Sebagai penggemar karya-karya Steven sebelumnya, aku cukup excited dengan kabar terbaru tentang eksperimen barunya di bidang immersive theater. Katanya sih dia bikin pertunjukan site-specific di bekas pabrik dengan menggunakan teknologi spatial audio. Penonton bakal dibawa masuk ke dalam narasi non-linear sambil eksplorasi ruang. Dari teaser yang dirilis, konsepnya seperti perpaduan antara escape room dengan theatrical experience. Proyek multidisipliner seperti ini menunjukkan keberaniannya dalam eksplorasi medium baru.
Steven Keraf memang selalu menghadirkan kejutan dengan proyek-proyek kreatifnya. Di awal 2024, dia baru saja meluncurkan serial dokumenter pendek berjudul 'Suara dari Timur', yang eksplorasi budaya lokal Indonesia Timur dengan sentuhan cinematografi memukau. Proyek ini unik karena menggabungkan narasi antropologi dengan musik tradisional yang diaransemen modern.
Selain itu, kabarnya dia sedang menggarap adaptasi graphic novel karya indie Indonesia ke format animasi pendek. Dari cuplikan yang beredar di media sosial, visualnya sangat stylized dengan palet warna earthy tones yang jarang dipakai di industri lokal. Menarik untuk ditunggu bagaimana dua proyek berbeda ini akan diterima penikmat konten.
Di komunitas kreatif sedang ramai dibicarakan proyek side-project Steven Keraf yang berupa platform konten kolaboratif untuk seniman muda. Sistemnya unik - setiap kontributor bisa menambahkan layer interpretasi mereka ke karya utama. Konsep 'artistik Wikipedia' ini sedang dalam fase beta testing dengan kurasi ketat. Yang menarik, platform ini nggak cuma fokus pada visual art tapi juga menyediakan space untuk experimental soundscape dan micro-poetry.
Kalau ngomongin kerjaan terbaru Steven Keraf, gue baru aja nonton podcast dia ngobrolin proyek kolaborasi sama seniman jalanan buat mural interaktif di beberapa kota. Yang keren, muralnya bisa discan pake AR buat liat cerita di balik tiap karya. Ini bukan cuma soal estetika, tapi juga ngangkat isu urban development dengan cara yang fun. Proyek ini rencananya bakal jadi semacam 'open gallery' sepanjang tahun 2024 dengan periodic updates.
2026-07-08 15:52:47
7
查看全部答案
掃碼下載 APP
相關作品
Nafkah yang Keliru
ERIA YURIKA
10
84.2K
Sekulimit kisah rumah tangga Lara, wanita kuat yang rela melakukan apa pun demi kebahagian anak-anaknya. Ketika pasangannya sendiri, justru mengabaikannya dan lebih mementingkan keluarganya, Jimi yang terus memberikan nafkah alakadarnya membuat Lara akhirnya merasa lelah. Ia percaya akan kekuatan doa, untuk itu di ramadan ini Lara memberikan kesempatan terakhir bagi suaminya. Entah Jimi akan berubah atau tidak? Saksikan kisahnya dalam novel Nafkah yang Keliru
Maura mencintai suaminya—Dewangga— seperti orang gila. Sayangnya Dewangga sangat membencinya karena menuduh Maura telah menjebaknya di kamar hotel sehingga mereka terpaksa menikah.
Ketika Dewangga mengajukan gugatan cerai, Maura melarikan diri ke Perancis untuk berlibur sejenak.
Nahas, Maura kecelakaan di sana. Dia pulang ke rumah suaminya dalam keadaan amnesia.
Dewangga segera menanyakan tentang berkas perceraian mereka yang harus ditandatangani Maura begitu Maura pulang.
Tapi, Maura tak ingat.
Ketika berkas perceraian itu sudah ditemukan, Dewangga hanya memberikan waktu tiga bulan pada Maura untuk bersiap-siap meninggalkan rumahnya.
Dewangga tak akan pernah menyangka bahwa waktu tiga bulan sangat cukup untuk membuat hatinya dan hati Maura berubah.
Cahaya Mustika memutuskan mondok di sebuah pesantren begitu lulus kuliah demi menjalankan amanat sang ibu. Berbekal nama sebuah pondok pesantren di Purwokerto, Caca mendatangi pesantren milik sahabat sang ibu.
Di gerbang pesantren Al-Hikam, Caca berjumpa dengan putra sulung pengasuh pondok pesantren. Gus Azzam, gus yang terkenal garang.
Rupanya, pertemuan awal yang menggetarkan menjadi awal hubungan pelik keduanya. Mereka sering berdebat jika bertemu, tapi merindu jika jarak menjauh.
Di puncak kariernya sebagai koki ternama abad ke-21, Moran tewas secara tragis. Namun ia justru terbangun di dunia novel yang pernah dibacanya sebagai wanita antagonis yang dalam cerita aslinya akan mati dengan mengenaskan.
Mengetahui masa depannya, Moran bertekad mengubah takdir. Ia hanya ingin hidup tenang, menjauh dari intrik istana dan pernikahan politik yang rumit. Sayangnya, semakin ia berusaha menghindar, semakin ia terseret ke dalam permainan kekuasaan yang bahkan melibatkan para pria paling berpengaruh di negeri itu.
Ashraf Samar Anand menyembunyikan identitasnya sebagai pimpinan mafia terbesar se-Asia demi mengungkap pelaku pembunuhan keluarganya.
