Ramli itu seperti teman kuliner yang selalu lo tunggu rekomendasinya. Dengan video pendeknya yang jarang sampai 5 menit, dia berhasil bikin penonton merasa terhubung levat authenticity. Nggak pakai editing norak atau efek berlebihan, cukup dengan kamera handheld dan senyum lebar, dia bisa nularin kebahagiaan sederhana dari makan makanan enak. Yang bikin beda dari kreator lain mungkin cara dia mengekspresikan 'enak'—bukan cuma lewat kata, tapi seluruh bahasa tubuhnya ikutan menari.
Dia juga pintar banget memilih lokasi. Dari nasi goreng gerobakan sampai soto legendaris, Ramli kayak punya radar untuk spot-spot yang punya cerita. Kontennya nggak cuma memuaskan rasa lapar virtual, tapi juga nostalgia buat yang pernah ke tempat serupa atau kangen suasana jalanan Indonesia.
Kalo ditanya siapa Ramli, jawabannya: dia itu personifikasi dari kebahagiaan sederhana. Dalam dunia konten kuliner yang kompetitif, Ramli berdiri dengan caranya sendiri—tanpa skrip, tanpa acting, pure enjoy aja. Videonya sering diambil dengan angle casual, kadang sambil duduk di bangku plastik pinggir jalan, bener-bener nangkep vibe 'makan di tempat aslinya'. Reaksi 'Ach enak banget mas' udah jadi trademark yang langsung dikenali fans. Bukan selebriti, bukan chef, tapi Ramli berhasil jadi teman virtual yang bikin hari-hari lebih ringan.
Pernah scroll TikTok atau Instagram terus nemuin konten kuliner yang bikin ngiler? Nah, Ramli ini salah satu kreator yang viral banget dengan catchphrase 'Ach enak banget mas'. Gaya ngomongnya yang khas dan ekspresinya polos bikin kontennya relatable. Dia biasanya nyobain makanan kaki lima atau warung sembari kasih reaksi spontan kayak orang lagi ketemu jodoh di lidah. Kontennya sederhana tapi justru itu daya tariknya—kayak lagi makan bareng temen yang cerewet tapi asik.
Ramli bukan cuma sekadar mukbang biasa. Ada elemen 'blusukan' kuliner yang bikin penonton merasa diajak explorasi tempat-tempat hidden gem. Yang bikin unik, reaksinya nggak dibuat-dibuat. Pas dia bilang 'enak banget', lo langsung percaya karena emang keliatan dari raut mukanya. Kalo lo perhatiin, dia juga sering ngobrol santai sama penjualnya, jadi ada sense of community yang hangat.
2026-07-12 19:40:06
14
Lihat Semua Jawaban
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Buku Terkait
Ah! Mantap Mas Ramli
Miss Luxy
9.8
4.0M
"Ramli, hamili istriku, aku akan membayarmu dua puluh kali lipat dari gajimu!"
Ramli, duda anak tiga dari desa, terpaksa bekerja untuk CEO kaya. Namun, kedua majikannya terus bertengkar karena lima tahun ini, mereka tidak dikaruniai anak. Ramli yang butuh uang, tepaksa harus melakukan kerjasama. Perlahan, Vina mulai merasa nyaman dan ketagihan dengan sang pelayan. Hingga akhirnya mereka terjebak dalam hubungan yang sangat rumit. Apalagi saat Vina tahu sang suami telah mengkhianati dirinya dengan memiliki selingkuhan.
Yang lebih mengejutkan adalah, Ramli sebenarnya bukan pelayan biasa hingga semua orang terkejut!
Nurma adalah istri kedua yang baik, justru kehadirannya sangat diinginkan oleh istri pertama, Giska, 27 tahun, wanita yang bisu dan lumpuh semenjak mengalami kecelakaan 3 tahun silam.
Giska menguak pengkhianatan suaminya pada Nurma. Bagaimana ceritanya kalau istri pertama dan istri kedua bersatu untuk menghancurkan suami nakal mereka?
Erin Kayonna kembali ke kota asalnya setelah kesehatan kedua orang tuanya mulai menurun. Dengan tabungan dari pekerjaannya sebagai Sports Physiotherapist di ibu kota, Erin membuka klinik fisioterapi olahraga kecil bersama seorang temannya.
Namun, kepulangan itu membawanya kembali ke masa lalu yang selama sepuluh tahun dia coba lupakan.
Ketika Erin datang ke sekolah lamanya untuk menawarkan kerja sama layanan fisioterapi bagi para atlet muda di sana, dia justru bertemu kembali dengan Rama Mahanta.
Pria yang dulu dia tinggalkan.
Pria yang masih percaya bahwa Erin telah mengkhianatinya.
Saat Erin berusaha menghindar, takdir terus mendekatkannya pada Rama.
Apa yang terjadi jika takdir memberikan mereka kesempatan kedua? Akankah Erin tetap menolak saat Rama tidak pernah berniat melepaskannya?
Apa yang ditunggu dan di harapkan dalam pernikahan? Anak.
Evan dan Zola menunggu rejekinya itu dari Tuhannya. Tapi tak kunjung diberi. Beberapa kali keguguran membuat pernikahan mereka menjadi tidak harmonis lagi. Saling menyalahkan.
