Pengalaman menarik ketika iseng browse filmografi aktor Indonesia di situs film lokal, nemu profil Steven Keraf yang filmografinya cukup unik. Selain yang udah disebutin sebelumnya, ternyata dia juga pernah terlibat di 'Keluarga Cemara' (2019) versi layar lebar, meskipun cuma cameo. Yang bikin penasaran, aktor ini kayaknya punya selera khusus dalam milih proyek - kebanyakan filmnya punya pesan sosial atau nuansa seni yang kuat.
Aku personally suka cara dia menghidupkan karakter-karakter kecil. Di 'Bebas' misalnya, adegan dialog singkatnya sama Rachel Amanda justru jadi salah satu scene yang paling nempel di kepala. Mungkin karena natural acting-nya yang jarang ditemuin di film mainstream.
Sebagai penikmat film Indonesia yang rajin hunting karya-karya underrated, aku sempet beberapa kali nemuin nama Steven Keraf di credit title. Selain yang udah disebutin di jawaban sebelumnya, dia juga muncul di film pendek 'Selamat Pagi, Malam' (2018) karya Ifa Isfansyah. Yang menarik, sebagian besar perannya emang di film-film yang punya nuansa artistic banget.
Gak heran sih kalo banyak yang belum familiar sama namanya. Tapi justru karena itu jadi pengen ngajakin lebih banyak orang buat apresiasi aktor-aktor berbakat seperti dia. Meski perannya kecil-kecil, tapi selalu ada kesan tersendiri yang dibawa.
Baru kemarin malem ngebahas soal aktor-aktor underrated Indonesia di grup diskusi film, dan nama Steven Keraf sempet muncul. Dari riset kecil-kecilan, ternyata dia lebih aktif di teater dibanding film. Tapi beberapa penampilan layarnya cukup memorable, terutama di 'Perempuan Tanah Jahanam' yang sempet jadi bahan diskusi panjang di komunitas horror kita. Yang lucu, banyak yang baru nyadar penampilannya setelah nonton ulang kedua atau ketiga. Mungkin karena emang jarang ekspos, tapi justru ini yang bikin penasaran - aktor macam dia itu kayak hidden gem yang perlu lebih diapresiasi.
Lucu banget pas nemu pertanyaan ini karena langsung inget waktu pertama kali liat Steven Keraf di layar kaca. Aktor satu ini emang jarang jadi sorotan, tapi pernah main di beberapa film indie yang cukup menarik. Salah satunya 'Bebas' (2019) di mana dia berperan sebagai supporting cast. Terus ada juga 'Perempuan Tanah Jahanam' (2019), film horor psikologis yang cukup bikin merinding. Yang terakhir, dia muncul di 'Generasi 90an: Melankolia' (2020) sebagai figuran.
Awalnya gak sadar itu dia sampai temen nunjukin di sebuah forum film lokal. Emang jarang banget dapat peran besar, tapi penampilannya selalu bikin penasaran. Mungkin karena ekspresinya yang natural dan cocok untuk peran-peran tertentu. Kalo kamu suka film Indonesia dengan nuansa berbeda, coba cek karya-karyanya yang jarang diulas ini.
2026-07-07 12:43:10
4
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Dari Akting Jadi Pendamping
Roze
0
1.4K
Dara Fazia, atau lebih dikenal dengan nama Dafa adalah seorang artis terkenal multitalenta yang sering mendapatkan banyak penghargaan. Namun, dia tiba-tiba mendapatkan tawaran bermain film dengan Senja Purnama--penyanyi tampan yang selama ini tidak pernah akur dengannya. Tak disangka, film itu sukses dan membuat Dafa semakin naik daun. Hanya saja, sebuah skandal muncul yang membuat karir seorang Dafa terancam! Orang-orang yang dianggap sahabat mulai menghilang, tetapi kenapa Senja justru tetap mendampinginya? Bagaimana cara Dafa mempertahankan popularitasnya?
