Arlo mendapat warisan dari seorang dewa. Begitu kesadarannya bangkit, dia bagaikan naga yang terbang menembus langit!
Satu tangan menguasai ilmu medis yang bisa menyembuhkan orang sekarat dan menyambung tulang yang hancur. Para pejabat dan orang kaya pun harus tunduk di hadapannya!
Satu tangan lagi menggenggam pedang maut, mampu membelah langit dan membuat para jawara dunia takluk!
Sejak saat itu, ditemani wanita cantik dan saudara seperjuangan yang selalu mengikuti, dia pun melangkah bebas, menikmati gemerlap kota metropolitan ....
Zola telah mencintai Boris selama sepuluh tahun secara diam-diam, dan dia rela melepaskan segalanya demi menikah dengan Boris. Namun baru saja satu tahun mereka menikah, Boris tanpa ragu meminta cerai demi perempuan lain yang menjadi dambaannya. Demi mempertahankan martabatnya, Zola memohon kepada Boris untuk tidak lagi menemuinya setelah mereka bercerai.
Bujang, pria matang yang tak lagi memikirkan pernikahan karena selalu gagal dalam perjodohan. Dia menepi di hutan menikmati kesendirian. Lalu, bagaimana jika Keke, gadis manis, muda dan cantik datang padanya menawarkan pernikahan?
"Aku akan memberi pinjaman, asal kamu mau tidur denganku malam ini."
Di pernikahan yang ke empat dengan sang suami, Lili harus melihat usaha sang suami bangkrut dan hutang dimana-mana, hingga membuat sang suami frustasi.
Mau tidak mau Lili membantu mencari pinjaman untuk membayar hutang yang jumlahnya tidak sedikit.
Sampai akhirnya, Lili di perintah sang suami untuk meminjam uang pada sahabat lamanya yang baru kembali dari luar negeri.
Namun, alangkah terkejutnya Lili. Saat sahabat sang suami mau meminjamkannya uang, tapi dengan syarat yang begitu gila.
Berawal dari rasa kesal, Revalina --gadis berusia dua puluh tahun, menuduh sang dosen sudah memperkosanya. Terjebak dengan ucapannya sendiri membuat Revalina mau tidak mau terlibat dalam urusan pribadi sang dosen yang ternyata seorang duda beranak satu.
Lika-liku kehidupan Revalina dimulai.
Warning 21+!
"Tolong aku. Aku mohon tolong aku, Tuan." Zeta tak bisa menahan rasa sakit dan panas yang sudah merajai tubuh mungilnya.
"Apa yang bisa aku lakukan untukmu, Sayang?" Seorang pria tampan bermata biru gelap yang indah membalas tatapan memelas Zeta.
"Lepaskan aku dari siksaan ini. Tiduri aku!"
***
Jack Olivander Jeffrod tak bisa melupakan malam yang dia habiskan bersama seorang perempuan yang tak Jack kenal namanya. Padahal dia sudah sering tidur dengan banyak sekali perempuan, namun perempuan ini berbeda karena hanya dia yang bisa membuat junior Jack turn on kembali.
"Aku harus memilikinya. Dan hanya aku yang boleh menyentuhnya," tandas Jack dipenuhi hasrat yang bergelora.
Protego Diabolica adalah mantra perlindungan tingkat tinggi dalam dunia sihir yang muncul di 'The Tales of Beedle the Bard'. Aku selalu terpukau dengan kompleksitasnya! Mantra ini menciptakan lingkaran api biru yang membakar musuh yang berniat jahat, sementara melindungi penyihir di dalamnya.
Yang bikin menarik, api ini bisa dikendalikan oleh si pemantra untuk 'menari' mengikuti gerakan tongkatnya. Dalam pertarungan, ini berfungsi sebagai pertahanan sekaligus serangan—musuh enggak bisa masuk, tapi kalau mereka nekat, bakal langsung jadi abu. Tapi hati-hati, butuh konsentrasi tingkat dewa buat ngendaliinnya, soalnya satu slip bisa bikin si penyihir sendiri kebakar.
Protego Diabolica adalah mantra yang cukup misterius dan jarang dibahas secara mendalam dalam literatur sihir. Aku pertama kali menemukannya di 'The Tales of Beedle the Bard', cerita rakyat dalam dunia Harry Potter yang diterbitkan J.K. Rowling. Meski bukan bagian dari seri utama, buku ini memberikan banyak wawasan tentang dunia sihir yang tidak terungkap di tempat lain.
