Matanya menatapku tajam, ada sesuatu di dalamnya, seperti bara yang akan membakar habis diriku.
Tatapan itu membuat seluruh tubuhku terasa lemah di hadapannya, meleleh dalam dekapannya.
Aku gugup dan berpikir, 'Akan kulakukan apa saja untuk membuat dia melepaskan diriku.'
Aku sudah bersiap hendak berjanji untuk tidak menyerangnya, ketika aku merasakan sesuatu perlahan membesar dan mengeras, menekanku tepat di tempat yang paling sensitif itu.
Destriana Maurice terjebak di antara dua pilihan. Ia dipertemukan oleh laki-laki itu melalui laki-laki yang lain. Atensinya disedot habis oleh Sang Adik yang sifatnya berbanding terbalik dengan Sang Kakak.
Semuanya mungkin akan menjadi mudah... jika Sang Kakak tidak berniat melamar Destriana sejak awal perjumpaan mereka.
Rayen Akinson yang rela menjadi simpanan wanita kaya raya demi bisa hidup dengan layak. ia bahkan hanya menjadi pemuas ranjang bagi Anna White Stopher yang sudah berstatus sebagai istri dari pria lain. Hanya satu syarat yang diberikan oleh Anna saat itu. “Jangan sampai kau jatuh cinta padaku!” Itulah pesan Anna pada Rayen. Karena jika Rayen jatuh cinta padanya maka Anna akan membuangnya dan menggantikannya dengan laki-laki lain.
Seorang anak laki-laki yang hidup penuh kemiskinan sehingga ia hanya bisa mengunyah permen karet yang sudah lama ia miliki dan hanya itu satu-satunya yang dia miliki,kini telah berubah menjadi sosok yang sangat kuat dan tidak kenal takut siapapun.
"Aku tidak bisa ... maaf," katanya lirih.
Wanita yang masih memakai gaun penganten itu terdiam. Harusnya dia percaya dengan desas-desus yang berkaitan dengan pria di depannya.
Apa yang lebih berat dibanding ujian menikah dengan laki-laki penyuka sesama jenis?
18+
Dalam rumah tangga mereka, cinta saja rasanya tidak cukup. Keikhlasan harus mereka tumpahkan dalam cinta yang bertaut tak hanya pada satu hati.
Bagaimana jika harus bersuami sama dengan kadar cinta yang tidak diketahui? Adakah rasa cemburu, sedang kehidupan cinta itu tampak baik-baik saja?
Kisah cinta tak biasa. Antara Rendra, Kresna, Tessa, Kanti, dan Wanda. Satu laki-laki dengan empat istri. Adakah rahasia di balik harmonis kisah mereka?
Follow me on:
• Facebook: Kim Sumi Ryn
• IG: @sumi_ryani9
Happy reading ️
Ada satu pantun yang selalu terngiang di kepala: 'Air tenang menghanyutkan, dalamnya sungai jangan ditanya.' Bagi orang-orang yang hidup di tepi sungai seperti nenek moyangku, pantun ini bukan sekadar permainan kata. Air yang tenang itu ibarat orang sabar—diam-diam punya kekuatan luar biasa. Lihat saja bagaimana sungai yang tenang bisa mengikis batu besar selama bertahun-tahun. Dalam kehidupan modern, analoginya seperti ketika kita memilih tidak membalas cacian di media sosial, tapi justru membangun bisnis yang sukses diam-diam.
Orang sering salah paham, mengira sabar berarti pasif. Padahal sabar itu seperti strategi bermain catur—kita tetap merencanakan langkah, tapi menunggu momentum tepat. Pantun itu mengajarkan bahwa kesabaran adalah senjata diam yang ampuh, lebih tajam dari amarah sesaat. Aku sendiri sering mengingat pantun ini setiap kali ingin bereaksi impulsif terhadap masalah di kantor atau keluarga.
Pantun dan syair itu seperti dua saudara kandung dalam keluarga puisi lama, masing-masing punya karakter unik yang bikin mudah dikenali. Pantun selalu punya pola a-b-a-b dengan sampiran dan isi, sementara syair lebih monoton dengan sajak a-a-a-a dari awal sampai akhir. Aku suka ngamatin gimana pantun sering pake unsur alam di sampirannya, kayak 'Pohon jati di tepi kali' sebelum masuk ke isi yang biasanya sindiran atau nasihat. Syair? Dia lebih serius, ceritanya panjang dan biasanya bertema agama atau sejarah. Bedanya jelas banget pas baca: pantun itu kayak obrolan santai, syair lebih mirip ceramah yang terstruktur.
