Kalau ngomongin Steven Keraf, ingetannya langsung melayang ke era awal 2000-an ketika televisi Indonesia masih dipenuhi berbagai variety show. Pria ini punya charisma yang cukup khas sebagai presenter - enerjik tapi tidak berlebihan, humoris tapi tetap elegan. Beberapa kali aku juga melihatnya muncul di sinetron, biasanya memerankan karakter pendukung yang cukup memorable. Yang bikin aku respect, meski tidak terus menerus muncul di layar kaca, dia tetap eksis di industri ini dengan konsisten. Terakhir dengar kabarnya, Steven masih sesekali muncul di beberapa acara televisi maupun project digital.
Steven Keraf mungkin bukan nama sebesar Raffi Ahmad atau Andre Taulani, tapi bagi yang mengikuti dunia hiburan Indonesia sejak tahun 2000-an, pasti familiar dengan sosoknya. Aku pertama kali mengenalnya sebagai presenter acara kuis di salah satu stasiun TV swasta. Yang bikin menarik, selain pintar memandu acara, dia juga punya timing humor yang pas. Tidak cuma di TV, beberapa tahun terakhir aku juga melihatnya aktif di platform digital, membuktikan bahwa dia bisa beradaptasi dengan perubahan industri hiburan yang semakin digital ini.
Steven Keraf adalah sosok yang cukup dikenal di dunia hiburan Indonesia, terutama sebagai aktor dan presenter. Namanya mulai mencuat setelah membawakan beberapa acara televisi yang cukup populer di akhir 2000-an. Selain itu, ia juga aktif di dunia akting dengan beberapa peran dalam sinetron dan film lokal.
Yang menarik dari Steven adalah kemampuannya menyesuaikan diri dengan berbagai jenis acara, dari hiburan ringan hingga talk show. Aku ingat dulu sering melihatnya di acara musik atau kuis, di mana kepiawaiannya memandu acara benar-benar terasa. Meski mungkin tidak sebesar nama-nama seperti Raffi Ahmad atau Sule, kontribusinya dalam menghibur penonton televisi Indonesia patut diapresiasi.
Dari pengamatanku selama ini, Steven Keraf termasuk salah satu talent yang serba bisa di industri hiburan kita. Awalnya dikenal sebagai presenter, tapi kemudian merambah ke akting dan bahkan pernah mencoba dunia tarik suara. Yang paling aku ingat adalah perannya di beberapa sinetron religi yang cukup populer di masanya - di situ terlihat kemampuan aktingnya yang cukup solid untuk peran-peran tertentu.
Bicara soal presentasi, gaya Steven itu unik karena dia bisa menyesuaikan dengan berbagai jenis penonton. Entah itu acara untuk remaja, keluarga, atau bahkan dewasa - dia selalu bisa menemukan chemistry yang pas dengan audiens. Menurutku itu salah satu alasan kenapa kariernya bisa bertahan cukup lama di dunia hiburan yang super kompetitif ini.
2026-07-07 05:46:04
19
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Sang Penguasa Tak Terjamah
inoz eL
7.9
2.0M
Radish adalah seorang menantu yang selalu dihina oleh mertuanya suatu hari seorang kakek tua yang mengaku kakeknya menemui dia untuk menyerahkan seluruh hak milik keluarga ke dirinya itu membuat dia menjadi seorang penguasa, apa yang terjadi pada semua orang yang sudah menghina dirinya??
Selama bertahun-tahun, Rosalyn Anderson menjadi istri yang penurut. Namun, kematian sang ibu seperti pembebasan untuknya. Ia membuang semua topeng kepatuhan, menuntut cerai dari suaminya yang berselingkuh, dan memulai misi balas dendamnya.
Apakah setelah bercerai, Rosalyn mampu untuk membalaskan dendamnya? atau malah terjerat dengan pria lain yang lebih sampah ketimbang suaminya dulu?
Hanya aku wanita di dunia ini yang dengan tenangnya melihat suami berbuat laknat dengan perempuan lain. Bukan tak berusaha untuk memperbaiki keadaan rumah tangga tapi prinsip dan watak suamiku yang keras membuat Dia berbuat semaunya ditambah posisinya yang merupakan direktur pewaris keluarga. ingin ku tinggalkan tapi aku terikat janji dengan mertua bahwa aku akan menjaga keluarga. sungguh aku dalam dilema.
"Aku mohon, Kak. Berhenti, aku nggak kuat lagi."
Di konser yang penuh sesak itu, seorang pria berdiri persis di belakangku dan terus menekan bokongku.
Sialnya, hari ini aku pakai rok mini sebatas pantat, sedangkan di dalamnya cuma pakai celana dalam model thong.
Pria itu bahkan mengangkat rokku dan menempel kuat pada pantatku.
Suasana makin heboh, seseorang di depanku menabrakku sampai aku mundur selangkah.
