Ada satu lagu yang selalu bikin senyum-senyum sendiri setiap dengerin, apalagi pas lagi kumpul keluarga. 'Ah Enak Punya Mas' itu kayak nostalgia manis yang dibungkus irama ceria. Liriknya simpel tapi bikin greget: 'Ah enak punya mas / Mas mas yang baik hati / Selalu ada buatku / Di suka dan duka'. Terjemahannya? Kira-kira seperti, 'Asyik punya kakak / Kakak yang penyayang / Selalu mendampingiku / Dalam suka dan duka'. Lagunya nggak cuma lucu, tapi juga ngena banget buat yang punya hubungan dekat sama saudara lebih tua. Dulu waktu kecil, aku suka nyanyi ini sambil gangguin kakakku yang lagi sibuk—sekarang malah jadi bahan ledekan keluarga!
Yang bikin menarik, lagu ini sebenarnya bagian dari tradisi dolanan Jawa. Filosofi di balik liriknya sederhana tapi dalam: tentang rasa syukur punya figur pelindung. Ada versi-versi improvisasi juga, tergantung daerah. Di acara-acara kampung, kadang liriknya dikembangkan jadi cerita lucu. Kalau mau denger versi lengkapnya, coba cari rekaman lawas 'Lagu Dolanan Anak'—biasanya ada di YouTube dengan iringan gamelan.
Pernah denger lagu dolanan 'Ah Enak Punya Mas' pas masih kecil? Aku inget betul bagaimana teman-teman di TK dulu menyanyikannya sambil berpegangan tangan muter-muter. Lirik utuhnya kurang lebih begini: 'Ah enak punya mas / Bisa diminta apa saja / Kalau adik menangis / Mas yang datang menghibur'. Terjemahan bebasnya: 'Seru punya abang / Bisa minta apa pun / Kalau adik nangis / Abang yang datang menghibur'. Lagu ini sebenarnya nggak cuma literal tentang kakak-adik, tapi juga metafora untuk hubungan saling menjaga dalam budaya kita.
Uniknya, lagu ini sering dimodifikasi jadi bahan joke. Ada versi where the 'mas' turns out to be a cat or even a plate of food—kreativitas anak-anak memang nggak ada batasnya! Tapi di balik kelucuannya, pesannya kuat: gratitude untuk orang-orang yang selalu ada buat kita. Aku pernah baca bahwa lagu sejenis ini dulu dipakai sebagai media pembelajaran moral buat anak-anak sebelum era gadget.
Lagu dolanan 'Ah Enak Punya Mas' itu pendek tapi memorable banget. Liriknya cuma empat baris: 'Ah enak punya mas / Saban hari temani / Kalau adik jatuh / Mas yang ulurin tangan'. Artinya kira-kira: 'Senangnya punya kakak / Setiap hari menemani / Jika adik terjatuh / Kakak yang mengulurkan tangan'. Aku suka betapa lagu sederhana ini bisa menggambarkan ikatan saudara dengan begitu manis. Dulu lagu ini sering dinyanyiin sambil main engklek atau congklak—sekarang sayangnya udah jarang kedengeran. Beberapa komunitas pelestari budaya masih sering ajarkan ini ke anak-anak, biasanya dengan gerakan tari kecil yang imut.
2026-07-10 12:21:11
12
Lihat Semua Jawaban
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Buku Terkait
Yang Mandul Itu Kamu, Mas!
YOZA GUSRI
10
53.8K
Ibu mertuaku tega menyuruh Mas Amar – Suamiku, untuk menikah lagi. Hanya karena aku belum bisa memberi keturunan. Sebagai anak yang berbakti, Mas Amar tidak bisa menolak. Dia tak ingin menyakiti hati ibunya.
Bertubi hinaan dan cacian aku dapatkan. Berusaha tegar demi cinta, namun terlalu menyakitkan.
"Hiduplah bahagia dengan dia, Mas. Aku tidak bisa bertahan dalam rumah tangga ini. Aku pikir kamu bisa membangun syurga untukku, di rumah ini. Ternyata tidak! ... Maaf, aku menyerah!" ujarku sambil menatap bola mata indah milik Mas Amar.