Yang bikin pantun makin khas itu permainan katanya yang ringan tapi dalam maknanya. Contohnya pantun jenaka, lucu tapi kadang menusuk halus. Syair malah jarang yang jenaka, kebanyakan berat dan filosofis. Aku pernah nemuin syair 'Berkait-kait rantauan tiga' dari Melayu abad 19—bener-bener beda atmosfernya dibanding pantun Sunda tentang cinta yang sederhana. Keduanya sama-sama indah sih, cuma cara nyampein pesannya yang beda banget.
Ada sesuatu yang lucu sekaligus membingungkan ketika mendengar frasa 'bahasa arab ini laki laki'. Sebagai seseorang yang sering bergaul dengan konten multilingual, aku mengartikannya sebagai ekspresi spontan untuk menekankan bahwa bahasa Arab memiliki genderisasi kata—mirip dengan 'ini cowok banget sih' dalam konteks bahasa. Misalnya, kata 'kitab' (buku) memang maskulin dalam tata bahasa Arab. Tapi di meme atau obrolan santai, frasa ini jadi semacam punchline untuk hal-hal yang terkesan 'kaku' atau 'formal' secara stereotip.
Dulu aku pernah bingung sendiri waktu temen nyeletuk 'nahwa itu cewek atau cowok?' saat belajar nahwu. Sekarang malah jadi bahan candaan di komunitas belajar bahasa. Kalau lo perhatikan, netizen sering pakai frasa ini untuk mengolok-olok hal-hal yang dianggap terlalu 'arab-centris' atau kaku. Uniknya, justru dari sini banyak yang jadi penasaran struktur gender dalam linguistik Semitik.
Belajar frasa bahasa Arab seperti 'ini laki-laki' bisa jadi pengalaman seru kalau tahu caranya. Aku biasanya pakai Duolingo buat latihan dasar—aplikasinya interaktif banget, ada voice recognition juga biar pelafalanmu langsung dikoreksi. Tapi kalau mau lebih spesifik, coba cek channel YouTube 'Learn Arabic with Maha'. Dia sering ngasih contoh frasa sehari-hari plus konteks penggunaannya. Yang keren, dia jelasin perbedaan dialek juga, misalnya antara Arab Mesir dan Fusha.
Untuk yang suka metode tradisional, situs seperti Madinah Arabic atau Bayyinah TV punya modul terstruktur. Kadang aku gabungkan sumber-sumber ini biar nggak monoton. Oh iya, jangan lupa join grup Facebook 'Belajar Bahasa Arab Pemula'. Anggotanya aktif banget ngasih feedback kalau kita praktek bicara.
Sinetron Indonesia memang punya banyak aktor berbakat yang sering terlupakan karena stigma melodrama. Salah satu yang paling mengesankan buatku adalah Teuku Ryzki di 'Anak Jalanan'. Karakter Angga yang dia mainkan begitu kompleks—mulai dari sisi pemberontak sampai vulnerabilitasnya sebagai anak broken home. Ryzki berhasil membawa nuansa film indie ke sinetron mainstream.
Kalau mau lihat aktor muda promissing, coba cek Aldi Taher di 'Orang Ketiga'. Meskipun judulnya kurang catchy, aktingnya sebagai suami yang terperangkap perselingkuhan bikin merinding. Dia mainkan emosi tersirat dengan mata dan gesture kecil, sesuatu yang jarang di sinetron kita yang biasanya over-acting.
Ada sesuatu yang magis tentang cara orang bisa terpikat tanpa disadari. Salah satu rahasianya adalah membangun keakraban melalui minat bersama. Misalnya, jika dia suka komik atau game tertentu, coba eksplor dunia itu dan ajak diskusi ringan. Bukan berarti harus jadi ahli, tapi ketertarikan tulusmu pada hal yang dia gemari akan menciptakan ikatan.
Hal lain adalah menjadi pendengar yang aktif. Laki-laki sering kali merasa lebih nyaman terbuka ketika tidak merasa dihakimi. Saat dia bercerita tentang 'One Piece' atau 'Cyberpunk 2077', respons dengan antusiasme dan pertanyaan lanjutan. Ini menunjukkan bahwa kamu menghargai dunianya, dan perlahan-lahan, perhatian seperti itu bisa mengubah persepsi tentangmu tanpa terasa.
Ada momen lucu saat pertama kali mencoba menggunakan 'ipar laki-laki' dalam percakapan Inggris. Aku sedang ngobrol dengan teman dari Amerika tentang keluarga, dan tanpa sadar aku bilang, 'Oh, my brother-in-law just bought a new car.' Dia langsung ngeh dan tertawa karena aku terdengar terlalu formal. Ternyata di budaya mereka, frasa seperti 'my wife's brother' atau langsung sebut nama lebih sering dipakai sehari-hari.
Tapi setelah diskusi, aku baru paham konteksnya. Misal, 'John helped me fix the roof last weekend' (John adalah ipar laki-lakiku). Atau saat bercanda, 'My sister’s husband keeps challenging me to video games.' Jadi, tergantung situasi—kadang struktur bahasa Inggris justru lebih fleksibel tanpa perlu label spesifik seperti dalam Bahasa Indonesia.
