Pernah denger 'Ashen'? Game indie bergaya cel-shaded ini sering disebut sebagai 'Elden Ring versi budget'. Combat system-nya mirip banget dengan mekanik dodge roll dan parry yang ketat. Open world-nya lebih kecil sih, tapi punya charm sendiri dengan NPC companions yang bisa mengisi peran seperti spirit ashes.
Yang bikin menarik, 'Ashen' sering masuk giveaway berbagai platform. Visual minimalisnya justru jadi kekuatan, menciptakan dunia yang terasa misterius tanpa perlu graphic ultra-realistik. Storytelling-nya environmental seperti khas souls game, dan ada sense of discovery yang memuaskan saat menemukan shortcut atau hidden area.
Ada sebuah game indie yang sempat viral di komunitas pecinta soulslike bernama 'Hellpoint'. Atmosphere-nya dark sci-fi dengan combat brutal ala 'Elden Ring', tapi bisa didapatkan gratis di Epic Games Store beberapa waktu lalu. Yang bikin seru, game ini punya sistem coop lokal dan multiworld yang unik. Level design-nya labyrinth-like dengan puzzle yang bikin frustasi tapi memuaskan saat terselesaikan.
Developer-nya terinspirasi jelas dari FromSoftware, mulai dari stamina management sampai boss fights yang menuntut presisi timing. Bedanya, setting futuristik dengan sentuhan cosmic horror memberi nuansa fresh. Cuma warning aja, optimization-nya agak bermasalah di beberapa rig. Tapi buat penggemar genre ini, worth to try apalagi kalau bisa gratisan.
Coba cek 'Lords of the Fallen' versi 2014. Meski dulu dikritik karena clunky movement, game ini sering dibundel murah atau gratis di berbagai platform. Setting dark fantasy-nya mirip souls game umumnya, dengan heavy armor combat yang slow but methodical. Boss fights-nya epic dengan arena besar, dan ada weapon variety yang decent.
Yang menarik, game ini punya sistem magic yang lebih accessible dibanding FromSoftware games. Story-nya lebih straightforward dengan cutscene naratif. Worth dicoba buat yang pengen experience soulslike klasik sebelum mencoba yang lebih modern seperti 'Elden Ring'.
'Mortal Shell' pernah jadi free game di Epic, dan sering diskon besar di Steam. Game ini lebih linear dibanding 'Elden Ring', tapi punya hardening mechanic unik dimana karakter bisa berubah jadi batu mid-combo. Senjata eksperimentalnya limited tapi masing-masing punya move set berbeda yang dalam.
Dungeon design-nya claustrophobic dengan lighting yang atmospheric banget. Sound design-nya juara, setiap sword clash terasa 'berat'. Ngomong-ngomong, ada mode permainan tanpa HUD sama sekali buat yang mau challenge ekstra. Buat ukuran game indie, visualnya surprisingly detailed dengan performance yang stabil.
Kalau mau yang benar-benar free-to-play dari awal, coba 'Let It Die'. Game ini gratis di PS Store dan Steam, dengan combat system soulslike yang dikemas dalam rogue-like elements. Setting post-apocalyptic Tokyo dengan tower climbing mechanic yang brutal. Weapon durability dan permadeath bikin tensionnya tinggi.
Yang unik, 'Let It Die' punya aesthetic punk-rock over-the-top dengan humor gelap. Meski gratis, ada microtransaction untuk quality-of-life improvements. Tapi core gameplay-nya tetap bisa dinikmati tanpa spending sepeser pun. Boss fights-nya kreatif banget, dan ada PvP asynchronous yang bikin kamu was-was setiap mau naik lantai.
2026-05-11 23:40:58
22
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Permainan Kultivasi Terlarang
Althena Sin
0
171
Ia mati karena pengkhianatan—
dan terbangun sebagai villainess paling dibenci di dunia kultivasi, wanita yang ditakdirkan mati di tangan pahlawan.
Untuk bertahan hidup, ia diberi satu pilihan gila:
Seduction Survival System.
Gagal menggoda? Mati.
Terlalu berhasil? Dibunuh karena dianggap berbahaya.
Dan targetnya…
adalah pria yang paling membencinya.
