Baru kemarin aku ngobrol sama temen soal karakter anime yang jarang dibahas, terus tiba-tiba nyebut-nyebut Pemes. Ternyata, Pemes itu karakter dari 'Haiyore! Nyaruko-san', anime komedi supernatural yang absurd banget. Dia this ancient cosmic entity yang bentuknya kayak burung unta warna-warni, tapi sok imut dan suka nyebelin. Lucunya, dia sering jadi bahan bully sama Nyaruko, protagonist utama. Gua suka cara anime ini parodiin tema Lovecraft tapi dibalut humor receh. Cocok buat yang suka tontonan ringan tapi nggak terlalu deep.
Yang bikin Pemes memorable itu suaranya yang kenceng dan tingkahnya yang caper. Dia juga punya catchphrase 'Pes~' yang jadi trademark. Meskipun cuma side character, kehadirannya selalu bikin episode makin chaotic. Kalo lo demen anime yang nggak pakai logic berat, cobain deh series ini.
2026-04-09 03:09:11
7
Liam
Kawan Baca
Apoteker
Pemes itu kayak badutnya universe 'Haiyore! Nyaruko-san'—nggak ada dia, kurang rame. Karakter ini technically termasuk 'Great Old Ones', tapi portrayal-nya bikin geleng kepala. Gua inget satu arc dimana dia nekat nantangin antagonist utama, cuma buat langsung kabur pas ketemu.
Voice actornya juga top notch, bisa bikin suara melengking tanpa bikin kuping sakit. Kalo lo suka referensi meta dan fourth wall breaks, anime ini—dan Pemes khususnya—bakal menghibur. Nggak perlu mikir, tinggal nikatin chaosnya aja.
2026-04-09 12:18:23
7
Spencer
Rekomender
Mahasiswa
Kalau ditanya tentang Pemes, langsung kebayang adegan dia teriak-teriak panik di 'Haiyore! Nyaruko-san'. Karakter ini unik karena representasi alien-nya beda dari stereotip biasa. Daripada jadi makhluk angker kayak Cthulhu, malah kayak boneka rusak yang hidup. Aku suka cara studio Doga Kobo ngangkat komedi absurdnya tanpa kehilangan essence horor cosmic.
Pemes sering jadi comic relief, tapi sebenernya dia powerful being di lore-nya. Cuma, karena sifatnya yang insecure, jadinya selalu kena bully. Ada scene where he tries to act cool tapi gagal total—itu yang bikin fans suka. Anime kayak gini jarang, jadi worth it buat dicoba kalo suka genre parody.
2026-04-10 20:04:31
8
Tobias
Pengulas
Dokter
gak nyangka ada yang nanya soal Pemes! Karakter ini emang cult favorite di niche fans 'Haiyore! Nyaruko-san'. Dia itu personifikasi dari 'Yog-Sothoth' versi chibi, full warna pink dan suka teriak 'Pesu~'. Awal lihat desainnya, aku kira bakal jadi mascot biasa, eh ternyata role-nya lebih ke walking disaster. Setiap muncul pasti bikin situasi makin kacau.
Yang lucu, Pemes sering ngaku-ngaku sebagai 'pembinasa Galaksi', tapi tindakannya selalu kekanak-kanakan. Kayak episode dimana dia nyoba intimidating, malah dikira ulang tahun party decoration. Classic.
2026-04-11 12:24:06
2
Ella
Pemandu
Polisi
Pemes itu salah satu bukti bahwa anime bisa bikin karakter minor jadi iconic. Di 'Haiyore! Nyaruko-san', dia mungkin bukan pusat cerita, tapi punya charm sendiri. Desainnya yang aneh—campuran alien dan plushie—bikin dia gampang diingat. Awalnya gua kira dia cuma cameo, eh ternyata muncul terus tiap musim.
Yang menarik, dia mewakili ras 'Pemes' dalam lore series itu. Nggak kayak monster cosmic lainnya yang serem, Pemes justru dijadikan bahan lelucon. Bahkan di episode tertentu, dia sampai dijadiin 'tameng hidup' sama Nyaruko. Kocak sih liat dinamika mereka. Buat yang belum tahu, anime ini tayang awal 2010-an dan adaptasi dari light novel.
2026-04-13 00:02:49
3
모든 답변 보기
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
관련 작품
Pendekar Pedang Terhebat
Rendi OP
9
33.9K
Zero selalu jadi bahan olok-olok teman-teman karena dia begitu yakin, bahwa suatu hari dia akan menjadi seorang Pendekar Pedang Terhebat. Mereka tidak percaya, karena kemampuan pedang bocah 10 tahun itu sangat buruk. Tak hanya itu, bahkan identitas Zero yang dicap tak jelas asal usulnya pun turut menjadi bahan perundungan. Dia yang hanyalah yatim piatu, tetapi diasuh oleh seorang Master Pedang membuat teman-temannya iri diam-diam.
