Kesha sudah bosan dikenalkan banyak laki-laki oleh sahabatnya. Ada saja kesempatan yang digunakan Gita sehingga setiap malam minggu ia melakukan kencan buta agar tidak terlalu lama menyandang status jomblo. Apakah kencan buta itu berjalan lancar? Atau Gita harus kembali mencari puluhan laki-laki yang pantas untuk Kesha?
"Emang harus banget punya pacar ya,Git?" -Kesha
"Harus banget, nanti biar kita bisa double date kaya orang lain, Eca!" -Gita
Pacar itu cuma nambah beban pikiran tau!
Cover by Sulmifa
Edited on Canva
Cerita ini mengisahkan tentang seorang wanita yang bernama Rianti menjalin hubungan pacaran dengan seorang pria yang bernama Rustam. Karena status sosial mereka sangat berbeda sehingga mereka hanya bisa menjalin hubungan secara diam- diam sambil menunggu waktu yang tepat untuk jujur pada orang tua mereka masing- masing. Namun, lama kelamaan kisah asmara mereka diketahui oleh kedua orang tua Rustam. Keluarga Rustam adalah keluarga terpandang,Ibu Rianti adalah buruh cuci pribadi mereka yang sudah lama bekerja di keluarga Rustam. Rustam tega menghamili Rianti. Namun, disaat Rianti hamil anaknya dirinya tega berselingkuh dengan wanita yang bernama Alya. Rianti melahirkan sosok bayi laki- laki yang kembar tanpa kehadiran Rustam. Sebulan setelah melahirkan bayi kembar tersebut, barulah mereka berdua terpaksa menikah. Namun, lagi- lagi pernikahan mereka diuji dengan kehadiran sosok Alya yang juga hamil anak Rustam. sehingga mengharuskan Rustam harus menceraikan Rianti. Ditambah lagi, Ibu Rustam juga kurang menyukai Rianti karena berasal dari keluarga yang menurutnya tak pantas menjadi istri Rustam. Penasaran dengan kisahnya yg mampir di cerita saya semoga terhibur 🙏🙏
Cinta memang butuh pengorbanan, tetapi menjadikan keyakinan agama sebagai bentuk pengorbanan cinta, apakah bisa dibenarkan? Inilah sepenggal kisah Chanyeon dan Anna yang harus menemukan jawaban itu dengan nuraninya.
Awalnya cuma kontrak.
Aku butuh rumah, dia butuh citra baik setelah gosip menghancurkan kariernya.
Tapi setelah tiga minggu pura-pura pacaran di depan kamera… yang pura-pura justru mulai terasa nyata.
Setiap tatapan, setiap sentuhan kecil, setiap momen “cut” di belakang layar — semuanya bikin batas antara akting dan kenyataan makin kabur.
Dan aku nggak tahu lagi, kapan terakhir kali aku berhenti pura-pura mencintainya.
“Awalnya skenario, tapi kenapa debarannya sungguhan?”
Bos galak itu tiba-tiba mendekatiku. Dan dengan tidak tahu malunya melamarku di depan banyak karyawan lainnya dan yang lebih parahnya, calon tunanganku juga menyaksikan adegan lamaran itu.
“Bos, saya tahu saya bersalah karena sudah menampar Anda. Tolong pecat saya saja dan jangan membalas dendam dengan cara seperti ini!”
Bukannya memecat Hanum, Bosnya malah semakin mendekatinya. Berbagai cara Abian lakukan untuk bisa dekat denga Hanum. Tapi penolakan adalah hasil yang selalu dia dapat. Hingga Hanum merasa lelah dengan kelakuan Abian.
“Menyingkirlah, Bos!"
BOOK COVER by @my_dalart (saya sendiri)
Nayla dan Alvin sudah berteman sejak lama, hingga perasaan terlarang tumbuh di dalam hati Nayla. Karena tak ingin merusak persahabatan serta tak ingin merusak hubungan orang lain, Nayla hanya bisa memendamnya. Namun siapa sangka, pada suatu malam disaat Alvin tengah dipengaruhi oleh alkohol. Pria itu justru memaksa Nayla untuk tidur dengannya.
