Scene 'gara-gara handuk melorot' yang viral itu bikin banyak orang penasaran siapa aktor di baliknya. Kalau ngomongin adegan ini, pasti langsung kebayang momen kocak yang bikin ngakak sekaligus greget. Ternyata, aktornya adalah Joe Taslim, lho! Dia bintang laga Indonesia yang udah main di film Hollywood kayak 'Mortal Kombat'. Adegan handuknya itu ada di film 'The Night Comes for Us' (2018), di mana dia tampil super intense tapi tiba-tiba ada detil receh kayak gitu. Lucu banget kan kontrasnya? Padahal biasanya Joe dikenal sebagai aktor dengan aura seram dan fisik super keren.
Yang bikin lebih memorable, adegan ini sempet jadi meme dan bahan obrolan di komunitas penggemar film laga Asia. Joe sendiri pernah becanda tentang ini di wawancara, bilang itu salah satu momen paling 'human' di karakternya yang biasanya cold-blooded. Gue suka banget cara dia bisa fleksibel dari adegan brutal langsung ke situasi awkward kayak gitu. Bener-bener nunjukin range acting yang luas!
2026-08-03 17:45:41
10
Felix
Penasihat
Mahasiswa
Pernah kepo banget siapa aktor di balik scene handuk melorot yang sering jadi meme itu? Akhirnya ketemu juga - Joe Taslim! Adegannya muncul di film action thriller 'The Night Comes for Us'. Yang keren itu, di film yang sama kita bisa liat dia battle samurai one minute, then dealing with wardrobe malfunction the next. Jarang banget liat aktor action mau melakukan physical comedy spontan kayak gitu.
What makes it funnier is how serious the rest of the movie is. Like, you have all these intense fight sequences with blood everywhere, then suddenly... bam! Towel scene. Joe's facial expression during that moment is gold - campuran antara shock, kesel, dan 'ah sudahlah'. It's these little human moments that make action heroes feel real. Salut buat Joe yang berani tampil natural tanpa terlalu menjaga image.
2026-08-03 21:11:28
9
Nora
Si Pemandu
Fotografer
Jujur aja, pertama kali liat clip itu di Twitter, gue kira editan fanmade. Siapa sangka ternyata beneran ada di film 'The Night Comes for Us'! Joe Taslim, si pemeran utama, biasanya selalu cool dengan fight scenes choreography-nya yang brutal. Tapi di tengah-tengah semua kekerasan stylis itu, tiba-tiba ada scene where his towel slips... and it's hilarious! Yang bikin lebih special, ini bukan sekedar joke random - timing-nya pas banget buat ngebreak tension setelah sequence action panjang.
Banyak yang gak nyangka kalau aktor sekelas Joe mau melakukan adegan kayak gitu. Padahal justru itu yang bikin karakternya lebih relatable. Di tengah cerita tentang gangster dan pembalasan dendam, ada momen manusiawi kayak lupa ngepasin handuk. Gue appreciate banget keberaniannya buat tidak selalu terlihat 'perfect' di layar. Mungkin itu sebabnya scene ini terus diingat orang lama setelah filmnya tayang.
2026-08-07 10:56:29
1
すべての回答を見る
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
関連書籍
Misteri handuk basah di atas kasur
JheNhy
10
5.1K
Handuk basah yang tergeletak di atas kasur, membuat terbongkarnya pengkhianatan.
Bagaimana sikap Vianty Gifani ketika tahu suaminya bermain api dibelakangnya? Akankah diam saja dan menangis.
Yuk, simak terus ceritanya.
"Ini apa!? kamu beradegan hot lagi sama lawan main kamu sampai udah buka-bukaan baju!"
"Terus? Masalahnya dimana? Itu sudah bagian dari pekerjaannku!"
"Masalah banget, Ren. Kamu udah punya istri nggak pantes buat adegan kayak gitu!"
"Cukup! Diluar sana banyak aktor yang udah punya istri dan beradegan lebih hot dari aku!Kalau aku nolak, sama aja aku dianggap nggak profesional. Aku udah sepuluh tahun hidup di dunia entertainment, dan aku nggak perlu izin sama kamu buat apa pun yang aku lakuin. Ini jalan hidupku, dan kamu nggak berhak ngatur, meskipun kamu istriku.”
Cemburu saat suaminya beradegan panas dengan lawan mainnya? Of course!
Meskipun begitu Sherina tetap berusaha bersikap biasa saja.
