Ada satu momen di kantor yang sampai sekarang masih bikin aku geleng-geleng kalau ingat. Waktu itu aku baru putus sama si dia, tapi karena kerja di divisi yang beda, kita masih harus sering ketemu buat rapat proyek. Awalnya awkward banget—duduk berjauhan, kontak mata dihindari, obrolan cuma seperlunya. Tapi lama-lama, justru situasi ini bikin kita bisa berteman lagi dengan cara yang lebih dewasa. Kita mulai bisa becanda tentang deadline yang numpuk atau bos yang suka marah-marin. Lucunya, rekan kerja lain malah nanya kenapa kita bisa akrab banget padahal 'dulu pernah'. Mungkin ini bukti kalau hubungan yang udah selesai bisa berubah jadi sesuatu yang lebih ringan, asal kedua belah pihak mau move on dengan baik.
Yang paling berkesan itu pas acara kantoran akhir tahun. Biasanya kita menghindari satu sama lain di acara sosial, tapi tahun itu kebetulan dapat meja yang sama. Awalnya tegang, tapi setelah minum-minum dan ngobrolin kerjaan, suasana jadi cair. Malah sempat foto bareng—yang bikin beberapa kolega ngira kita balikan. Enggak sih, cuma emang udah bisa nerima bahwa kita lebih cocok sebagai teman kerja daripada pacar. Pelajaran berharganya? Kadang closure terbaik itu enggak perlu drama, cukup dengan saling menghargai sebagai manusia biasa yang pernah dekat.
Dulu sempet ngerasain kerja sekantor sama mantan, dan ternyata lebih ribet dari yang kubayangin. Awalnya mikirnya 'ah biasa aja lah', tapi ternyata setiap ketemu di pantry atau meeting, rasanya pengen ilang aja. Yang paling parah itu pas dapat tugas harus kerja bareng di satu tim kecil—kerjaannya harus sering diskusi berdua, bahkan sampai lembur bareng. Awal minggu masih awkward, tapi lama-lama jadi numb juga. Malah lucu pas suatu hari dia bawa bekal makanan yang dulu sering aku sukain, terus nawarin ke aku. Spontan aja aku bilang 'wah masih ingat ya', dan dia cuma ketawa sambil bilang 'kebiasaan'. Situasi kayak gini bikin sadar bahwa hubungan yang udah berakhir enggak harus diisi dengan permusuhan. Meskipun mungkin enggak bisa jadi teman dekat lagi, setidaknya bisa saling profesional di kantor. Sekarang sih udah enggak satu perusahaan lagi, tapi kadang masih kepikiran betapa menariknya pengalaman itu—seperti plot sinetron tapi terjadi beneran dalam hidup.
Pernah ngalamin kerja sekantor sama mantan selama setahun lebih. Uniknya, kita malah jadi lebih produktif karena sama-sama pengen membuktikan bisa profesional. Dulu pas masih pacaran sering telat meeting karena asyik ngobrol, eh setelah putus malah selalu tepat waktu dan persiapan materi super detail. Bos sampai puji kita sebagai tim paling solid. Ironis banget kan? Tapi justru di situ aku belajar bahwa hubungan personal yang gagal bisa jadi catalyst bukin kinerja lebih baik. Satu hal yang aku syukurin: kita berdua sepakat untuk enggak bahas hubungan lama di kantor, jadi privasi tetap terjaga. Pas dia akhirnya resign, malah ada perasaan lega campur sedih—kayak kehilangan rival sekaligus teman.
2026-07-14 06:04:54
3
Ver Todas As Respostas
Escaneie o código para baixar o App
Livros Relacionados
Dalam Dekapan Mantan: Suami Kontrakku Pewaris yang Terbuang
Henny Djayadi
10
9.4K
Tiga puluh hari menemukan pria untuk dinikahi, atau selamanya terjebak dalam neraka pengkhianatan.
Perempuan bodoh mana yang sudi menikahi pria yang nyaris membunuhnya?