Suatu hari, Zero dikagetkan dengan identitas ayahnya yang ternyata merupakan salah satu Pendekar Pedang Terhebat. Motivasi dan semangat Zero untuk bisa menyabet gelar tersebut semakin kuat. Namun, untuk menjadi seorang Pendekar Pedang Terhebat tersebut, Zero harus mampu menghadari berbagai rintangan. Lantas, apakah bocah yang dicap memiliki kemampuan buruk itu sanggup melewati setiap rintangan? Lalu, apakah dia benar-benar akan berakhir menjadi Pendekar Pedang Terhebat?
Follow IG Author : @zhu.phi -----
Pedang Naga Emas merupakan pedang nomor satu untuk pedang yang dicari pendekar-pendekar tersohor.
Sudah lama pedang ini hilang dari dunia persilatan.
Tidak ada yang tahu siapa pendekar yang terakhir menggunakan pedang ini.
Konon Pedang Naga Emas dapat membuat pemiliknya hidup dalam keabadian selama memiliki pedang tersebut.
Pedang Naga Emas juga dapat membuat seorang yang biasa saja menjadi sakti hanya dalam sekejab saja.
Tidak heran kalau banyak yang memburu pedang nomor satu di dunia persilatan ini.
Setelah lama tidak terdengar kabarnya lagi, Pedang Naga Emas hanya menjadi legenda saja di kalangan dunia persilatan. Bahkan tidak ada lagi pendekar yang percaya kalau pedang ini benar-benar ada ....
Zhou Shen, seorang pemuda miskin di Desa Ming Yin tanpa sengaja menemukan Pedang Naga Emas yang melegenda ini.
Setelah itu hidupnya berubah dari yang biasanya membosankan menjadi penuh ketegangan, misteri, petualangan, dan perjalanan menjadi pendekaar sejati.
Berhasilkah Zhou Shen melewati semua rintangan untuk menjadi pendekar nomor satu di Dunia Persilatan?
Benarkah Pedang Naga Emas dapat membuatnya menjadi Pendekar Sakti hanya dalam sekejab saja seperti legenda yang beredar dari mulut ke mulut?
Ikuti terus ya perjalanan Zhou Shen bersama Legenda Pedang Naga Emas ....
Ditinggal mati orang tua, membuat dia memilih untuk hidup damai tanpa gesekan dengan dunia persilatan.
Namun sesuatu yang besar telah menunggunya, yaitu kekuatan besar yang diwariskan seorang legenda pada dirinya, yang memaksa dirinya menjadi seorang pewaris elemen terkuat.
ikuti kisah selanjutnya.
Dia selalu dihina dan ditindas karena tidak mampu ber kultivasi. Kejeniusannya dalam pedang, hanya jadi sia-sia. Sebuah peristiwa yang hampir membunuhnya, justru membuat dia akhirnya mampu menembus pembuluh darah spiritualnya.
Kini dengan pedang di tangan, dia siap untuk menantang dunia
(SETELAH KONTRAK, NOVEL INI UPDATE SEHARI 3-5 BAB!!!)
Mahesa terbangun dalam kurungan api, kedua tangannya dirantai, dan kekuatannya tersegel. Di hadapannya, kekasihnya disiksa—dan akhirnya dibunuh. Dalam satu hari, dia kehilangan cinta, kekuatan, dan harga diri. Tubuhnya dibuang ke Lembah Sarip, mata dibakar, dan masa depannya dihancurkan.
Tapi dunia belum selesai dengannya.
Dalam keadaan buta dan hanya bertangan satu, Mahesa dipaksa menapaki kembali jalan pendekar. Bukan demi keadilan—tapi demi balas dendam. Untuk membunuh para pengkhianat. Untuk merebut kembali pusaka, kehormatan, dan takdir bangsa yang dicuri.
Mahesa akan menantang iblis, pendekar serikat, bahkan dewa-dewa lama demi satu hal: membakar dunia yang pernah membakarnya.
"Jika kau ingin selamat, jadilah budakku. Cintai aku."
Setelah dibuang ke luar tembok perbatasan, Fjola Addalward harus kembali ke negerinya untuk balas dendam kepada orang-orang yang telah memporak-porandakan hidupnya. Namun, hal itu tidaklah mudah. Di saat kritis, seorang peri tampan menawarkan bantuan kepadanya.
Fjola tak dapat mempercayai peri itu. Pasalnya, mereka suka menipu dan memperbudak manusia. Namun, tanpa bantuan dari peri itu, Fjola mustahil selamat hingga kembali ke naungan tembok perbatasan.
Apa yang mesti Fjola lakukan? Mampukah ia mempertahankan tekadnya untuk tidak menjadi budak peri itu? Atau sang peri mampu membuatnya luluh? Berhasilkah Fjola kembali memasuki tembok dan balas dendam?
