini !" Ujar Rangga memperlihatkan satu ikat resleting ber
Read more
Part 10. Bahagia
Setelah semua rombongan membubarkan diri dan meninggalkan tempat itu, Mohzan memerintahkan adik-adiknya mengangkat semua kardus-kardus yang sudah tertumpuk menggunung. Beberapa karung beras juga ada disana.Kemudian mereka berkumpul didalam gedung tua. Satu persatu kardus itu mereka buka."Waaah... Ada baju..!" Seru Jery bersorak gembira. "Nah ini celana." Seru yang lainnya. Ada juga selimut, tikar dan makanan berupa mi instan, beras, sarden, kue-kue, susu dan banyak macam lainnya.Mohzan tersenyum bahagia melihat adik-adiknya bergembira. Tawa lepas mereka terdengar riang gembira. Walaupun banyak barang-barang yang mereka terima, namun mereka tidak nampak berebut apalagi bertengkar.Semua barang-barang itu disusun rapi disudut ruangan. Walaupun mereka anak-anak jalanan, tapi Mohzan mengajari mereka untuk selalu menjaga kebersihan dan kerapian."Bang lapar, ayo masak Bang..!" Seru Yuda menggoyang-goyang lengan Arya."Dik, masak nasi ya... Yuda sudah
Read more
DMCA.com Protection Status