"Aku tidak akan melepaskan mu, Arumi. Aku sangat mencintaimu!" Mas Amar berusaha memegang tanganku. Tetapi aku langsung menghempaskan.
"Cinta seperti apa yang Mas aksud? Tidak ada cinta yang di dalamnya mengandung luka!" Aku berkata dengan raut wajah penuh amarah.
"Mas, token listrik habis, tuh! Apa kamu enggak dengar dia sudah bernyanyi sejak tadi pagi?!" tegur Alisa kepada suaminya yang asyik memainkan ponselnya.
Ya, begitulah kira-kira gambaran keseharian Alisa dan suaminya. Sangat jauh dari kata "bahagia" yang dijanjikan pria itu kala melamarnya.
Alisa tidak pernah menyangka jika pernikahannya yang berusia lima tahun kandas karena dia tidak tahan dengan kelakuan suaminya. Bukan hanya main ponsel seharian, Rahman juga tidak ingin bekerja karena tidak ingin diperintah.
Lebih kesalnya lagi, ibu mertuanya malah menyuruh Rahman untuk mencari wanita lain sebagai istri keduanya.
Akankah Alisa bertahan dan menerima nasibnya dimadu?
Ataukah dia akan pergi dan mencari kebahagiaannya?
Dua Sahabat, Satu Takdir Kelam, dan Harga Sebuah Kehormatan.
Mirah dan Nani adalah bunga desa Sukamaju yang mempesona, namun kemolekan tubuh mereka justru menjadi kutukan di tengah kemiskinan yang mencekik. Saat ijazah SMK tak mampu membeli napas untuk sang Ayah yang sekarat, Mirah terpojok dalam pilihan mustahil: mempertahankan kesuciannya atau menjualnya seharga dua puluh lima juta rupiah demi biaya operasi.
Di Jakarta, kota yang tidak mengenal belas kasihan, mereka terjebak dalam gemerlap ruko lantai tiga Gading Resto hingga mewahnya Elegance Spa. Nani memilih berkhianat pada rasa malu demi tumpukan dollar, bertransformasi menjadi terapis binal kesayangan Agam—sang penguasa bisnis spa. Sementara Mirah, dengan kepolosan yang tersisa, harus berjuang di antara bayang-bayang masa lalu bersama Jaya dan perlindungan misterius dari Elang, pria hoodie yang menyimpan rahasia besar.
Saat persahabatan berubah menjadi persaingan panas untuk menjadi primadona, satu kalimat godaan menjadi awal dari segalanya: "Pijat Yuk, Mas!"
Akankah Mirah menemukan jalan pulang, ataukah ia akan selamanya tenggelam dalam nikmatnya dosa yang tak berujung?
Bagaimana perasaanmu saat sahabat sendiri menikam dari belakang? Itulah yang aku rasakan. Tak sangka teman berbagi suka dan duka merebut segalanya dariku. Aku begitu percaya padanya. Namun, dia patahkan kepercayaanku.
Mereka bersenang-senang dengan hartaku. Mereka mengelabui aku dan mengkhianati diriku. Aku tak akan biarkan Mas Alif melakukan itu dan Miranti merebut segalanya dariku.
Mas Alif, akan kubuat kamu miskin karena bersenang-senang dengan hartaku.
"Jangan minta aja yang bisa! Makanya cari kerja dan bantu aku cari uang!"
Dalam amarah, Mas Arga memintaku bekerja. Oke, akan kutunjukkan seperti apa istri wanita karir.
"Jangan menyesal memintaku bekerja, Mas."
Ternyata, ini awal dari terbongkarnya kebusukan Mas Arga yang merubah jalan hidupku, dengan mempertemukan dalam kisah yang lain.
Aku tak menyangka akan hamil di saat sedang menempuh pendidikan. Hubunganku dengan Mas Daris sudah terlalu jauh. Kami sering melakukan aktifitas yang belum layak dilakukan oleh dua insan berbeda. Aku terlalu mencintai, hingga rela memberikan semua padanya.