Setelah tahu kecelakaan maut setahun lalu adalah sabotase Justin demi adik tirinya, Sofia bertekad membatalkan pernikahan.
Tapi demi penyatuan dua perusahaan, keinginan Sofia untuk membatalkan pernikahan, ditentang oleh Papanya, bahkan memberi syarat mustahil, jika tidak bisa menikah dalam waktu satu bulan, maka dia harus tetap melanjutkan pernikahan dengan tunangannya yang kejam.
Di titik nadir, Riga, mantan kekasih yang pernah menorehkan luka dalam kembali. Menganggap Riga pelarian satu-satunya, Sofia menawarkan pernikahan kontrak. Ia mengira telah bebas, tanpa menyadari bahwa Riga yang sekarang, bukanlah pria yang dahulu lagi.
Pernikahan yang seharusnya digelar malam ini hancur berantakan, Safna dan Roger saling mencintai dan menjalin kisah cinta sejak SMA, perencanaan matang pernikahan mereka berakhir duka, siapa sangka laki-laki yang di sangka nya cinta mengkhianati dirinya, melarikan diri bersama sahabat baik mereka di hari pernikahan mereka. Daripada keluarga malu dengan keadaan, papa Safna memilihkan Safna seorang laki-laki yang tidak lain adalah paman nya Roger, laki-laki tampan, dewasa, mapan tapi sayang dimasa lalu laki-laki tersebut memiliki sifat dingin yang tidak banyak bicara. Safna tidak pernah mencintai laki-laki blasteran tersebut, karena dia tidak suka pada laki-laki yang memiliki netra berwarna biru pendiam dan penuh diam itu menatap dirinya dengan tatapan penuh tanda tanya.
Tapi apa yang Safna ingat tentang laki-laki tersebut di masa lalu berbanding terbalik saat ini, karena Callister ternyata laki-laki hangat penuh dengan cinta. Hal tersebut membuat Safna jadi bertanya-tanya.
Sheravina Danilova, seorang model seksi blasteran Rusia, terpaksa menikah dengan Kevin Alejandro Bagaskara, duda 40 tahun yang merupakan mantan suami dari Selena bibi Sheravina karena sebuah insiden satu malam. Kevin adalah seorang chef sekaligus pemilik restoran, baik, jujur, tampan dan juga sangat mapan. Namun sayangnya tak bisa memberikan keturunan kepada Selena sehingga membuat Selena menceraikannya.
'Rain Rain go away come again another day'
Embun selalu menyanyikan lagu itu untuk meledek Rain saat remaja dulu. Namun, siapa sangka lagu itu bagaikan mantra dan Rain benar-benar pergi jauh dari hidupnya. Hingga suatu hari, Embun sadar hatinya masih menyimpan nama Rain dan merindukan sosok pria itu.
Bagaimana bisa? seorang Embun Sky Jordan menjadi sekretaris Aksara Rain Prawira yang dinginnya melebihi freezer kulkas dua pintu?
Bagi Rain patah hati karena cinta pertama merubah hidupnya. Kini gadis pembuat luka itu datang kembali dengan segala tingkah yang membuatnya gila, mungkinkah Rain akan luluh? Atau sebuah pembalasan yang sama menyakitkannya sudah dia siapkan untuk Embun?
"Cita-citaku menjadi DPR."
"Lalu kenapa kamu malah berakhir melamar pekerjaan menjadi sekretarisku?"
"Kan sudah aku bilang, aku ingin menjadi DPR, Diperistri Pak Rain." ~ Embun
Ketika mantanku mengkhianatiku dengan berselingkuh dengan teman baikku, aku memutuskan untuk membalaskan dendam ... dengan menikahi ayahnya dan menjadi ibu tirinya.
Aku mengenal pengantin lelaki itu, bahkan sangat mengenalnya. Dia suamiku. Dan perempuan yang bersanding di sebelahnya, aku tahu siapa dia. Mantan kekasih suamiku dulu.