Garis besar yang selalu kupegang saat harus bilang putus lewat chat: terbuka, singkat, dan penuh empati.
Pertama, pilih waktu yang netral—jangan saat mereka sedang sibuk kerja atau di tengah acara penting. Awalnya aku selalu merasa tergoda buat menjelaskan segalanya sampai detail, tapi belakangan aku lebih memilih kejelasan ringkas: sebutkan alasan utama dengan 'aku' statements, misalnya 'aku merasa hubungan ini nggak lagi cocok buat aku' daripada menyalahkan. Itu membantu mengurangi drama dan membuat pesan lebih mudah diterima.
Kedua, siapkan ruang untuk respons tapi jangan berjanji palsu. Tulis yang perlu dikatakan sekali saja: ungkapkan keputusan, beri alasan singkat, ucapkan terima kasih untuk momen yang kalian lewati, dan beri tahu kalau kalian butuh jarak. Contoh format yang sering kubuat: satu kalimat pembukaan, satu kalimat penjelasan, satu kalimat penutup. Setelah itu biarkan. Kalau mereka marah atau sedih, terima itu tanpa menambah api—kadang jawab satu atau dua pesan singkat cukup. Akhiri dengan harapan baik yang tulus; itu membuat perpisahan terasa lebih manusiawi bagi keduanya.
Gila, aku sempat kepo soal ini juga dan berusaha cek beberapa sumber sebelum bilang apa-apa.
Dari yang kutelusuri, nggak ada data publik yang jelas dan terverifikasi tentang umur pacarnya Devano. Banyak kabar gosip dan postingan fans yang beredar di media sosial, tapi seringkali sumbernya cuma akun gosip atau komentar tanpa bukti. Kalau orang itu benar-benar figur publik, biasanya umur atau tahun lahirnya bisa ditemukan di artikel berita resmi, wawancara, atau bio akun media sosial yang terverifikasi. Namun kalau dia bukan figur publik, informasi semacam itu biasanya nggak dipublikasikan demi privasi.
Aku cenderung hati-hati soal hal ini—lebih baik andalkan sumber yang jelas daripada rumor. Kalau kamu pengin kepo lebih jauh, cari tulisan dari media terverifikasi atau pengumuman resmi; selain itu, menghormati privasi orang juga penting. Akhirnya, tetap enjoy ngikutin kabar tanpa ikut menyebar spekulasi negatif.
Pernah nggak sih merasa mimpi itu kayak ruang rahasia tempat pikiran kita main petak umpet? Aku pernah ngalami fase di mana mimpi bertemu pacar muncul terus meski jarang ketemu. Menurutku, otak kita itu punya cara unik untuk 'merawat' rasa kangen. Ketika kita nggak bisa bertemu langsung, alam bawah sadar menciptakan semacam sandiwara kecil untuk mengisi kekosongan itu. Aku malah sering dapat mimpi detail kayak lagi jalan-jalan atau makan bareng, padahal di realita baru chat sebentar. Lucu ya, bagaimana emosi bisa membentuk narasi sendiri saat kita tidur.
Ada juga teori bahwa mimpi adalah cara otak memproses hal-hal yang kita anggap penting. Pacar termasuk dalam kategori 'high emotional value', jadi wajar jika otak kita terus mengulang-ulang skenarionya. Aku sendiri menganggap ini sebagai bentuk adaptasi psikologis yang manis—semacam mekanisme self-healing untuk hubungan jarak jauh.
Ada trik sederhana yang selalu membuat puisiku terasa lebih personal dan nggak berlebihan: mulai dari detail kecil yang cuma kita berdua yang ngerti.
Aku biasanya menulis satu paragraf pendek tentang momen nyata — misalnya bau kopi pagi yang kamu bawa, cara kamu tertawa waktu salah ucap, atau kulit tanganmu yang selalu hangat. Dari situ aku kembangkan citra sensorik: lihat, dengar, sentuh. Kalimat-kalimatnya kupotong supaya ada ritme; aku nggak pakai kata-kata puitis berat, cukup metafora yang simpel tapi spesifik. Setelah itu aku tambahkan baris penutup berisi janji kecil dan tulus, bukan kata-kata bombastis.
