Share

Dalam Dekapan Mantan: Suami Kontrakku Pewaris yang Terbuang
Dalam Dekapan Mantan: Suami Kontrakku Pewaris yang Terbuang
Author: Henny Djayadi

1. Pengantin yang Tersesat

last update Last Updated: 2026-03-01 18:29:10

“Mbak Sofia, apakah pengantin pria masih lama datangnya?” Pria paruh baya itu berkali-kali melihat jam di pergelangan tangannya.

Penghulu yang akan menikahkan Sofia dan Justin bertanya dengan hati-hati, berusaha tidak menambah beban Sofia, di tengah puluhan tamu yang mulai berbisik-bisik.

Sofia menatap calon mertuanya. Keduanya hanya menggeleng lemah sambil terus menekan layar ponsel, mencoba menghubungi putra mereka yang tiba-tiba menghilang di hari paling krusial. Sofia juga sudah menghubungi Justin puluhan kali, tapi hasilnya tetap nihil.

“Setengah jam lagi, Pak. Justin pasti datang. Mungkin terjebak macet.” Sofia berusaha meyakinkan, bukan hanya pada Penghulu, tapi juga pada dirinya sendiri.

Saat asa mulai menipis, ponsel dalam genggaman Sofia bergetar. Nama Justin muncul di layar. Sofia segera mengangkatnya dengan terburu-buru.

“Justin? Kau di mana? Semua orang sudah…”

“Sofia, pernikahan harus kita tunda,” potong Justin dengan suara gemetar.

Sofia terdiam, ini bukan pertama kalinya pernikahan mereka ditunda. Apakah Justin memang tidak ingin menikahinya?

“Selena... kecelakaan. Mobilnya ringsek dan dia terluka parah. Kami di rumah sakit sekarang,” sambung Justin terdengar panik dan napasnya memburu.

Mendengar adik tirinya terluka, amarah di hati Sofia langsung menguap, berganti kekhawatiran. Selena memang bukti perselingkuhan papanya, kehadirannya menyebabkan retaknya hubungan kedua orang tunya, tapi Sofia tidak bisa memungkiri fakta bahwa di dalam tubuh gadis itu mengalir darah yang sama dengannya.

“Oh Tuhan… Selena,” gumam Sofia lirih. Air mata mulai menggenang.

Dengan berat hati, Sofia berdiri dan menghadap Pak Penghulu serta keluarga besar yang menatapnya penuh tanya.

“Pernikahan hari ini... dibatalkan,” ucap Sofia dengan suara yang dipaksakan tegar.

“Apa?” Bukan papanya yang berteriak, melainkan Hesti, mamanya. Wanita itu langsung menghampiri dan mencengkeram lengan Sofia dengan kuku-kuku yang tajam. “Kau gila? Pernikahan ini tidak boleh batal, Sofia! Apapun alasannya!” Bukan lagi dengan suara keras, tapi bisikan penuh ancaman.

“Selena kecelakaan, Ma!” Sofia membalas, mencoba melepaskan diri. “Tolong, beri penjelasan kepada para tamu. Katakan ada keluarga yang kena musibah. Aku harus segera melihat keadaan Selena.”

“Persetan dengan anak haram itu!” Wajah Hesti merah padam. “Kau harus tetap di sini menunggu Justin dan kalian akan tetap menikah. Jangan pedulikan anak gundik itu!”

Sofia menghela napas panjang, menatap dekorasi megah ballroom yang seharusnya menjadi tempat bersejarah dalam hidupnya.

“Aku mohon, Ma. Demi kemanusiaan, kita tidak bisa berpesta di saat keluarga kita terkena musibah.”

Tanpa menunggu jawaban dari mamanya, Sofia mengangkat ekor kebaya putihnya yang panjang dan berlari keluar.

Di dalam taksi, Sofia meringkuk di pojok kursi dengan tatap mata yang kosong. Aroma melati dari ronce di rambutnya memenuhi kabin sempit itu, harum yang seharusnya menjadi saksi janji suci, kini terasa seperti aroma duka.

Tangan Sofia gemetar dengan ponsel dalam genggaman. Hatinya terus melangitkan doa demi keselamatan Selena. Ada rasa bersalah karena sempat meragukan alasan Justin.

