Share

49. Dia selalu hangat

"Halo baby."

"Halo. Udah pulang?" 

"Ini baru keluar ruang rapat." Suaranya sedikit bergetar seperti sedang berjalan. 

Lalu ada suara sapaan, sepertinya itu suara rekan kerja Affar. 

"Ada apa baby?"

"Ehm.... kamu lelah? Atau setelah ini masih sibuk?"

"No, I am done. Why?"

"Can you pick me up in office?"

"Tumben minta jemput?" Kekehnya kemudian.

Affar tahu sekali jika aku hampir tidak pernah merengek minta jemput jika bukan ia yang menawarkan bantuan. Alasannya simple, aku tidak mau merepotkan dan terlihat manja di depan pria dewasa mapan sepertinya. 

"I miss you." Ucapku sungguh sungguh. 

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Dwi Ani
hati hati mbk jangan terbang terlalu tinggi nanti jatuh sakit hati
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status