Hingga akhirnya Danar—mantan kekasih Zola kembali, bersamaan dengan kehamilan Zola. Hal itu membuat Evan mencurigai istrinya. Dia meragukan janin yang dikandung sang istri bukan anaknya melainkan anak Danar.
Dapatkah Zola meluruskan kesalahpahaman dan meyakinkan Evan kalau yang dia kandung saat ini adalah buah cinta Evan dan Zola yang selama ini mereka tunggu-tunggu?
Bagaimana jika istri yang baru kalian nikahi selama enam minggu, ternyata sudah hamil selama sepuluh minggu? Apa yang akan kalian lakukan kepadanya? Menceraikannyakah atau bertahan dan menerima benih orang lain yang ada di dalam istri kalian?
Grace mengalami perubahan hidup drastis setelah kecelakaan yang menimpa orang tuanya membuatnya harus meminjam uang pada Angkasa Group. Tanpa sadar, Grace menandatangani surat perjanjian yang mengharuskannya menjadi Surrogate Mother bagi keluarga tersebut untuk melunasi utangnya. Gabriel, anak pertama keluarga Angkasa, awalnya menolak keputusan orang tuanya karena ia mencintai istrinya, Natalia, meski Natalia tidak ingin memiliki anak. Namun, Gabriel perlahan luluh terhadap ketabahan Grace, sementara Natalia menjadi cemburu dan merencanakan cara untuk memisahkan mereka. Grace berusaha tetap profesional, namun cinta tumbuh di antara dia dan Gabriel. Kisah ini mengeksplorasi dilema cinta, tanggung jawab, dan rencana jahat Natalia yang berusaha memisahkan pasangan ini.
Pernah denger viralnya Ramli bilang 'Ach enak banget mas' di TikTok? Aku langsung ngakak pertama kali liat ekspresinya yang polos tapi bener-bener ngegemesin. Ungkapan itu sebenernya refleksi spontan dari kekaguman terhadap sesuatu—bisa makanan, pengalaman, atau apapun yang bikin dia seneng banget. Ramli itu figur yang relatable banget buat netizen karena ekspresi aslinya tanpa dibuat-buat. Kata 'Ach' itu kayak celetukan khas orang Sunda yang nggak bisa diungkapin pake kata formal. Jadi, frasa itu nangkap momen kebahagiaan sederhana yang sering kita rasain tapi jarang diucapin.
Yang bikin frase ini nempel di kepala orang itu kombinasi antara intonasi Ramli yang khas dan konteksnya yang universal. Siapa sih yang nggak pernah ngerasain sesuatu 'enak banget' sampai bikin ngomong spontan gitu? Aku sendiri sering nge-share video itu ke temen-teman sambil bilang, 'Nih loh, kita lagi makan enak biasanya kayak gini ekspresinya'. Ramli udah jadi semacam simbol untuk ekspresi jujur di era di mana konten terlalu sering terasa dikarang-karang.
Ada sesuatu yang sangat menghibur dari konten 'Ahh Enak Mas Rambli'—itu seperti menemukan oasis di tengah padang gurun konten digital. Mas Rambli adalah sosok yang unik, bukan sekadar pembuat konten kuliner biasa. Gayanya yang apa adanya dan ekspresinya yang spontan saat mencicipi makanan bikin siapa pun yang nonton langsung merasa kayak lagi ngobrol sama teman dekat. Kontennya nggak cuma soal review makanan, tapi juga tentang cerita-cerita kecil di balik makanan tersebut, yang bikin kita bisa merasakan 'rasa' lebih dari sekadar lidah.
Yang bikin Mas Rambli istimewa adalah kemampuannya menciptakan chemistry dengan penonton. Dia nggak cuma bilang 'enak' atau 'nggak enak', tapi juga menggambarkan tekstur, aroma, bahkan perasaan yang muncul saat makan. Kontennya sering diisi dengan candaan segar dan reaksi dramatis yang kadang bikin ngakak, tapi tetap terasa genuine. Uniknya, dia juga sering menyelipkan nilai-nilai lokal dan apresiasi terhadap pedagang kecil, yang bikin kontennya punya 'jiwa' lebih dibanding sekadar vlog makan biasa.
Pernah nggak sih lagi scroll TikTok terus nemuin suara 'ach enak banget' yang langsung bikin ngilu perut karena kebanyakan ketawa? Itu loh, Mas Ramli! Aku pertama kali ketemu videonya pas lagi nongkrong di warung nasi uduk deket rumah. Ekspresinya polos banget, mukanya total honest pas nyobain makanan, dan cara dia bilang 'enak banget' itu kayak orang lagi nemuin harta karun. Gara-gara dia, aku jadi sering hunting warteg yang jual sambelnya pedes level 'ach' juga!
Yang bikin Mas Ramli beda dari konten kuliner lain itu aura relatability-nya. Dia nggak pakai filter atau gaya-gaya sok fancy. Videonya pendek, authentic, dan bener-bener nangkap momen orang biasa nikmatin makanan enak dengan cara paling natural. Aku pernah coba niru gaya dia recook mie instan, eh malah jadi bahan bully-an temen-temen grup WA. Tapi emang sih, pesona sederhana kayak gini yang bikin orang betah scroll video dia berulang-ulang.