Ada momen dalam hidup di mana segala sesuatu terasa seperti reruntuhan, dan menemukan pasangan selingkuh adalah salah satunya. Pertama, beri dirimu ruang untuk merasakan semua emosi itu—marah, sedih, kecewa—tanpa terburu-buru mengambil keputusan. Aku pernah mendengar cerita seorang teman yang memilih menginap di hotel selama seminggu hanya untuk bernapas, jauh dari suami dan rumah. Dia bilang, 'Aku butuh melihat langit tanpa atap yang kita bangun bersama.'
Setelah itu, coba evaluasi hubungan secara jernih: apakah ada niat dari kedua belah pihak untuk memperbaiki? Terapi pasangan bisa jadi opsi, tapi ingat, komitmen harus datang dari dua sisi. Jika kamu memilih bertahan, pastikan ada perubahan konkret, bukan sekadar janji. Tapi jika memilih pergi, percayalah, dunia tidak berhenti di sini. Banyak perempuan yang justru menemukan kekuatan baru setelah melewati badai seperti ini.