Pernah suatu hari, sahabatku yang sangat takut dengan laba-laba tidur di rumahku. Aku tahu ini kesempatan emas untuk iseng. Aku beli laba-laba mainan plastik yang realistis banget dan sembunyikan di bantalnya. Saat dia rebahan, langsung teriak seperti banshee dan loncat ke sofa. Aku pura-pura khawatir, 'Ada apa? Kamu lihat hantu?' Dia menjerit, 'LABA-LABA SEBESAR TANGAN!' sambil mukanya pucat. Aku ambil 'laba-laba' itu dengan santai, gigit sedikit, dan bilang, 'Oh ini cuma permen licorice bentuk serangga.' Reaksinya? Dia melempar sandal ke arahku sambil tertawa terbahak-bahak. Sampe sekarang kalau ketemu laba-laba asli, dia masih marah-marah ingat kejadian itu.
Lucunya, balas dendamnya datang seminggu kemudian. Dia mengganti semua wallpaper hp-ku dengan foto closeup wajah Nicolas Cage. Setiap buka ponsel, aku dikagetin oleh mata melototnya. Permainan ini berlanjut selama berbulan-bulan sampai akhirnya kami sepakat gencatan senjata... meskipun sesekali masih saling jahil dengan cara-cara kreatif.
Ada sesuatu yang pahit tentang pengkhianatan dari seseorang yang pernah dekat denganmu. Aku pernah mengalami hal serupa, dan butuh waktu untuk memahami bahwa memaafkan bukan tentang mereka, tapi tentang dirimu sendiri. Prosesnya dimulai dengan mengakui rasa sakit itu—jangan dipendam atau dibohongi dengan kata-kata 'aku baik-baik saja'. Biarkan dirimu marah, kecewa, bahkan menangis. Tapi kemudian, coba tarik napas dalam-dalam dan tanyakan: apa yang kau dapatkan dengan terus menyimpan dendam?
Memaafkan bukan berarti melupakan atau memberi kesempatan kedua. Itu tentang melepaskan beban emosional yang menghambatmu bergerak maju. Aku mulai dengan menulis surat (yang tidak pernah dikirim) berisi semua unegku, lalu membakarnya sebagai simbol pelepasan. Lambat laun, aku sadar bahwa kebahagiaanku tidak boleh bergantung pada orang yang memilih menyakitiku.
Di suatu tempat yang jauh, ada sebuah desa kecil yang dikelilingi oleh hutan lebat dan gunung-gunung yang tinggi. Di desa ini tinggal seorang gadis bernama Mira yang memiliki senyuman yang bisa menghangatkan hati siapa saja. Namun, ada satu hal yang membuatnya berbeda: dia bisa berbicara dengan makhluk-makhluk magis di hutan. Setiap malam, saat bulan purnama bersinar, menjelang saatnya bagi Mira untuk menjalin jalinan ancaman dan keajaiban. Salah satu makhluk yang dikenal sebagai Elora, seorang peri kecil dengan sayap yang berkilauan, selalu mendampinginya.
Suatu ketika, hutan mengalami kesedihan. Sebuah jahat yang datang dari luar desa mengancam perdamaian yang telah terjalin antara manusia dan makhluk magis. Mira dan Elora bersepakat untuk melindungi mereka yang mereka cintai. Mereka menemukan diri mereka dalam petualangan yang penuh dengan teka-teki, di mana keajaiban dan bahaya saling berbaur. Lewat berbagai ujian, persahabatan, dan cinta, Mira belajar tentang kekuatan dalam dirinya sendiri. Setelah mengalahkan jahat tersebut dengan kecerdikan dan kepercayaan, desa kembali damai.
Cerita ini mengajarkan kita tentang kekuatan cinta yang tidak terduga serta pentingnya melindungi yang kita cintai, sesuatu yang seharusnya selalu diingat jika kita ingin menciptakan keajaiban dalam kehidupan sehari-hari di dunia yang kadang kelam ini.