Alaric, seorang sutradara muda lulusan Paris yang sering berdebat dengan Kiara, aktris pemeran utama dalam film arahannya. Kiara menganggap Alaric arogan, Alaric menganggap Kiara susah diatur. Kesalahpahaman keduanya membuat produksi film bersetting Monte Carlo yang sedang mereka buat terpaksa tertunda. Selain itu, Kiara memanfaatkan keberadaannya di Monte Carlo untuk menyelidiki mengapa Bertrand LaForce, fotografer Perancis meninggalkannya setahun lalu di kota itu di sebuah kafe bernama "The Portrait". Kehadiran Bertrand membuat kesalahpahaman Alaric semakin menjadi, tanpa dia sadari diam-diam dia merasa cemburu yang artinya diam-diam dia mulai jatuh hati pada Kiara. Apakah mungkin seorang sutradara menikahi aktris pemeran utama filmnya?
"Ini apa!? kamu beradegan hot lagi sama lawan main kamu sampai udah buka-bukaan baju!"
"Terus? Masalahnya dimana? Itu sudah bagian dari pekerjaannku!"
"Masalah banget, Ren. Kamu udah punya istri nggak pantes buat adegan kayak gitu!"
"Cukup! Diluar sana banyak aktor yang udah punya istri dan beradegan lebih hot dari aku!Kalau aku nolak, sama aja aku dianggap nggak profesional. Aku udah sepuluh tahun hidup di dunia entertainment, dan aku nggak perlu izin sama kamu buat apa pun yang aku lakuin. Ini jalan hidupku, dan kamu nggak berhak ngatur, meskipun kamu istriku.”
Cemburu saat suaminya beradegan panas dengan lawan mainnya? Of course!
Meskipun begitu Sherina tetap berusaha bersikap biasa saja.
Rendra, seorang aktor terkenal yang namanya makin naik saat satu project film dengan artis berdarah luar negeri, Arabella, membuatnya semakin disibukkan dengan wanita itu dan loksyut, belum lagi acara photoshoot bersama ataupun fanmeet.
Sherina merasa waktu Rendra padanya berkurang sehingga dia sering mengeluh ini itu dan akhirnya sering terjadi percekcokan sampai Rendra memutuskan untuk menceraikannya tanpa tahu kalau Sherina sendiri pergi membawa benih pria itu.
Namaku adalah Nabhila Pramuditia.
Itu kata Mas Alvis padaku saat bangun dari koma.
Tapi, kata semua orang, namaku adalah Nadhila Meeaz--saudara kembar dari Nadhila Pramuditia.
Ingatanku abu-abu, tapi cinta Mas Alvis sangat besar padaku. Lalu, juga ada anak di antara kami.
Mana yang harus kupercayai?
Apakah aku pemeran utama di hidup pria itu ataukah hanyalah tokoh pengganti saja?
Ruth Tribuana Tunggadewi seorang janda dengan satu anak. Ia harus menikah dengan adik iparnya karena wasiat mendiang suaminya. Dari awal pernikahan mereka, ternyata ada kebohongan yang dilakukan oleh suami keduanya, Hizkia Perkasa Alamsyah. Kini, perlahan kebohongan pun terkuak dan pernikahan mereka terancam. Belum lagi, mantan Hizkia kembali gencar mendekati. Sanggupkah Ruth mempertahankan pernikahan yang merupakan wasiat dari suami pertamanya?
"Aku bukan Chloe!" teriak wanita itu lagi.
"Kalau kau bukan Chloe, lalu siapa?" Kenneth tertawa kecil. "Jalang yang selingkuh karena suaminya bangkrut?"
Kenneth menatap 'Chloe' dengan tatapan merendahkan. Dia membuang napas sambil terus menggulung sabuk di tangannya, kemudian mencambuk pinggang wanita yang berhasil membuatnya bimbang itu.
"Jangan merendahkanku seperti itu. Kau tidak boleh menghukum seseorang atas kesalahan yang tidak pernah dia lakukan!" Telunjuk 'Chloe' mengarah tepat di depan wajah Kenneth yang memerah.