Setibanya di rumah sakit, Sofia berlari menyusuri lorong rumah sakit dengan kebaya putih brokat dan kain batik yang indah. Riasan pengantinnya masih sempurna, membuat setiap pasien dan tenaga medis menoleh padanya seolah melihat penampakan malaikat yang tersesat di tempat penuh luka.

Langkah Sofia terhenti tepat di depan pintu ruang perawatan VIP yang sedikit terbuka. Justin memeluk Selena yang menangis terisak di atas ranjang. Tak ada luka sekritis yang dibayangkan Sofia, hanya perban di dahi dan lengan.

Ada perasaan lega. Tapi dugaan jika semua yang dilakukan Justin adalah kepedulian seorang calon kakak ipar luruh seketika. Perbincangan antara Justin dan Selena justru mengungkap kenyataan yang berbeda.

“Mengapa kau senekat ini, Sel? Menabrakkan mobil ke pembatas jalan hanya untuk melukaimu sendiri?” Suara Justin penuh keputusasaan, tapi terdengah sarat kasih sayang.

“Kakak bilang akan mencari cara untuk kembali menunda pernikahan dengan kak Sofi, tapi mana buktinnya?” Tangis Selena semakin menjadi.

Justin menghela napas panjang, mengusap punggung Selena dengan lembut. “Aku tidak bisa menggunakan cara seperti tahun lalu, Sel.”

“Tapi cara itu berhasil, Kak.”

“Kecelakaan itu membuat Sofia koma dua minggu. Aku tidak bisa mengambil risiko, jika sampai Sofia meninggal, kita tidak akan dapat apa-apa.”

Telinga Sofia berdenging, dari ubun-ubun hingga ujung kaki tiba-tiba terasa dingin. Secara naluriah tangannya menyentuh perutnya, merasakan jaringan parut yang tersembunyi di balik baju pengantinnya.

Ingatan akan rasa sakit saat terbangun dari koma setahun lalu menghantam Sofia. Saat itu, ia mengira Justin adalah pahlawan yang menunggunya. Ternyata, pria itu adalah dalang dari semua kesakitannya.

“Kak Justin merasa bersalah pada Kak Sofia? Kak Justin mulai mencintainya?” cecar Selena dengan suara manja yang menuntut.

Justin menggeleng tegas. “Tidak. Aku hanya memikirkan merger Baskara Energy dan Aditama Jaya. Setelah semua itu terwujud dan posisiku aman, aku akan meninggalkan Sofia, lalu kita menikah. Sabarlah sebentar lagi.”

Hancur hati Sofia, tak ada daya lagi untuk marah dan melakukan konfrontasi langsung dengan tunangan dan adik tirinya.

Sofia memutar tubuh dengan sisa tenaga yang ada. Ia menyeka air mata yang merusak riasannya, berjalan gontai menyusuri lorong panjang. Kebaya putih yang dia kenakan terasa layaknya kain kafan yang mengantarkan pada hidup baru yang menyakitkan.

Sofia hanya ingin segera meninggalkan rumah sakit. Dengan tangan gemetar dia memesan taksi online.

Baru keluar dari rumah sakit, gerimis turun tanpa diundang. Sofia mendongak, tersenyum miris menertawakan dirinya sendiri. Pada saat dia merasakan kegetiran menjadi pengantin tanpa mempelai, langit pun seolah ingin mengujinya.

Sofia yang mulai kehilangan fokus, seolah mengabaikan bisingnya suara mesin mobil dan deru klakson panjang. Mobil hitam besar mengerem mendadak, berhenti beberapa senti dari posisi Sofia.

Terkejut, Sofia jatuh terduduk di aspal yang basah oleh air hujan yang semakin deras.

“Woi! Kalau jalan pakai mata!” teriak pengemudi mobil yang hampir menabrak Sofia,

Sofia mengabaikannya, hanya bersimpuh di tengah jalan raya, tak peduli kebaya putih mahalnya basah dan penuh noda. Bahkan riasan pengantinnya mulai luntur, membuat penampilannya semakin berantakan.

Dalam keadaan terpuruk Sofia tidak memperhatikan ada mobil mewah yang berhenti tak jauh darinya.

Seorang pria keluar, dia melepas jaket hitamnya lalu menutupkan pada punggung Sofia.