Ada sesuatu yang menarik ketika mencoba memahami bagaimana pikiran bawah sadar bekerja dalam hal ketertarikan, terutama dalam mimpi. Ketika seorang laki-laki bermimpi tentang kita, itu bisa menjadi refleksi dari perasaan yang belum sepenuhnya disadarinya. Pikiran bawah sadar seringkali menampilkan emosi yang tersembunyi atau keinginan yang tidak diungkapkan secara sadar.
Di sisi lain, alam bawah sadar lebih kompleks dari sekadar mimpi. Ia mencakup semua pengalaman, ingatan, dan emosi yang tersimpan tanpa kita sadari sepenuhnya. Jadi, jika seorang laki-laki secara konsisten memikirkan kita dalam mimpinya, itu bisa menjadi petunjuk bahwa ada sesuatu yang lebih dalam terjadi di alam bawah sadarnya. Namun, mimpi hanyalah salah satu cara alam bawah sadar berkomunikasi, dan tidak selalu bisa dijadikan patokan mutlak.
Membicarakan pejuang Islam dari zaman Nabi Muhammad SAW selalu bikin semangat karena mereka adalah sosok-sosok inspiratif dengan keberanian dan keteguhan hati yang luar biasa. Salah satu nama yang langsung terlintas adalah Khalid bin Walid, si 'Pedang Allah yang Terhunus'. Pria ini bukan cuma jago strategi perang, tapi juga punya kisah konversi yang dramatis—dari musuh Islam yang tangguh menjadi salah satu komandan paling ditakuti di medan pertempuran. Kehebatannya dalam Perang Mu'tah sampai membuat Nabi sendiri memujinya, dan kontribusinya dalam perluasan dakwah Islam benar-benar legendaris.
Lalu ada Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi yang dijuluki 'Singa Allah'. Dia dikenal karena kekuatan fisiknya dan kesetiaannya membela agama. Kisah syahidnya di Perang Uhud itu bikin sedih tapi sekaligus mengingatkan betapa gigihnya perjuangan para sahabat. Jangan lupa juga dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq, teman dekat Nabi sejak awal yang later menjadi khalifah pertama. Meski lebih terkenal sebagai negarawan, perannya dalam perang seperti Tabuk dan pertahanan Madinah nggak bisa diremehkan.
Tokoh lain yang patut disebut adalah Mus'ab bin Umair, duta Islam pertama ke Madinah yang rela meninggalkan kekayaan demi dakwah. Atau Zubair bin Awwam, sepupu Nabi yang selalu berada di garis depan setiap pertempuran. Yang menarik, banyak dari mereka awalnya punya latar belakang sangat berbeda sebelum akhirnya bersatu di bawah panji Islam. Dari pedagang seperti Abdurrahman bin Auf sampai mantan budak seperti Bilal bin Rabah—semua berkontribusi dengan caranya masing-masing.
Kalau dibaca-baca lagi sejarah mereka, yang bikin kagum adalah bagaimana figur-figur ini nggak cuma kuat secara fisik tapi juga spiritually grounded. Mereka berperang bukan untuk kejayaan pribadi, tapi benar-benar demi membela keyakinan. Misalnya, Umar bin Khattab yang awalnya keras kepala tapi setelah masuk Islam jadi pilar penting dalam konsolidasi umat. Atau Ali bin Abi Thalib yang kecerdasannya dalam strategi perang diabadikan dalam berbagai literasi. Nggak heran kalau sampai sekarang nama-nama itu masih sering disebut dalam ceramah atau kisah-kisah motivasi.
Konsep bahwa laki-laki tidak boleh menangis dalam hubungan adalah warisan budaya yang sudah ketinggalan zaman. Aku ingat diskusi seru di forum penggemar 'One Piece' tentang bagaimana Luffy justru sering menangis ketika kehilangan teman—itu malah membuat karakternya lebih manusiawi dan relatable. Dalam hubungan, ekspresi emosi seharusnya menjadi jembatan, bukan tembok. Pasangan yang bisa berduka bersama, merayakan kebahagiaan bersama, bahkan berantem lalu berbaikan dengan air mata, justru punya ikatan lebih kuat.
Dulu aku sempat terjebak dalam toxic masculinity sampai akhirnya baca buku 'The Will to Change' bell hooks yang membongkar mitos ini. Laki-laki yang berani vulnerable itu bukan lemah, tapi punya emotional intelligence tinggi. Aku pernah nangis depan pacar pas kena PHK, dan reaksinya malah memeluk erat sambil bilang, 'Keren banget kamu mau terbuka kayak gini.' Itu momen yang mengubah perspektifku soal maskulinitas.