BERCINTA DENGAN HANTU
pinta Darto, mereka Duduk bersisihan,
Ninik membuka piringnya, tapi Darto secepat kilat menutup piringnya,
“Kenapa Bi” tanya Ninik
“Humai, kamu masih saja lupa, kita akan selalu makan sepiring berdua, jadi piring ini saja” Darto menunjuk piring yang sudah dia isi Nasi goreng, Ninik tidak membantah, meereka berdua seperti biasa saling menyuapi sambil bersenda gurau, ah indahnya pacaran setelah menikah
Ada sepasang mata yang mengamati mereke dengan ekspresi tidak suka, dia mbok Rah, dimatanya terlihat sekali sorot mata tajam penuh benci
Hot Chapters