Contoh pendek: 'Kopi pagimu lebih manis dari resep yang pernah kuingat; tawa kecilmu menata hari yang berantakan.' Jangan takut merevisi—baca keras-keras beberapa kali, dan hapus frasa klişe seperti 'ku mati tanpa kamu' kalau itu bukan kamu. Di akhir, tulis dengan tinta yang rapi atau ketik dengan font hangat; penyajian juga menghormati perasaan yang kamu tuangkan. Semoga itu membantu, dan percayalah, kejujuran kecil sering terasa paling besar.
Mau bikin pagi pacarmu manis dalam bahasa Inggris? Berikut kumpulan ide ucapan 'good morning' yang bisa kamu pakai dan modifikasi—ada yang simple, lucu, puitis, sampai yang cocok buat hubungan jarak jauh. Aku suka mengirim pesan pagi ke pacarku, dan hampir selalu beda-beda nadanya tergantung mood: kadang menggombal, kadang hangat, kadang cuma nyeleneh biar dia ketawa. Kamu bisa pilih sesuai kepribadian dia atau suasana hati kalian.
Contoh singkat & manis: 'Good morning, beautiful. Hope your day is as lovely as you are.' 'Morning, babe. Can’t wait to see you later.' 'Hey sunshine, a little reminder that I love you.'
Untuk yang lebih romantis dan panjang: 'Good morning, my love. Waking up knowing you’re mine makes every day brighter. Have the best day and remember I’m thinking of you.' 'Each morning I wake up grateful for you. I hope today brings you as much joy as you bring me. Good morning, my heart.'
Kalem dan puitis buat yang suka kata-kata indah: 'Good morning. The world looks better with you in it, and my mornings feel complete because of you.' 'Wake up, my darling. The sun rises for us again and I can’t help but be thankful for every moment with you.'
Biar lucu atau genit sedikit: 'Good morning, sleepyhead. Coffee? Or should I bring myself to wake you up?' 'If kisses were coffee, I’d bring you a latte. Good morning, cutie.'
Untuk hubungan jarak jauh (bisa bikin hati hangat meski berjauhan): 'Good morning from [your city]. Counting down the days until I can wake up next to you. Miss you.' 'Even though miles separate us, I hope you feel my love every morning. Have a great day, my love.'
Tips supaya terasa personal: tambahkan hal kecil yang cuma kalian berdua tahu, misalnya lelucon dalam, rencana hari ini, atau panggilan sayang spesial. Contoh: 'Good morning, my little star. Don’t forget your exam today—crush it, I know you will.' Menggunakan nama panggilan atau detail spesifik bikin pesan terasa lebih tulus daripada kalimat generik.
Akhiri dengan gaya yang nyaman: bisa pakai emoji buat nuansa santai, atau kata-kata hangat kalau mau serius. Yang penting, tulis apa yang kamu rasakan—kejujuran sederhana seringkali lebih kena daripada kalimat paling puitis sekalipun. Selamat mencoba, dan nikmati momen kecil ini; pagi yang manis bisa bikin hari kalian berdua jadi lebih cerah.
Novel romantis bisa jadi semacam 'pelatihan emosional' yang menarik. Aku pernah membaca 'Pride and Prejudice' dan 'Eleanor & Park', dan ada sesuatu tentang bagaimana karakter-karakter itu tumbuh bersama yang membuatku lebih peka terhadap dinamika hubungan. Bukan berarti kita harus menjiplak adegan-adegan dalam buku, tapi lebih tentang memahami cara berkomunikasi, kompromi, atau bahkan mengenali 'red flags'. Lagipula, novel sering kali menggali konflik lebih dalam daripada sekadar percintaan manis—seperti perbedaan nilai hidup atau cara mengatasi kesalahpahaman.
Tapi hati-hati juga, karena beberapa novel romantis modern cenderung menormalisasi toxic relationship dengan bungkus 'passion'. Aku lebih suka yang realistis seperti 'Normal People', di mana hubungannya tidak sempurna tapi jujur. Jadi, selama kita bisa memfilter dengan bijak, bacaan semacam itu bisa memperkaya perspektif.