Dia semakin aneh padahal mulanya mengaku sedang rindu pada Kenneth, lantas kenapa mengelak kalau dia adalah Chloe? Apakah dia tidak mau hidup dalam neraka?
"Atas kesalahan yang tidak pernah kau lakukan? Sepertinya aku harus membuatmu mengingat kesalahan itu, Chloe!"
Lagi, Kenneth mencambuk wanita itu sampai meraung kesakitan. Kali ini dia tidak boleh lolos dan harus membayar luka Kenneth selama ini.
"Kau sialan, Ken!" teriak wanita gila itu lagi.
Kenneth tersenyum miring. Bahkan dari cara wanita itu memanggil nama Kenneth membuat lelaki itu semakin yakin kalau dia adalah Chloe Dakota. Rupanya dia terlalu bodoh untuk bersandiwara.
Steven Keraf adalah sosok yang cukup dikenal di dunia hiburan Indonesia, terutama sebagai aktor dan presenter. Namanya mulai mencuat setelah membawakan beberapa acara televisi yang cukup populer di akhir 2000-an. Selain itu, ia juga aktif di dunia akting dengan beberapa peran dalam sinetron dan film lokal.
Yang menarik dari Steven adalah kemampuannya menyesuaikan diri dengan berbagai jenis acara, dari hiburan ringan hingga talk show. Aku ingat dulu sering melihatnya di acara musik atau kuis, di mana kepiawaiannya memandu acara benar-benar terasa. Meski mungkin tidak sebesar nama-nama seperti Raffi Ahmad atau Sule, kontribusinya dalam menghibur penonton televisi Indonesia patut diapresiasi.
Mengikuti jejak Steven Keraf dari awal kariernya selalu menarik buatku. Ia mulai dengan teater kecil di Jakarta, di mana ia sering bermain peran pendukung. Awalnya, ia hanya iseng ikut audisi karena diajak teman, tapi ternyata bakatnya langsung ketahuan. Sutradara yang melihat penampilannya waktu itu langsung merekomendasikan dia untuk ikut casting sinetron. Dari situ, ia dapat peran kecil di 'Cinta Fitri' dan mulai dikenal.
Yang bikin aku respect, Steven nggak buru-buru mau tenar. Ia tetap belajar akting secara serius, bahkan ikut workshop di luar negeri. Perjalanannya dari teater lokal sampai bisa main di film layar lebar seperti 'Ngeri-Ngeri Sedap' nggak instan. Butuh proses panjang dan dedikasi yang gila.
Steven Keraf memang lebih dikenal sebagai penyiar radio dan presenter, tapi aku sempat nemuin beberapa penampilannya di dunia akting. Dulu pernah lihat dia main di FTV 'Cinta di Antara Dua Pilihan' sekitar 2015-an. Gaya aktingnya cukup natural meski bukan latar belakang utamanya. Uniknya, dia bawa 'aura' khas presenter ke dalam perannya – vokal jelas dan ekspresi catchy. Nggak heran sih, soalnya dunia hiburan kan sering overlap gitu.
Yang bikin aku respect, dia tetep konsisten di radio sambil sesekali nyemplung project kecil-kecilan. Kayak waktu jadi cameo di sinetron 'Cinta yang Hilang' sebagai DJ tamu. Rasanya pengalaman di berbagai bidang bikin charisma-nya makin berwarna.
Steven Keraf sering muncul di berbagai acara komedi stand-up, terutama di komunitas lokal Jakarta. Aku pernah nonton langsung penampilannya di 'Comedy Cafe' daerah Kemang, dan energinya bikin penonton ketawa terus dari awal sampai akhir. Selain itu, dia juga aktif di platform digital seperti YouTube dan Instagram, di mana konten-konten singkatnya selalu viral karena relatabel dan lucu banget.
Terakhir aku lihat, dia mulai sering tampil di acara-acara corporate event juga. Temenku yang kerja di perusahaan startup bilang Steven jadi bintang tamu di acara tahunan mereka, dan responsenya positif banget. Kayaknya selera humornya bisa nyambung sama berbagai kalangan, dari anak muda sampai profesional.