Dari pengalaman teman-teman di komunitas support group, menghadapi perselingkuhan itu seperti menyetir di jalan berliku. Ada yang memilih couple therapy karena percaya cinta bisa dibangun kembali dengan profesional. Ada juga yang justru menemukan kekuatan saat meninggalkan hubungan toxic.
Yang pasti, jangan sampai kita kehilangan harga diri hanya karena takut sendirian. Aku belajar bahwa memaafkan bukan berarti melupakan, dan memilih bertahan harus disertai komitmen perubahan dari kedua belah pihak. Kalau tidak? Lebih baik berpisah dengan kepala tegak.
Pernah mengalami situasi di mana pasangan ternyata tidak setia? Aku merasakan dunia seperti runtuh saat itu. Langkah pertama yang kulakukan adalah memberi diri waktu untuk marah, sedih, dan merasakan semua emosi itu tanpa terburu-buru mengambil keputusan.
Setelah reda, aku mencoba melihat hubungan secara objektif. Apakah ini kesalahan satu pihak, atau ada dinamika yang sudah tidak sehat berdua? Terkadang perselingkuhan adalah gejala, bukan akar masalah. Aku akhirnya memilih untuk bicara terbuka tanpa emosi meledak-ledak, karena hanya dengan dialog jujur kita bisa memutuskan: memperbaiki atau berpisah dengan bijak.
Perselingkuhan itu seperti gempa bumi kecil dalam hubungan. Beberapa orang memilih rebuild dari reruntuhan, tapi tentu arsitekturnya harus beda. Aku pribadi butuh waktu 6 bulan untuk bisa memilah: apakah masih ada trust yang tersisa?
Hal paling penting adalah jangan menyalahkan diri sendiri. Justru aku mulai aktif kembali ke hobi lama, meet new people, dan sadar bahwa hidup tidak berakhir karena satu orang. Proses healing itu unik untuk tiap individu—ada yang butuh marah-marah dulu, ada yang langsung move on. Yang pasti, jangan terburu-buru masuk ke rebound relationship.
Di usia 20-an, aku mungkin akan langsung ngamuk dan putus. Sekarang di 30-an, perspektifku berbeda. Aku melihat perselingkuhan sebagai alarm bahwa hubungan sudah tidak sehat.
Komunikasi adalah kunci. Tanyakan dengan tenang: 'Apa yang kurang dari hubungan kita?' Kadang jawabannya mengejutkan. Tapi kalau pasangan malah menyalahkan atau tidak mau berubah, itu tanda untuk pergi. Hidup terlalu singkat untuk stuck dalam hubungan tanpa respek mutual.
2026-07-23 21:46:10
3
Tingnan ang Lahat ng Sagot
I-scan ang code upang i-download ang App
Kaugnay na Mga Aklat
Cara Menangani Perselingkuhan
Zakia
10
1.2K
"Suamiku berselingkuh, apa yang harus kulakukan? " Gumamku pada diriku sendiri. Aku sudah tahu hal ini akan terjadi, jadi aku tidak panik. Cepat atau lambat dia memang akan berselingkuh, untungnya aku sudah mempersiapkan skenario tentang apa yang harus kulakukan saat menghadapi situasi ini.
Sari dan Yoko sama-sama dikhianati oleh pasangan mereka yang tertangkap basah berselingkuh hingga mengalami kecelakaan tunggal.
"Bagaimana kalau kita membalas perbuatan mereka?" tanya Yoko sambil menatap Sari dengan serius.
"Bagaimana caranya?"
"Kita selingkuh."
Sebuah kesepakatan yang awalnya hanya bertujuan membalas pengkhianatan justru menyeret mereka ke dalam hubungan yang tak pernah mereka bayangkan.
Menemukan sang suami berselingkuh tentu membuat dada terasa sakit. Stela merasakan dunianya runtuh melihat dengan mata kepalanya sendiri sang suami bercinta dengan wanita lain. Dia bertahan, tapi bukan untuk tetap bersama, melainkan dia sedang membuat pria itu menyesali perbuatannya dan merasakan sakit yang Stela rasakan.
Sibuk bekerja membuat aku tidak memedulikan penampilan. Hingga dengan tega suamiku berselingkuh dan menceraikanku. Lalu aku bertekad untuk berubah seperti dulu. Akan kubuat dia menyesal karena telah menyia-nyiakan aku
Semua orang mengatakan bahwa pernikahan itu membuka kesempatan bagi perempuan untuk memulai hidup yang baru. Walau demikian, masih saja banyak sekali perempuan bodoh yang terjun ke dalam pernikahan tanpa pikir panjang. Suamiku adalah laki-laki yang diidam-idamkan oleh banyak orang. Dia begitu menyayangi dan perhatian padaku. Namun, di luar itu dia ternyata menjalin hubungan terlarang di luar sepengetahuanku. Menghadapi kebusukan yang tersembunyi di balik sikap baiknya yang semu, aku bertekad untuk membuat mereka hidup menderita selamanya!
Bagi suamiku Anak kuliah itu bukanlah anak dari selingkuhannya, melainkan kepadanyalah dia berselingkuh.
"Mereka selalu menyebut kami pasangan yang serasi, ketika diluar kami terlihat sangat harmonis. Kami saling mendukung satu sama lain, rumah tangga kami membuat semua orang iri. Aku memiliki suami yang begitu perhatian dan layak untuk dibanggakan karena dia adalah seorang PNS, akan tetapi semua sirna setelah dia mengenal gadis kuliahan itu. Lebih tepatnya dia adalah pacar dari anak lelakiku."
Ada perasaan hancur ketika tahu pasangan hidup ternyata mengkhianati kepercayaan kita. Aku pernah berada di posisi itu, dan yang kubutuhkan pertama adalah waktu untuk bernapas. Jangan buru-buru mengambil keputusan saat emosi masih seperti tsunami. Aku pisahkan dulu fisik—tidur di kamar berbeda, atau menginap di rumah saudara. Ini memberiku ruang untuk berpikir jernih tanpa tatapan wajahnya yang justru bikin sakit hati makin menjadi.
Setelah reda, aku catat semua pertanyaan yang ingin kusampaikan padanya: 'Sejak kapan?', 'Kenapa?', 'Apa yang kurang dari hubungan ini?'. Dialog penting ini kubuat dalam kondisi tenang, tanpa teriak-teriak. Aku juga memutuskan untuk konseling profesional—entah sendiri atau bersama. Terapis membantu kami melihat akar masalah, apakah itu kebosanan, komunikasi yang buruk, atau kebutuhan emosional yang terabaikan. Prosesnya tidak instan, tapi setidaknya aku bisa memutuskan langkah selanjutnya dengan kepala dingin—apakah memaafkan dan memperbaiki, atau berpisah dengan damai.