Namun semakin ia berpura-pura mendekat, semakin sang pahlawan kehilangan kendali—
melindunginya diam-diam, cemburu tanpa alasan… dan tak bisa melepaskannya.
Di antara kebencian, obsesi, dan permainan berbahaya ini—
ia mulai menyadari satu hal:
Ia bukan villainess sebenarnya.
Ia hanyalah pion… dalam konspirasi sekte yang jauh lebih gelap.
Sekarang, ia harus memilih—
tetap bermain untuk bertahan hidup…
atau menghancurkan semua yang pernah menjadikannya musuh.
Di dunia kultivasi, kebaikan adalah kelemahan.
Lin Yuan pernah menjadi murid inti Sekte Awan Giok, seorang jenius yang bertarung di garis depan demi kehormatan sekte. Ia percaya pada sumpah, pada keadilan, dan pada langit yang mengawasi perbuatan manusia.
Namun dengan pengabdian itu Lin Yuan malah mendapatkan pengkhianatan dari sekte dan akhirnya mati. Namun Lin Yuan tidak mati, dia kembali ke masa lalu.
Dengan ingatan kehidupan sebelumnya, Lin Yuan menempuh jalan kultivasi yang kejam dan berdarah. Ia memanfaatkan manusia, memanipulasi sekte, dan mengorbankan siapa pun yang menghalangi jalannya. Baginya, surga hanyalah kebohongan, dan iblis adalah bentuk paling jujur dari kelangsungan hidup.
Satu per satu, mereka yang pernah menghancurkannya akan merasakan ketakutan yang sama.
Bukan demi keadilan.
Bukan demi belas kasihan.
Melainkan demi balas dendam.
DING
"Misi pertama, melompat ke jurang!"
Makanan yang ada dimulut seketika langsung dimuntahkannya. Ia baru saja menyeberang ke dunia ini, tapi sistem memberinya misi absurd.
Diinggg
"Misi kedua, berendam di dalam lava."
Untuk kedua kalinya, matanya hampir melompat. Ia kesal karena sistem selalu memberinya misi yang tak masuk akal. Sebelumnya, Shen Liang mati karena terjatuh dari tebing, tapi sekarang sistem absurd miliknya memberinya misi yang dapat membunuhnya.
Dengan wajah jelek, Shen Liang mengerjakan misi sistem. Saat membuka matanya, ia masih hidup, tapi tubuhnya penuh luka.
DING
"Hadiah misi, tubuh dewa abadi!"
Elang Perkasa seorang kuli pasar saat pagi dan malam menjadi bar tender. Dibesarkan di panti asuhan kumuh, pernah dipenjara 5 tahun karena dijebak kasus pembunuhan. Di penjara, dia tidak mati, tapi justru dilatih oleh seorang Grandmaster dunia bawah tanah.
Dikhianati kekasihnya demi uang, dianggap sampah oleh masyarakat karena membunuh dengan kejam, dan yang paling sakit orang tuanya tak mengakui Elang sebagai putra kandung!
Bagaimana dia akan membuktikan diri atas semua pengkhianatan dan fitnah yang menimpanya?
SquarepenA
Wulan bukanlah gadis biasa. Sejak kecil, ia hidup dalam bayangan misteri. Tanpa tahu siapa ayah dan ibunya, dia hanya dibesarkan oleh kehangatan Ningsih, ibu angkatnya. Namun, kehangatan itu berubah menjadi bara api pembalasan dendam ketika Wulan tepat berusia 20 tahun. Di suatu malam yang mengerikan, Ningsih terbunuh di antara kegelapan pekat di hutan larangan. Wulan merasa bersalah karena merasa Ningsih mati karena dirinya, dan meminta bantuan Mbah Broto, dukun sakti yang ada di kaki Gunung Halimun, tidak jauh dari desanya.
Mbah Broto menjanjikan Wulan kekuatan untuk memburu sang dedemit, namun dengan satu syarat yang sangat mahal. Dia harus menyerahkan tubuhnya kepada dukun bejat itu. Bukan sebagai pemuas nafsu, tetapi sebagai alat untuk menjalankan tugas-tugas kotornya yang berkaitan dengan alam gaib dan dunia manusia.