Ada sesuatu yang sangat mengagumkan tentang Cha Eun-woo yang membuat banyak penggemar penasaran, terutama mengenai kehidupannya di luar layar. Ketika muncul rumor tentang pacarnya, banyak dari kita mulai mencoba mencari tahu lebih dalam. Beberapa penggemar berpendapat bahwa dia seharusnya berpacaran dengan seseorang yang berasal dari industri hiburan juga, karena mereka dapat saling memahami dunia yang glamor dan seringkali melelahkan ini. Namun, ada juga yang merasa bahwa dia lebih baik memiliki pasangan yang jauh dari sorotan publik agar bisa hidup lebih tenang. Memang, ini jadi perdebatan menarik di kalangan kita!
Sebagai penggemar, ada semacam keinginan untuk melihat idola kita bahagia, bukan? Apalagi, Cha Eun-woo dikenal akan sifatnya yang lembut dan penuh perhatian, jadi jika dia menjalin hubungan dengan seseorang, saya rasa pasangan tersebut pasti akan diperlakukan dengan sangat baik. Itu membuat saya memikirkan apakah ada di antara kita yang merasa cemburu jika dia bahagia dengan orang lain. Tapi di sisi lain, seharusnya kita mendukung pilihan hidupnya! Kecantikan di sini adalah bagaimana kita semua bisa saling mendukung dengan cara yang positif.
Gimana dengan pendapat kalian? Siapa yang kira-kira cocok jadi pacar Cha Eun-woo? Saat-saat seperti ini, diskusi di komunitas jadi seru banget!
Kadang aku mendadak keki juga — ingat waktu aku ketinggalan chat pas lagi main di kafe, terus lihat pacarku yang brondong akrab sama teman cewek, jantung berdebar, pikiran langsung loncat ke ’apa-apaan ini’. Itu manusiawi. Pertama-tama, aku selalu ngingetin diri sendiri: cemburu itu cuma sinyal, bukan vonis. Kalau aku sadar perasaan muncul karena takut kehilangan atau merasa kurang, aku kasih nama perasaan itu: takut, tersaingi, insecure. Mengakui itu ke diri sendiri (tanpa menyalahkan pasangan) bikin aku lebih tenang sebelum ngomong sama dia.
Setelah tenang sedikit, aku biasanya pakai cara yang lembut dan spesifik saat bicara. Bukan tudingan, tapi ’aku’-statement: misalnya, 'Aku ngerasa gak nyaman kalau kamu sering barengan sama X karena aku takut kita jadi jauh.' Gaya omong kayak gini bikin obrolan nggak defensif. Aku juga jelasin tindakan konkret yang buat aku tenang — misal, minta update kalau ada hangout berdua, atau minta dia kasih perhatian kecil setelah ketemu orang yang buat aku cemburu. Di sisi lain, aku berusaha nggak jadi detektif medsos; nguntit story bukan solusi, itu nurunin harga diri sendiri. Aku lebih memilih momen nyata: ngajak dia ngopi, nonton film, atau main game bareng supaya koneksi kita kuat lagi.
Selain komunikasi, aku kerja keras memperbaiki sumber cemburu itu. Kadang si brondong itu sebenernya cuma teman biasa, tapi usia atau energinya bikin aku ngerasa 'ketinggalan zaman' — jadi aku isi lagi hidupku: ngembangin hobi, jaga pertemanan, olahraga, atau ikut workshop yang bikin aku percaya diri. Ketika hidupku penuh, cemburu enggak lagi mendominasi. Kalau sudah dibahas berkali-kali tapi masih ada pola yang bikin risih (misalnya pasangan sering menyembunyikan pertemanan atau ngebuatmu ngerasa diremehkan), itu tanda buat reevaluasi batasan dan ekspektasi. Aku pernah bersepakat dengan pasangan: kita set aturan simpel soal kejujuran dan waktu berdua; itu bantu banget.