Rendra, seorang aktor terkenal yang namanya makin naik saat satu project film dengan artis berdarah luar negeri, Arabella, membuatnya semakin disibukkan dengan wanita itu dan loksyut, belum lagi acara photoshoot bersama ataupun fanmeet.
Sherina merasa waktu Rendra padanya berkurang sehingga dia sering mengeluh ini itu dan akhirnya sering terjadi percekcokan sampai Rendra memutuskan untuk menceraikannya tanpa tahu kalau Sherina sendiri pergi membawa benih pria itu.
Karena dijebak oleh seseorang yang menginginkan tubuhnya, Elara justru tak sengaja tidur bersama dengan seorang pria yang sangat familiar baginya.
Bukan familiar karena pria itu adalah rekan maupun keluarganya, tetapi karena pria itu merupakan sosok yang selama ini sering menampakkan wajahnya di layar televisi maupun di situs internet.
Elara terbangun dengan kebingungan, karena dia mendapati tubuh polosnya tanpa sehelai benang pun. Namun, yang lebih membuatnya terkejut adalah karena saat itu dia sedang berada di balik sebuah selimut bersama dengan pria yang sama sekali tak asing baginya.
"Arion Kyle?"
Ingin rasanya Elara berteriak dan menjerit kegirangan saat itu. Namun, begitu menyadari bahwa dirinya dan aktor itu sama-sama tak mengenakan busana, seketika rasa senang itu pun berubah menjadi kebencian. Elara segera membangunkan Arion dan langsung marah-marah.
"Siapa kamu?" Pria itu bertanya dalam bahasa inggris.
Elara benar-benar emosi karena pria itu bersikap seolah tak mengenalinya. Padahal ia yakin bahwa sang aktor juga pasti mengenal dirinya sebagai seorang model papan atas, dan tak bisa dipungkiri lagi bahwa Arion juga menginginkan tubuh indahnya, sama seperti para pria yang lain.
Elara pun menuduh bahwa Arion telah menodainya, tetapi aktor berusia 30 tahun itu justru terlihat santai dan tersenyum sinis ke arah Elara.
"Aku menodaimu? Apa kamu tidak ingat, jika kamu yang menerobos masuk ke dalam kamarku dan meminta bantuanku untuk menyentuh tubuhmu?"
Sejak hamil, suamiku tidak mau menyentuhku lagi.
Sementara itu, hasrat dalam diriku makin besar.
Setiap malam, pikiranku menjadi liar.
Sampai suatu saat, seorang pria bertopeng menyelinap masuk ke rumahku.
"Aku ... aku tak tahan lagi, aku mau ke kamar mandi sebentar."
Pramugari yang sedang wawancara itu duduk di kursi, dirinya tampak gelisah.
Aku diam-diam menaruh sebuah alat di bawah kursi, yang bisa bergerak dengan dahsyat saat aku menekan tombol.
Terlihat wajah mereka memerah dan tampak tegang.
Aku merasa cukup puas.
Yang lebih menggoda lagi, salah satu pramugari malah mengangkat roknya di tempat, berbisik padaku, meminta aku membantunya.
Aku berada di titik terendah dalam pernikahanku dengan Mas Angga. Kami seperti orang lain yang terikat dalam sebuah pernikahan, tapi berjalan di takdir yang berbeda.
Lelaki yang aku kenal dari sebuah media sosial, pelan tapi pasti mengisi ruang-ruang kosong yang entah sejak kapan tidak penghuni. Ia bagaikan penyelamat yang menenangkan jiwaku yang kesepian dan aku memutuskan untuk berselingkuh dengannya.
Tapi siapa sangka, saat aku tengah bahagia bersama selingkuhanku justru hal buruk terjadi padaku.
____
Scene 'gara-gara handuk melorot' itu iconic banget! Aku langsung teringat film komedi romantis Indonesia 'Arisan!' (2003) yang disutradarai oleh Nia Dinata. Adegan ini jadi salah satu momen paling viral di film itu, pas Tora Sudiro sebagai Meidian malah ketiduran di kamar mandi setelah pesta, trus handuknya melorot pas dibangunin. Lucunya, reaksi Dian Sastrowardoyo yang kaget setengah mati bikin adegan ini jadi bahan candaan selama bertahun-tahun.
Yang bikin scene ini memorable itu chemistry dua aktornya yang natural banget, plus timing komedinya perfect. Film 'Arisan!' sendiri sebenernya banyak banget scene-sceen kocak kayak gini yang nyerempet awkward moment sehari-hari. Dulu pas jaman awal-awal film Indonesia mulai bangkit, scene kayak gini yang relatable bener-bener ngehits di komunitas film lokal.
