Badai Berlalu, Bahagia MenyambutAku pergi mencoba gaun pengantin bersama pacarku. Tepat saat kami hendak membayar, seorang wanita tiba-tiba merebut gaunnya dari tanganku.
"Maaf ya, ini sudah aku pilih duluan!"
Aku mengerutkan kening, hendak mengatakan sesuatu, tapi seorang teman tiba-tiba menepuk bahuku dan berbisik, "Tadi kudengar dari pelayan toko, gaun pengantin ini sudah dipesan Jordy sebulan yang lalu. Pasti dia sengaja menunggumu datang dan memilihnya."
Aku refleks menoleh ke arah Jordy, dan benar saja, aku melihatnya berjalan mendekat.
Tapi, tangannya terulur kepada wanita itu untuk merapikan ujung gaun yang terjatuh.
"Kalau memang dia yang pilih duluan, ya sudah, mau bagaimana lagi."
Dia mencubit pipiku, tersenyum lembut tapi santai.
"Erika kan baik. Gaunnya nggak harus ini juga, kan?"
Aku terpaku menatap ekspresi bangga dan puas di wajah wanita itu.
Gaun pengantinnya memang tidak harus yang ini.
Orang yang aku nikahi juga ... tidak harus Jordy.