Wulan terpaksa menggunakan setiap inci pesonanya, setiap lekuk tubuhnya, untuk mengumpulkan tumbal dan harta yang diperlukan Mbah Broto dalam ritual-ritualnya yang sesat. Ia tidur dengan para penguasa, menjerat pejabat korup, dan menghisap energi pria-pria lemah demi memperkuat Mbah Broto.
Setiap sentuhan, setiap desahan yang ia berikan adalah harga yang ia bayar untuk selangkah lebih dekat menuju taring sang dedemit. Ia menjadi boneka yang sempurna, pelayan nafsu dan ambisi sang dukun, namun bara dendamnya tetap menyala terang.
Kecantikan dan kemolekan Wulan menjadi umpan yang lezat, dan lama-kelamaan, Wulan mulai menikmati perannya. Apakah dia akan kelak larut di dalamnya, dan lupa niat balas dendamnya?
Gunung Kumulus terguncang oleh kabar tentang pembantai misterius. Monster level tinggi ditemukan hanya tinggal tulang. Kawanan predator berkumpul untuk membalas dendam. Mereka tidak tahu siapa lawan yang mampu menghancurkan ras mereka seorang diri.
Arum Sekar muncul sebagai tokoh yang sama sekali tak biasa. Penampilannya lusuh. Baju dan serulingnya bernoda darah. Dia dukun seruling yang lebih mahir membunuh daripada memasak. Dengan tangan kosong dan seruling bambu yang menyimpan pisau, dia menumpas kawanan monster tanpa kesulitan. Sikapnya acuh sedikit gila, dia sering salah sasaran, tapi hasilnya tetap brutal.
Sekar ingin mencari koki. Dia bisa menangkap ikan lebih besar dari elang dengan trik konyol. Tanpa sengaja dia menyaksikan konflik lain yang jauh lebih berbahaya.
...
Lekir Maldawai adalah murid Arum Sekar. Ia memiliki banyak harta hasil warisan. Seluruh sukunya dibantai, termasuk guru yang pernah mengajarnya dulu. Entah apa penyebabnya, tetapi ia menyimpan misteri tentang asal-usulnya. Setelah bertahun-tahun bergaul bersama Arum Sekar, ia menjadi murid paling fanatik padanya.
Suatu ketika, ingatannya yang disegel muncul kembali. Saat itu, ia mengingat bahwa guru yang kini ia hormati adalah pembantai seluruh sukunya. Ia murka, tetapi rasa sayangnya pada sang guru jauh lebih besar. Ia berpura-pura patuh dan mulai membuat masalah di belakang.
Hingga akhirnya, ia mengetahui dari sebuah alam ilusi duplikat dari ingatan gurunya bahwa semua orang yang ada di sukunya dulu adalah orang bejat, mengetahui rahasia yang ia miliki, dan berniat memonopolinya dengan memanfaatkan rahasia tersebut. Ia mulai menyadari kesalahannya, menyesal setiap hari.
Suku yang dulu merawatnya ternyata pembantai orang tuanya. Hanya guru yang benar-benar memperlakukannya dengan baik sejak awal hingga akhir.
Pernah kepikiran nyari game yang bikin frustrasi tapi bikin nagih kayak 'Dark Souls' di Android? Aku sempet kecanduan banget ngejar sensasi frustrasi yang oddly satisfying itu. Beberapa rekomendasi yang bisa dicoba: 'Pascal’s Wager' itu keren banget, konsep dark fantasy-nya mirip, plus combat system-nya berat tapi rewarding. 'Dead Cells' juga opsi solid meski lebih ke roguelike, tapi tingkat kesulitannya bikin tangan gemetar. Kalo mau yang gratis, 'Shadow Fight 2' atau 'Implosion: Never Lose Hope' bisa jadi alternatif. Tapi jangan harap grafis AAA ya, soalnya mobile punya batasan sendiri.
Yang bikin aku suka genre ini di Android adalah bagaimana developer berhasil packing pengalaman 'punishment-reward' dalam layar sentuh. Memang nggak semua mekanik 'Dark Souls' bisa ditransfer mulus, tapi sensasi 'boss fight' yang menegangkan masih bisa dirasakan. Just prepare to throw your phone a few times!