Saat menatap sosok yang berdiri menjulang di hadapannya, bukan merasa beruntung, justru ujian hari ini terasa semakin besar. Pria dari masa lalu yang selalu dihindari muncul di saat-saat terburuknya.

"Kau tampak menyedihkan dengan dandanan seperti ini, Sofia." Suara bariton yang berat menembus deru hujan, terdengar sangat dekat di telinga. "Apakah kau butuh mempelai pengganti sekarang?"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Dalam Dekapan Mantan: Suami Kontrakku Pewaris yang Terbuang   8. Di Antara Pilihan-pilihan Buruk

    Sofia meletakkan selembar catatan berisi poin-poin perjanjian di hadapan Bara. Pengacara muda itu menghentikan gerakan penanya. Matanya menyipit, membaca baris demi baris dengan dahi berkerut.“Tolong buatkan draft perjanjian untuk memastikan tidak ada celah bagi pria itu untuk menuntut lebih.” Meski terdengar tenang, tapi ada getar lelah yang tidak bisa Sofia sembunyikan.Bara mendongak, menatap sahabat sekaligus klien setianya itu dengan tatapan tak percaya. “Sofia, apa ini? Pernikahan kontrak? Dua tahun?”“Ya.”“Riga Argantara?” Suara Bara meninggi. Terkejut, tapi sadar mengapa Sofia tidak mau menyebut nama pria itu. “Kau yakin?”Sofia hanya mengangguk.“Aku tahu, ditinggalkan saat menjelang akad pasti sangat menyakitkan dan memalukan. Tapi apa harus bertindak sejauh ini? Apa yang membuatmu tidak bisa memaafkan Justin, bukankah dia sudah minta maaf dan akan segera menikahimu setelah Selena sembuh.”Sofia membuka mulutnya lalu tertutup lagi, seolah bingung untuk bercerita.“Masalahn

  • Dalam Dekapan Mantan: Suami Kontrakku Pewaris yang Terbuang   7. Kontrak Seumur Hidup

    “Simpan saja kertas itu,” ucap Sofia dengan tegas dan sikap yang dingin seperti biasanya. Ia tidak ingin lagi terlihat rapuh. “Mungkin kau sehat secara fisik, tapi itu tidak menghapus fakta bahwa kau pernah mengkhianatiku.”Sofia bangkit, menyampirkan tas di bahunya, siap untuk mengakhiri drama ini selamanya. Namun, suara bariton Riga kembali menghentikannya, kali ini dengan nada yang lebih dingin dan penuh perhitungan.“Dua kali pernikahanmu harus batal, kau yakin Justin benar-benar menginginkanmu?” Riga menyesap kopinya tanpa menoleh ke Sofia.Langkah Sofia terhenti, tapi detak jantungnya berpacu. “Selama ini kau memata-mataiku?”“Ya,” jawab Riga tanpa jeda dan rasa bersalah. Tak ada yang perlu ditutupi lagi. “Sejak perjodohanmu dengan Justin diumumkan.”“Gila. Kau benar-benar sudah gila, Riga.”“Kamu yang gila, membiarkan dirimu menjadi tumbal.”Sofia terdiam, tidak menampik tuduhan itu.“Aku tahu perjodohanmu dengan Justin bukan tentang cinta. Tapi tentang Baskara Energy yang di a

  • Dalam Dekapan Mantan: Suami Kontrakku Pewaris yang Terbuang   6. Tantangan Hidup Baru

    Meski tidur larut malam, Sofia tetap bangun pagi seperti biasanya.Betapa terkejutnya Sofia, saat mengetahui tak sampai empat jam setelah tombol submit ditekan, sebuah email masuk.“Nexus Gateway?”Sofia mencoba mengingat-ingat. Nama itu terasa asing namun berkuasa. Sebuah raksasa baru di dunia teknologi finansial yang tiba-tiba membukakan pintu lebar-lebar untuknya dengan tawaran kontrak yang sangat menggiurkan.Sofia tahu ini tidak wajar. Tapi, rasa putus asa untuk lepas dari cengkeraman Wira dan Justin jauh lebih besar daripada rasa curiganya.Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada, kini Sofia sudah berdiri di depan Gedung Nexus Gateway. Sofia melangkah masuk, memaksakan kepalanya tegak meski bekas tamparan semalam masih menyisakan rona tipis yang ia tutupi dengan concealer tebal.Di lantai teratas, Gerry, asisten pribadi Riga, menempelkan ponsel ke telinganya dengan wajah cemas. Panggilan itu langsung diangkat pada nada kedua.“Bos, target sudah di lobi. Dia sedang menuju ru