Mas Daris bertanggung jawab atas perbuatannya dan kami akhirnya menikah. Aku senang dia tidak pergi menjauh, seperti yang dilakukan oleh lelaki pengecut diluar sana. Namun ternyata, disitulah awal munculnya bertubi masalah dalam hidup. Pernikahan tak seindah yang aku bayangkan! Semua orang menilaiku sebagai perempuan jalang!
Tak ingin mengotori mulut untuk melawan. Tetapi tanpa kata, aku buat kalian menyesal. Aku bukan perempuan bodoh!
Pernah denger 'Ah Enak Punya Mas' dan langsung ketawa geli? Lagu ini tuh sebenernya sindiran halus yang pake bumbu jenaka buat ngegambarin fenomena sosial. Liriknya yang kayak "Ah enak punya mas, mas mas mas" itu sebenernya ngeledek kebiasaan beberapa orang yang suka pamer atau bergantung sama pasangan. Tapi dibalut dengan beat ceria dan lirik receh, jadi terasa ringan.
Yang bikin lucu, lagu ini somehow jadi relatable buat banyak orang. Entah karena emang pernah liat temen yang sok-sokan punya 'mas', atau malah kita sendiri pernah ngerasain 'enaknya' punya sosok yang selalu ngebantu. Tapi ya, pesenya tetep jelas: jangan sampe hidup cuma buat pamer atau nyandu orang lain.
Mencari lagu 'Ah Enak Punya Mas' versi original itu seperti berburu harta karun di era digital. Aku pernah nongkrong di forum musik vintage dan nemu link yang mengarah ke situs arsip lagu-lagu lawas Indonesia. Coba cek di situs seperti 'Irama Nusantara' atau 'Lagu Daerah Dot Com'—kadang mereka punya koleksi lengkap termasuk versi original dari lagu-lagu populer tahun 90an. Jangan lupa pakai VPN karena beberapa situs arsip kadang diblokir di wilayah tertentu.
Kalau mau lebih legal, coba hubungi label musik yang pernah menaungi artisnya dulu. Beberapa label indie kecil seringkali masih menyimpan master rekaman dan bersedia menjual versi digitalnya secara langsung. Aku dapet lagu langka 'Gebyar Gebyur' tahun lalu dengan cara begitu—prosesnya lama tapi worth it banget untuk versi original tanpa remaster.
Lagu 'Ah Enak Punya Mas' itu bikin nostalgia banget! Dulu pas pertama denger, langsung nyantol di kepala. Ternyata penyanyinya adalah Mas Iwan Fals, salah satu legenda musik Indonesia. Kalo ngomongin Iwan Fals, gak cuma soal lagunya yang catchy, tapi juga lirik-liriknya yang sering nyentil sosial. Lagu ini salah satu bukti genius-nya dalam bikin musik yang ringan tapi tetap punya makna.
Yang unik, lagu ini sering dibawakan dengan gaya santai khas Iwan Fals. Banyak yang bilang ini salah satu lagu 'mood booster' jaman old. Aku sendiri suka banget mainin lagu ini pas lagi kumpul-kumpul sama temen, selalu bikin suasana jadi cair.
Menginjak usia kepala tiga, aku justru semakin jatuh cinta pada lagu-lagu lawas yang dulu sering diputar orang tua. 'Kena Kau, Mas' itu lagu jadul yang bikin senyum-senyum sendiri karena liriknya polos tapi bikin gregetan. Liriknya kurang lebih: 'Kena kau mas, kena kau mbak, pura-pura nggak tahu saja...' sampai bagian 'hati-hati kalau jatuh cinta'. Lagu ini sebenarnya sindiran halus buat mereka yang suka main mata tapi gak mau ngaku. Aku selalu terkekeh ingat betapa kreatifnya musisi zaman dulu bikin lagu bertema cinta dengan bahasa sehari-hari yang ceplas-ceplos.
Terjemahannya secara bebas tuh tentang seseorang yang ketahuan main gombal, lalu disindir dengan nada jenaka. Yang bikin kocak, liriknya pakai 'mas' dan 'mbak' - panggilan khas Jawa yang bikin lagu ini terasa sangat lokal. Dulu waktu kecil aku gak paham maknanya, sekarang malah jadi nostalgia mendengarkan lagi versi cover dari musisi indie.