Untuk menjalankan misinya, Ashraf menyusup dalam kelompok musuh yang bernama "Blair Fulton". Di dalam kelompok tersebut Ashraf diangkat menjadi TUKANG PUKUL yang menjadi algojo sekaligus eksekutor pembunuh Blair Fulton.
Karena dianggap sebagai pekerja rendahan, Ashraf selalu mendapatkan hinaan serta cacian dari para anggota Blair Fulton bahkan gadis yang dia cintai juga melakukan hal yang sama. Hingga suatu hari ada surat kaleng yang masuk ke markas Blair Fulton yang berisi identitas asli Ashraf. Lalu bagaimana reaksi para anggota Blair Fulton saat tahu orang yang mereka hina adalah orang tertinggi di dunia mafia?
"Apa yang bisa kalian lakukan untuk menebus kesalahan-kesalahan itu, bola mata atau jantung yang akan kalian persembahkan padaku?" --Ashraf Samar Anand
Follow us: @shofithenic
Hanya aku wanita di dunia ini yang dengan tenangnya melihat suami berbuat laknat dengan perempuan lain. Bukan tak berusaha untuk memperbaiki keadaan rumah tangga tapi prinsip dan watak suamiku yang keras membuat Dia berbuat semaunya ditambah posisinya yang merupakan direktur pewaris keluarga. ingin ku tinggalkan tapi aku terikat janji dengan mertua bahwa aku akan menjaga keluarga. sungguh aku dalam dilema.
Tahun ini Dita Karang benar-benar membuat gebrakan dengan proyek kolaborasinya bersama musisi indie ternama. Mereka sedang menggarap album mini bertema 'urban melancholy' yang menggabungkan elemen pop elektronik dengan lirik-lirik personal tentang kehidupan kota. Beberapa teaser lagu sudah beredar di platform streaming dan langsung mendapat respons positif dari pendengar setianya.
Yang menarik, Dita juga terlibat dalam penulisan seluruh lirik dan sebagian aransemen musik. Proyek ini menunjukkan sisi baru dari kreativitasnya yang selama ini mungkin belum banyak terekspos. Selain album, kabarnya dia juga sedang mempersiapkan tur kecil-kecilan ke beberapa kota besar untuk mempromosikan karya terbarunya ini.
Steven Keraf adalah sosok yang cukup dikenal di dunia hiburan Indonesia, terutama sebagai aktor dan presenter. Namanya mulai mencuat setelah membawakan beberapa acara televisi yang cukup populer di akhir 2000-an. Selain itu, ia juga aktif di dunia akting dengan beberapa peran dalam sinetron dan film lokal.
Yang menarik dari Steven adalah kemampuannya menyesuaikan diri dengan berbagai jenis acara, dari hiburan ringan hingga talk show. Aku ingat dulu sering melihatnya di acara musik atau kuis, di mana kepiawaiannya memandu acara benar-benar terasa. Meski mungkin tidak sebesar nama-nama seperti Raffi Ahmad atau Sule, kontribusinya dalam menghibur penonton televisi Indonesia patut diapresiasi.
Lucu banget pas nemu pertanyaan ini karena langsung inget waktu pertama kali liat Steven Keraf di layar kaca. Aktor satu ini emang jarang jadi sorotan, tapi pernah main di beberapa film indie yang cukup menarik. Salah satunya 'Bebas' (2019) di mana dia berperan sebagai supporting cast. Terus ada juga 'Perempuan Tanah Jahanam' (2019), film horor psikologis yang cukup bikin merinding. Yang terakhir, dia muncul di 'Generasi 90an: Melankolia' (2020) sebagai figuran.
Awalnya gak sadar itu dia sampai temen nunjukin di sebuah forum film lokal. Emang jarang banget dapat peran besar, tapi penampilannya selalu bikin penasaran. Mungkin karena ekspresinya yang natural dan cocok untuk peran-peran tertentu. Kalo kamu suka film Indonesia dengan nuansa berbeda, coba cek karya-karyanya yang jarang diulas ini.
Mengikuti jejak Steven Keraf dari awal kariernya selalu menarik buatku. Ia mulai dengan teater kecil di Jakarta, di mana ia sering bermain peran pendukung. Awalnya, ia hanya iseng ikut audisi karena diajak teman, tapi ternyata bakatnya langsung ketahuan. Sutradara yang melihat penampilannya waktu itu langsung merekomendasikan dia untuk ikut casting sinetron. Dari situ, ia dapat peran kecil di 'Cinta Fitri' dan mulai dikenal.
Yang bikin aku respect, Steven nggak buru-buru mau tenar. Ia tetap belajar akting secara serius, bahkan ikut workshop di luar negeri. Perjalanannya dari teater lokal sampai bisa main di film layar lebar seperti 'Ngeri-Ngeri Sedap' nggak instan. Butuh proses panjang dan dedikasi yang gila.
Steven Keraf sering muncul di berbagai acara komedi stand-up, terutama di komunitas lokal Jakarta. Aku pernah nonton langsung penampilannya di 'Comedy Cafe' daerah Kemang, dan energinya bikin penonton ketawa terus dari awal sampai akhir. Selain itu, dia juga aktif di platform digital seperti YouTube dan Instagram, di mana konten-konten singkatnya selalu viral karena relatabel dan lucu banget.
Terakhir aku lihat, dia mulai sering tampil di acara-acara corporate event juga. Temenku yang kerja di perusahaan startup bilang Steven jadi bintang tamu di acara tahunan mereka, dan responsenya positif banget. Kayaknya selera humornya bisa nyambung sama berbagai kalangan, dari anak muda sampai profesional.