Kalau ngobrol itu sulit, aku sarankan cari suasana nyaman — jalan santai atau saat lagi santai di rumah, bukan pas emosi tinggi. Buat aku, humor ringan juga sering melerai ketegangan; bilang, 'Kamu lagi hype sama brondong itu ya? Jadi aku mau upgrade diri nih.' Itu bikin suasana gak berat. Dan terakhir, sabar sama proses: membangun kepercayaan butuh waktu. Aku masih belajar tiap kali cemburu muncul; yang penting ada komitmen buat saling dengar dan berubah. Coba langkah kecil dulu, lihat perubahannya, dan kasih ruang buat dua pihak tumbuh bareng.
Lihat ini: aku punya beberapa ide cerita tidur bergaya fantasi romantis yang selalu berhasil membuat suasana jadi hangat dan pelan-pelan menidurkan pasangan.
Yang pertama, cerita 'Kebun Bintang'—kamu bisa mulai dengan membayar perhatian pada detail kecil: angin yang membawa wangi jasmine dari taman yang tumbuh di atas awan, dan langkah-langkah berlian yang hanya muncul saat malam jatuh. Aku biasanya membayangkan dua tokoh yang bertemu setiap malam untuk menanam bintang baru di kebun itu; mereka tak perlu kata-kata panjang, cukup sentuhan tangan dan tawa kecil. Tekniknya sederhana: gunakan kalimat pendek ketika menggambarkan adegan yang menenangkan, lalu selipkan satu baris manis untuk menutup, misalnya, "Di antara dua jari kita, bintang-bintang jadi tahu namamu." Itu bikin suasana intim tanpa berlebihan.
Ide kedua, 'Mercusuar Bulan'—sebuah mercusuar yang menuntun jiwa tersesat pulang. Aku sukai suasana melankolis tapi aman; tokoh pria atau wanita yang selalu menunggu di puncak menyalakan cahaya yang berubah warna sesuai rindu yang dirasakan. Saat membacakan bagian ini, suaraku jadi lebih lambat, seperti ombak yang mengusap pantai, menekankan kata-kata seperti 'pulang' dan 'hangat'. Cerita ini enak dipasangkan dengan deskripsi kecil: secangkir teh yang tak pernah dingin, syal yang bau familiar, atau suara kapal yang memanggil namamu tanpa kata.
Terakhir, 'Perpustakaan Hening'—tempat di mana cerita cinta tertulis pada halaman yang hanya muncul jika dua orang membaca bersamaan. Ini sangat cocok kalau pacarmu suka imajinasi dan humor ringan; sisipkan momen lucu, misalnya tokoh yang salah mengambil buku dan menemukan kenangan konyol dari masa lalu. Di setiap cerita, aku selalu menutup dengan kalimat pengantar tidur: "Pejamkan matamu, dengarkan halaman yang berbisik namamu, dan biarkan mimpi menuliskan lanjutan kisah kita." Simpel, manis, dan mudah diubah sesuai kebiasaan pasangan. Selamat mencoba—semoga ini jadi rutinitas malam yang hangat dan membuat kalian tidur dengan senyum.
Dalam banyak novel remaja populer, karakter utama seringkali memiliki pacar dari latar belakang berbeda untuk menambah dinamika cerita. Salah satu contoh yang langsung terlintas adalah Eleanor dari 'Eleanor & Park' karya Rainbow Rowell. Park, karakter utama pria, memang bukan orang Inggris, tetapi Eleanor bisa dibilang memiliki aura 'outsider' yang mirip dengan stereotip tertentu tentang gadis Inggris yang eksentrik. Tapi kalau mau contoh lebih literal, mungkin Bella Swan dari 'Twilight' yang sempat dekat dengan Jacob, meski Jacob bukan Inggris—tapi setidaknya ada konflik budaya supernatural yang bisa dianalogikan dengan ketegangan lintas budaya.
Di sisi lain, genre novel remaja sering memainkan trop 'foreign exchange student' untuk menciptakan romantic interest yang exotic. Misalnya, di 'Anna and the French Kiss', St. Clair adalah British-American yang sekolah di Paris—benar-benar kombinasi menarik untuk konflik percintaannya dengan Anna. Karakter seperti ini biasanya dibangun dengan aksen menawan dan kebiasaan unik yang bikin pembaca terpesona.