Pernah nggak sih kamu perhatikan betapa absurdnya viralnya adegan 'handuk melorot' itu? Aku sendiri sempat bingung awalnya, tapi setelah ngobrol sama temen-temen di forum, ternyata fenomena ini menggabungkan dua hal yang selalu menarik perhatian: humor awkward dan relatable life moments. Bayangin aja, hampir semua orang pernah ngalamin momen memalukan kayak gitu, entah pas lagi mandi atau baru keluar dari kolam renang.
Yang bikin makin greget adalah cara adegan itu dieksekusi. Biasanya ada elemen timing yang pas, ekspresi wajah karakter yang over-the-top, atau bahkan reaksi orang sekitar yang justru nambah tingkat awkwardness. Di 'One Piece' pun ada adegan Nami yang handuknya nyaris lepas, tapi karena konteks komedinya dibangun dengan baik, malah jadi iconic. Ini membuktikan bahwa konten yang sederhana tapi dipoles dengan bumbu storytelling yang pas bisa lebih memorable daripada adegan action berbudget besar.
Baru kemarin malam aku ngobrol sama temen soal adegan-adegan lucu yang nempel di kepala, dan 'gara-gara handuk melorot' itu salah satunya. Adegan ini emang iconic banget, muncul di film komedi Indonesia 'Miracle in Cell No. 7' yang rilis tahun 2022. Adegannya simple tapi bikin ngakak: pas tokoh utamanya lagi mandi di penjara, handuknya tiba-tiba melorot pas dia lagi asik nyanyi-nyanyi. Lucunya, dia malah nggak sadar sampe akhirnya diliatin sama narapidana lain!
Yang bikin scene ini memorable itu chemistry para aktornya kental banget, ditambah timing komedinya pas. Kalo lo perhatiin, film ini sebenernya adaptasi dari versi Korea, tapi adegan handuk melorot ini justru jadi salah satu momen orisinal yang bikin penonton Indonesia ketawa guling-guling. Nggak cuma lucu, scene ini juga nunjukin sisi humanis kehidupan di penjara yang biasanya digambarkan seram.
Ada sesuatu yang magis tentang bagaimana momen sepele bisa jadi viral dalam sekejap. 'Gara-gara handuk melorot' itu kasus klasik—awalnya cuma insiden receh, tapi netizen langsung merespon dengan kreativitas tanpa batas. Ada yang bikin meme lucu pake template 'distracted boyfriend', ada yang nyambungin sama adegan-adegan dramatis di sinetron, bahkan sampai ada yang rekam reaksi pasangan mereka sengaja nyelonongin handuk jatuh. Yang bikin menarik, responsnya nggak cuma negatif atau norak; banyak yang justru ngangkat jadi bahan diskusi serius soal body positivity atau bagaimana masyarakat kita sering hypersexualize hal-hal sederhana.
Di sisi lain, beberapa komunitas malah memakainya sebagai simbol 'kejujuran' dalam hubungan—kayak, 'kalau udah nyaman banget sampe handuk melorot gapapa'. Lucunya, tagar ini jadi bahan icebreaker di Twitter sampai ada yang bikin thread 'pengalaman handuk melorot versi kamu'. Fenomena kayak gini ngingetin kita bahwa internet itu ruang di mana absurditas dan profunditas bisa hidup berdampingan.
Pernah dengar orang ngomongin adegan 'gara-gara handuk melorot' terus bingung maksudnya apa? Ini sebenernya jadi semacam meme lokal yang muncul dari film-film lawas Indonesia, terutama yang genre komedi. Adegannya biasanya cuma sekilas: pemeran wanita (sering jadi cameo) pakai handuk terus tiba-tiba melorot, trus si pemeran utama laki-laki langsung melotot atau mimisan. Klisenya sih bikin ketawa ala slapstick, tapi sekaligus nunjukin betapa absurdnya cara film kita dulu ngangkat 'fanservice' murah meriah.
Yang bikin lucu itu justru karena konteksnya selalu dipaksain. Misalnya handuknya melorot pas lagi rebutan remote AC, atau lagi panik mau kabur dari hantu. Sekarang adegan kayak gitu udah jarang banget muncul di film modern, tapi masih sering jadi bahan becandaan di komunitas penggemar film nostalgia. Jadi istilahnya lebih melepas sebagai sindiran halus sama konten lama yang terlalu mengandalkan sensasi murahan.