  • Dalam Dekapan Mantan: Suami Kontrakku Pewaris yang Terbuang   5. Takdir yang Menuntun

    Bukan tanpa alasan Wira memberi syarat agar Sofia harus sudah menikah dalam waktu satu bulan.Investor dan dewan komisaris membutuhkan kepastian dan stabilitas keluarga Aditama. Siapa pun suaminya, yang penting Sofia terikat dalam pernikahan yang sah secara hukum untuk mengamankan posisi saham.Selain itu, Wira sangat mengetahui kehidupan pribadi putri sulungnya. Sofia tidak memiliki teman, baik laki-laki maupun perempuan. Saat masih kecil dia fokus belajar, dan sekarang fokus pada perusahaan.Hanya satu teman laki-laki Sofia yang Wira kenal, Bara. Tapi Wira sangat yakin putrinya mustahil menikah dengan sahabatnya yang berprofesi sebagai pengacara tersebut.“Sebenarnya Papa ada dendam apa dengan kelahiranku di dunia?” Suara Sofia bergetar, bukan karena takut, tapi amarah yang sudah lama mengendap. “Mengapa Papa sangat ingin menghancurkan hidupku?”Wira terdiam mendengarkan kalimat pedas dan sorot mata tajam putrinya yang terasa menelanjangi nurani. Sebagai orang tua dia sadar terlalu

  • Dalam Dekapan Mantan: Suami Kontrakku Pewaris yang Terbuang   4. Syarat Berat

    Ucapan Sofia bukan sekadar penolakan yang menginjak harga diri, tapi badai yang akan menghancurkan semua rencana Justin.Cinta Justin memang untuk Selena yang mampu menjadi candu dan pelampiasan hasratnya. Sebagai pengusaha, dia realistis cinta tidak mampu membayar utang dan memperbesar perusahaannya, dan menikah dengan Sofia adalah kesepakatan yang sangat menguntungkan.“Hubungan kita tidak bisa dilanjutkan,” ucap Sofia dengan nada datar, tatap matanya dingin pada buket bunga pemberian Justin yang terlihat layaknya sampah.“Kenapa?” Justin menatap dengan wajah memelas. “Sekali lagi aku minta maaf atas kejadian kemarin. Semua terjadi begitu cepat, aku tidak mungkin membiarkan Selena terluka di pinggir jalan… karena dia adikmu.” Demi sebuah tujuan besar, Justin rela merendahkan harga dirinya.Sofia tersenyum menyeringai dengan tatapan tajam, semakin muak dengan kepalsuan Justin. “Kau tidak capek terus bersandiwara?”Justin terdiam, menyadari Sofia tidak main-main dengan ucapannya.“Hub

  • Dalam Dekapan Mantan: Suami Kontrakku Pewaris yang Terbuang   3. Setelah Dua Kali Ditunda

    “Selena...” Wira langsung menghambur, memeluk putrinya. “Mana yang sakit?”Selena, yang masih bersandar di dada Justin, melepaskan pelukan pria itu perlahan. Ia menyambut pelukan papanya dengan wajah yang sengaja dibuat lesu.“Selena baik-baik saja, Pa. Untung tadi ada Kak Justin yang menolong.”Wira menghela napas lega, mengusap puncak kepala Selena berkali-kali memastikan keadaannya baik-baik saja.Setelah yakin Selena aman, tatapan Wira beralih pada Justin yang berdiri di sisi ranjang. Tak ada kilat curiga, tak ada pertanyaan mengapa calon menantunya itu justru berada di rumah sakit, bukan pelaminan. Baginya, kehadiran Justin adalah bentuk kepedulian yang wajar.“Justin, kebetulan kau di sini,” ujar Wira, dengan suara kembali berat dan berwibawa. “Tadi Sofia bilang dia akan ke rumah sakit dan memberi kabar. Tapi dia tidak memberi kabar apa pun, pulang-pulang bilang ingin membatalkan pernikahan kalian. Selamanya.”Rahang Justin mengeras sesaat, namun ia segera memasang raut wajah pr

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status