Cintai Aku
Kamu menghela napas, sedikit kecewa karena salah sangka.
“Katanya lapar, kok malah ngeluh gitu?”
“Ya udah, ayo makan. Ah, lama amat sih, nanya terus,” jawabmu cepat, pura-pura cuek padahal pipimu sudah memanas.
“Hahaha iya, iya! Jangan-jangan pikiran kamu udah traveling tadi ya?” goda Rivano sambil memasang safety belt-nya.
“Apa sih, aku lapar,” elakmu cemberut.
Sikat na Kabanata