Tubuhku mendadak menegang, rasanya seperti ada sesuatu yang tiba-tiba masuk…
Demi membalaskan dendam dan juga karena permintaan sang adik, Steven menawarkan sebuah pernikahan kontrak pada Shania. Gadis yang menghabiskan masa mudanya untuk merawat ibunya yang sakit itu pun terpaksa menyetujuinya tanpa menyadari bahwa uang 2 Miliar dollar dari Steven akan membuatnya terjebak permainan kekuasaan, hasrat, cinta, dan dendam.
Lantas, bagaimana nasib Shania selanjutnya saat menyadari dirinya bukan hanya sebatas istri di atas kertas sang CEO?
"Cinta Wasiat 2" mengisahkan pasangan suami isteri, Armand Adam (CEO) dan Hana Auni (CMO), yang perkahwinan mereka bermula atas dasar wasiat datuk Armand. Setelah enam tahun, mereka hidup bahagia bersama anak lelaki mereka, Danish, dan telah membina cinta yang sejati. Namun, keharmonian rumah tangga mereka teruji apabila timbul salah faham yang berpunca daripada kehadiran sepupu Hana, Fakhri, yang menyimpan perasaan terhadapnya, serta pembantu peribadi baru Armand, Marissa, yang menimbulkan syak wasangka.
Akibat cemburu dan salah faham, Armand menuduh Hana curang, menyebabkan Hana membawa diri kerana terlalu kecewa sehingga kepercayaan mereka retak. Setelah menyedari kesilapannya, Armand berusaha untuk memenangi semula hati Hana. Cerita ini berakhir dengan kebahagiaan apabila hubungan mereka kembali pulih, keluarga mereka bertambah besar dengan kelahiran anak kembar perempuan, dan kejayaan mereka diiktiraf apabila Armand menerima darjah kebesaran negeri yang membawanya gelaran Dato'.
Steven Keraf memang selalu menghadirkan kejutan dengan proyek-proyek kreatifnya. Di awal 2024, dia baru saja meluncurkan serial dokumenter pendek berjudul 'Suara dari Timur', yang eksplorasi budaya lokal Indonesia Timur dengan sentuhan cinematografi memukau. Proyek ini unik karena menggabungkan narasi antropologi dengan musik tradisional yang diaransemen modern.
Selain itu, kabarnya dia sedang menggarap adaptasi graphic novel karya indie Indonesia ke format animasi pendek. Dari cuplikan yang beredar di media sosial, visualnya sangat stylized dengan palet warna earthy tones yang jarang dipakai di industri lokal. Menarik untuk ditunggu bagaimana dua proyek berbeda ini akan diterima penikmat konten.
Lucu banget pas nemu pertanyaan ini karena langsung inget waktu pertama kali liat Steven Keraf di layar kaca. Aktor satu ini emang jarang jadi sorotan, tapi pernah main di beberapa film indie yang cukup menarik. Salah satunya 'Bebas' (2019) di mana dia berperan sebagai supporting cast. Terus ada juga 'Perempuan Tanah Jahanam' (2019), film horor psikologis yang cukup bikin merinding. Yang terakhir, dia muncul di 'Generasi 90an: Melankolia' (2020) sebagai figuran.
Awalnya gak sadar itu dia sampai temen nunjukin di sebuah forum film lokal. Emang jarang banget dapat peran besar, tapi penampilannya selalu bikin penasaran. Mungkin karena ekspresinya yang natural dan cocok untuk peran-peran tertentu. Kalo kamu suka film Indonesia dengan nuansa berbeda, coba cek karya-karyanya yang jarang diulas ini.
Steven Keraf sering muncul di berbagai acara komedi stand-up, terutama di komunitas lokal Jakarta. Aku pernah nonton langsung penampilannya di 'Comedy Cafe' daerah Kemang, dan energinya bikin penonton ketawa terus dari awal sampai akhir. Selain itu, dia juga aktif di platform digital seperti YouTube dan Instagram, di mana konten-konten singkatnya selalu viral karena relatabel dan lucu banget.
Terakhir aku lihat, dia mulai sering tampil di acara-acara corporate event juga. Temenku yang kerja di perusahaan startup bilang Steven jadi bintang tamu di acara tahunan mereka, dan responsenya positif banget. Kayaknya selera humornya bisa nyambung sama berbagai kalangan, dari anak muda sampai profesional.
Mengikuti jejak Steven Keraf dari awal kariernya selalu menarik buatku. Ia mulai dengan teater kecil di Jakarta, di mana ia sering bermain peran pendukung. Awalnya, ia hanya iseng ikut audisi karena diajak teman, tapi ternyata bakatnya langsung ketahuan. Sutradara yang melihat penampilannya waktu itu langsung merekomendasikan dia untuk ikut casting sinetron. Dari situ, ia dapat peran kecil di 'Cinta Fitri' dan mulai dikenal.
Yang bikin aku respect, Steven nggak buru-buru mau tenar. Ia tetap belajar akting secara serius, bahkan ikut workshop di luar negeri. Perjalanannya dari teater lokal sampai bisa main di film layar lebar seperti 'Ngeri-Ngeri Sedap' nggak instan. Butuh proses panjang dan dedikasi yang gila.