Membayangkan reaksi istri Duke saat diminta cerai seperti membuka lemari emosi yang penuh dengan segala macam perasaan. Aku membayangkan dia mungkin akan terkejut, lalu perlahan-lahan marah, dan akhirnya merasa sakit hati. Tapi mungkin juga dia sudah mencurigai ini akan terjadi, jadi reaksinya lebih tenang.
Dalam beberapa cerita yang pernah kubaca, seperti 'The Duchess' atau 'Bridgerton', istri aristokrat seringkali harus menjaga martabat meski hancur di dalam. Aku bisa melihat dia mungkin akan menangis diam-diam, lalu meminta penjelasan, atau bahkan mencoba bertahan demi anak-anak. Tapi tentu saja, setiap karakter punya cara unik menghadapi situasi seperti ini.
Pernah dengar cerita tentang pasangan yang tiba-tiba berantakan padahal dari luar keliatan perfect? Duke dan istrinya kayaknya masuk kategori itu. Dari beberapa forum yang kubaca, Duke akhirnya angkat bicara kalau dia ngerasa hubungan mereka udah kehilangan 'spark'-nya. Mereka berdua tumbuh jadi orang yang berbeda, dengan prioritas yang beda banget. Duke yang lebih tertarik eksplorasi karir di bidang kreatif, sementara istrinya lebih nyaman dengan kehidupan stabil. Bukan salah siapa-siapa, cuma... sometimes people just grow apart.
Yang bikin sedih, Duke sempet bilang mereka udah coba konseling pernikahan selama setahun. Tapi ujung-ujungnya, Duke ngerasa lebih banyak berkompromi daripada benar-benar bahagia. Kayaknya dia sampai di titik where walking away feels less painful than staying.
Mengenai pertanyaan tentang Duke dan permintaan cerai pertamanya, aku teringat dengan nuansa drama keluarga yang kompleks. Dalam beberapa serial seperti 'The Crown' atau 'Succession', konflik pernikahan sering muncul karena tekanan politik atau warisan. Duke mungkin bukan karakter spesifik, tapi kalau mengacu pada cerita seperti 'The Duchess' (2008), Keira Knightley memerankan Duchess of Devonshire yang mengalami pernikahan bermasalah abad ke-18. Duke of Devonshire dalam film itu mengajukan cerai setelah perselingkuhan dan ketidakcocokan nilai. Konfliknya lebih tentang tradisi versus kebebasan pribadi.
Kalau mau referensi nyata, Duke of Windsor (Edward VIII) justru turun tahta demi menikahi Wallis Simpson yang sudah pernah cerai. Jadi tergantung Duke mana yang dimaksud—fiksi atau sejarah. Tapi secara umum, alasan klasiknya selalu soal kekuasaan, cinta terlarang, atau ketidakmampuan memenuhi ekspektasi sosial.
Dari pengamatan terhadap berbagai sumber, hubungan Duke dan istrinya sepertinya memang berakhir dengan perpisahan. Beberapa fans sempat menyoroti perubahan sikap mereka di media sosial, di mana interaksi yang dulunya hangat kini terasa sangat formal. Ada juga rumor dari insider yang menyebutkan bahwa mereka sudah menyelesaikan proses hukum secara diam-diam.
Tapi menariknya, keduanya tetap terlihat profesional ketika tampil bersama di acara amal tahunan keluarga Duke bulan lalu. Mungkin ini contoh klasik pasangan yang memilih berpisah dengan baik-baik tanpa drama. Aku pribadi salut kalau memang begitu - hubungan yang dewasa itu langka di kalangan selebritas.