Yang menarik, mantra ini muncul dalam cerita 'The Warlock’s Hairy Heart' sebagai salah satu perlindungan magis tingkat tinggi. Aku selalu terpesona bagaimana Rowling menciptakan sistem magis yang begitu kompleks, di mana setiap mantra memiliki sejarah dan karakteristik uniknya sendiri. Protego Diabolica khususnya dikenal sebagai 'Curse of the Fire Shield' yang bisa membakar siapa pun yang mencoba menembusnya.
Protego Diabolica adalah salah satu mantra paling memukau dalam dunia sihir, tapi sayangnya tidak muncul di film 'Fantastic Beasts'. Aku ingat betul bagaimana mantra ini pertama kali diperkenalkan di 'Harry Potter and the Deathly Hallows' sebagai pertahanan gelap yang digunakan oleh Grindelwald. Dalam 'Fantastic Beasts', meskipun Grindelwald menjadi antagonis utama, seri ini lebih fokus pada makhluk ajaib dan konflik politik sihir daripada pertarungan mantra epik.
Justru, kita melihat banyak sihir kreatif seperti Newt Scamander yang menggunakan kemampuan uniknya untuk berinteraksi dengan makhluk. Kalau ada yang berharap melihat tarian api biru Protego Diabolica di sini, mungkin bisa puas dengan adegan-adegan spektakuler lain seperti pertarungan di Paris atau pertemuan antara Dumbledore dan Grindelwald.
Kalau kita bicara tentang Protego Diabolica dalam 'Harry Potter', ini bukan sekadar perisai biasa. Aku ingat pertama kali membaca tentangnya di 'The Tales of Beedle the Bard'—rasanya seperti menemukan harta karun tersembunyi dalam dunia sihir. Protego standar itu seperti tembok transparan yang menangkis serangan, sementara Protego Diabolica adalah versi gelapnya yang melibatkan api ungu dan bisa membakar musuh sampai jadi abu. Dumbledore pernah menggunakannya melawan Inferi, dan efek visualnya bikin merinding!
Yang bikin menarik, Protego Diabolica bukan cuma pertahanan, tapi juga serangan. Ini jarang diajarkan di Hogwarts karena sifatnya yang mematikan. Aku selalu penasaran apakah ada hubungannya dengan mantra-morta seperti Avada Kedavra, mengingat warnanya yang keunguan mirip 'cahaya kematian'. Mungkin Rowling sengaja membuatnya sebagai simbol bahwa pertahanan bisa berubah jadi senjata mematikan jika dipicu oleh niat jahat.
Protego Diabolica adalah salah satu mantra paling mematikan dalam 'Harry Potter', dan aku selalu terpukau oleh kompleksitasnya. Mantra ini menciptakan lingkaran api biru yang membakar siapa pun yang tidak dianggap 'layak' oleh pemakainya. Grindelwald menggunakannya di 'Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald' untuk menunjukkan kekuatan absolutnya.
Yang bikin ngeri, api ini bisa dikendalikan untuk membentuk barikade atau bahkan mengejar target. Bukan sekadar pertahanan—ini senjata psikologis juga. Aku sering debat dengan teman-teman apakah ini lebih kejam daripada Horcrux, karena efek instannya yang brutal. Lucunya, namanya mirip 'Protego', tapi fungsinya jauh lebih jahat.
Mantra Protego Diabolica ini pertama kali muncul di 'Harry Potter and the Deathly Hallows' sebagai ciptaan Gellert Grindelwald, salah satu penyihir paling kuat dalam sejarah. Aku selalu terpukau dengan bagaimana dunia sihir Rowling terus berkembang dengan mantra-matra baru yang punya backstory kuat. Grindelwald menggunakan ini dalam pertempuran untuk membentuk lingkaran api biru yang membakar musuh tapi melindungi penggunanya—simbol sempurna untuk sifatnya yang destruktif tapi terukur.
Yang bikin menarik, ini bukan sekadar pertahanan, tapi juga senjata psikologis. Api birunya yang dingin dan terkontrol beda banget dengan Incendio biasa, mencerminkan karakter Grindelwald yang dingin dan terencana. Aku suka detail-detail kayak gini yang bikin dunia sihir terasa hidup.