Short
Adik Pacarku yang Manis

Adik Pacarku yang Manis

By:  HuskyCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10Chapters
843views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Sudah cukup lama aku dan pacarku tinggal bersama. Suatu sore, adik pacarku tiba-tiba mengetuk pintu rumahku dan mengatakan ingin tinggal sementara bersama kami. Adik pacarku ini meski lebih muda belasan tahun dari pacarku, namun tubuhnya sudah sangat sintal, wajahnya cantik, matanya yang bening membuatnya tampak seperti seekor kelinci kecil yang polos dan belum mengenal dunia. Saat ia menatapku, bibir mungilnya sedikit terbuka, kemudian dia memanggil dengan pelan, nyaris seperti bisikan, “Kakak ipar…” Entah mengapa, sebuah perasaan asing merambat dari hatiku ke perut bagian bawahku, membuat napasku terasa lebih berat. Malam itu aku dan pacarku terus melakukan hubungan intim, kali ini terasa lebih panas dari biasanya. Namun di tengah keasyikan itu, aku sekilas menoleh ke arah pintu. Di sana berdiri adik pacarku, dia melihat kami berdua dengan pipi merah dan napas yang tidak teratur. Tangannya berada di antara kedua kakinya, terus bergerak di area itu…

View More

Chapter 1

Bab 1

Aku dan pacarku baru saja bertunangan setelah tiga tahun pacaran. Hari itu, ia membawa adiknya yang 16 tahun lebih muda darinya untuk tinggal sementara bersama kami.

Adiknya tipikal gadis muda berusia 20 tahun dengan energi yang meledak. Ia berdiri di depan pintu, rambut kucir kudanya bergoyang ringan saat ia menunduk sedikit, wajahnya terlihat begitu muda dan ceria. Ia tersenyum manis sambil memanggilku "kakak ipar", dan jantungku tanpa sadar berdetak lebih cepat dari biasanya.

Aku merespons dia dengan senyum yang sedikit terlambat, dan entah kenapa tenggorokanku bergerak menelan ludah tanpa sadar. Seolah ada rasa panas yang asing muncul dari dadaku dan mengalir turun sampai ke bawah perut.

Malam itu, semua yang aku tahan sejak sore seolah pecah begitu saja. Hubungan intim kami kali ini terasa sangat panas dan menggebu, aku tidak bisa berhenti "menyerbu" pacarku.

“Ah… Kamu… Pelan-pelan… Kamu mau menghabisi aku…”

“Ah… Aku tidak tahan lagi, pelan sedikit…”

Pacarku yang berada di bawahku, sedang mengimbangi ritme gerakanku. Sepasang matanya yang berkaca-kaca menatapku, tangannya menggantung di leherku, kedua kakinya melingkari pinggangku, dan tubuhnya terus bergerak naik turun seiring ritme yang aku ciptakan.

Gerakanku menjadi semakin cepat, desahan yang lolos dari bibirnya pun menjadi semakin tak karuan.

Aku menutup mulutnya dengan tanganku, takut suaranya bisa terdengar sampai luar kamar. Namun pacarku malah memegang tanganku dan menjilatinya. Detik berikutnya dia memasukkan jariku ke mulutnya dan menghisap jariku dengan lembut. Tak lupa dengan tatapannya yang sensual dan menggoda. Melihat itu, aku seperti terjerat oleh pesonanya yang sangat seksi.

Sial!

Aku tak bisa menahan untuk tidak mengumpat dalam hati, gerakanku semakin intens, dan suara desahan pacarku juga terdengar semakin keras.

Aku sempat kehilangan fokus, mensyukuri alat peredam suara di rumah ini yang ternyata berfungsi dengan baik. Jika tidak, adik pacarku pasti bisa mendengar suara-suara dari kegiatan panas kami, dan wajah gadis itu pasti akan langsung merah padam. Membayangkan gadis polos itu pipinya memerah karena hal sensual, membuat bagian dari tubuhku di bawah sana semakin menegang.

Duk!

Sebuah suara kecil terdengar dari balik keheningan malam di luar kamar. Aku secara spontan menoleh ke sumber suara, dan aku sangat terkejut ketika melihat ada seseorang yang berdiri di depan pintu.

Adik pacarku berdiri di depan pintu dengan wajah yang sepenuhnya memerah, rambutnya tergerai di pundaknya berantakan. Gigi putihnya menggigit bibir bawahnya dengan keras.

Dia mengenakan piyama putih tipis dan longgar, kerahnya yang berbentuk V sudah ditarik ke bawah, memperlihatkan bagian dadanya, meskipun masih ada renda yang sedikit menutupi. Satu tangannya berada di dadanya, meremas tonjolan ranum di sana. Tangan yang lainnya berada di bawah, mengangkat piyama dan terus bergerak dari dalam celana dalam yang berwarna putih juga.

Klecek… Klecek…

Suara basah yang khas dari bagian tubuh di bawah sana mulai mengudara dan sampai pada pendengaranku, membuat jantungku berdebar. Untuk sesaat aku tidak bisa membedakan, suara itu berasal dari adik pacarku atau dari pacarku sendiri.

Ketika tersadar dengan situasi ini, aku langsung kaget setengah mati!

Sudah berapa lama dia melihat kami? Apa semua yang tadi aku dan pacarku lakukan sudah dilihat olehnya? Dan, apa karena itu dia menjadi terangsang?

Pikiran itu membuat libido dalam tubuhku seperti menyala tanpa kendali.

Aku menepuk pelan bokong pacarku, memberi isyarat untuk berganti posisi. Ia mengerti, merangkak pelan dan memunggungiku, wajahnya ia tenggelamkan ke dalam bantal, kemudian ia mengangkat bokongnya tinggi-tinggi.

“Uh…”

Aku bergerak dari belakang, "menghantam" pacarku dengan keras, desahan pacarku teredam oleh bantal. Namun pandanganku sekarang terfokus pada sosok di balik celah pintu yang sedikit terbuka itu.

Mata bulatnya yang seperti buah aprikot sedang berkaca-kaca, dan pada detik berikutnya, pandangan kita berdua saling bertemu!
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status