Ada sesuatu yang begitu memikat tentang karakter-karakter gemuk dalam anime dan manga yang sering disebut Pemes. Mereka bukan sekadar guyonan, melainkan representasi keberagaman tubuh yang justru punya daya tarik luar biasa. Karakter seperti Chiyo-chan dari 'Azumanga Daioh' atau Kanna dari 'Dragon Maid' membuktikan bahwa pesona tak selalu tentang tubuh ideal. Gerakan-gerakan menggemaskan mereka, ekspresi wajah yang polos, plus sifatnya yang seringkali super relatable bikin penonton auto senyum-senyum sendiri.
Yang bikin Pemes istimewa adalah cara mereka menantang standar kecantikan konvensional. Di tengah lautan karakter super ramping, kehadiran mereka seperti oase segar. Mereka bisa jadi comic relief, tapi juga sering punya karakterisasi dalam yang bikin kita salut. Misalnya, Takeo dari 'My Love Story' yang tubuhnya besar tapi hatinya lebih besar lagi. Pemes mengajarkan kita untuk mencintai diri apa adanya—pelajaran yang seringkali lebih powerful dari sekadar visual menawan.
Ada sesuatu yang sangat memikat tentang Kurumi Tokisaki—karakter yang begitu kompleks dan penuh misteri. Dia pertama kali muncul di 'Date A Live', sebuah seri yang menggabungkan elemen harem, komedi, dan sci-fi dengan sentuhan gelap. Kurumi bukan sekadar 'waifu' biasa; dia punya dimensi psikologis yang dalam, dengan motif ambigu dan backstory tragis. Kostum Gothic Lolita-nya plus senjata unik (jam dan senapan) bikin penampilannya iconic banget. Aku selalu terpesona sama cara 'Date A Live' membangun ketegangan lewat karakter seperti Kurumi, yang bisa jadi ancaman sekaligus kunci penyelesaian konflik.
Yang bikin Kurumi istimewa adalah bagaimana dia memanipulasi waktu—konsep ini dieksekusi dengan kreatif di anime. Dari semua 'Spirit' di seri ini, dialah yang paling sering bikin penonton deg-degan karena sifatnya yang unpredictable. Aku ingat episode-episode di mana Shido harus berinteraksi dengannya; chemistry mereka itu campuran antara dangerous dan strangely wholesome.
Kebetulan banget lagi bahas platform buat nonton anime, apalagi yang ada Pemes-nya! Netflix sekarang punya koleksi anime lumayan lengkap, termasuk beberapa judul yang menampilkan karakter robot atau AI seperti Pemes. Mereka juga sering update library-nya tiap bulan.
Platform lain yang worth dicoba adalah Crunchyroll, khususnya buat anime musiman terbaru. Kadang-kadang mereka punya simulcast langsung dari Jepang dengan subtitle bahasa Indonesia. Nggak cuma itu, beberapa anime klasik yang mungkin ada Pemes-nya juga tersedia di sini. Buat yang mau coba legal tapi gratis, YouTube official channel kayak Muse Indonesia atau Ani-One Asia juga sering upload anime dengan Pemes atau karakter sejenis.
Pemes dari 'Tujuh Belas' itu karakter yang bikin penasaran banget. Awalnya aku kira dia antagonis karena sikap dingin dan manipulatifnya, tapi semakin dibaca, ternyata dia punya latar belakang traumatik yang bikin kita bisa relate. Dia nggak sepenuhnya jahat, tapi juga nggak bisa dibilang baik. Kayanya lebih tepat disebut antihero—berbuat buruk demi tujuan yang (menurut versinya) benar.
Yang bikin menarik, Pemes sering bikin audiens galau antara benci atau kasihan. Pas dia ngelakuin sesuatu yang kejam, eh tau-tiba ada flashback masa kecilnya yang miserable. Dulu sempet ngerasa penulisnya terlalu maksa 'redeem' karakternya, tapi setelah ngulik lebih dalem, ternyata kompleksitasnya justru bikin cerita lebih hidup.
Pemes itu fenomena unik yang sering muncul di komedi Jepang, terutama variety show. Awalnya sih cuma typo lucu di subtitle atau salah ucap seleb, tapi lama-lama jadi meme sendiri. Kek 'Gugugaga' versi Jepang gitu. Lucunya, Pemes sering dipake buat bikin konten parody, dari cover lagu ampe edit video pendek. Komunitas online suka banget ngejahilin ini, sampe kadang bikin tagar khusus buat ngumpulin Pemes terbaru. Aku sendiri sering ketawa geli liat kreativitas netizen ngolah typo jadi konten absurd.
Yang menarik, Pemes nggak cuma viral di Jepang doang. Penggemar anime dan J-pop di luar negeri juga banyak yang ngikutin, bahkan bikin versi lokalnya. Semacam inside joke global yang nyambung lewat humor nyeleneh. Terakhir liat Pemes di TikTok, ada yang bikin dance challenge pake salah ucap penyiar olahraga. Kocak banget sih!