Audia
"Lepaskan anak saya!" tegas seorang wanita keluar dari ruang inap dengan wajah datar dan segera mengambil Liam dari dekapan Aldi.
Aldi melepaskan pelukannya menatap wajah wanita yang sangat ia rindukan selama ini. Liam langsung menuju ke bundanya berlindung di sana.
"Elina!" panggil Aldi.
"Anda mengenal saya?" ketus Elina.
Aldi terkekeh mendengar pertanyaan Elina. Elina pura-pura tidak mengenal nya. Liam semakin yakin pria dewasa ini gila.
"Kamu ternyata di sini. Aku mencarimu Elina."
"Maaf! Saya tidak mengenal Anda, Tuan. Urusan Anda telah selesai di sini. Jadi enyahlah."
Aldi menggepalkan tangan nya. Sampai kapan Elina akan berpura-pura seperti ini.
"Saya orang yang kamu cinta Elina. Kamu tidak mengingat bagaimana kita memperjuangkan restu kedua orang tua kita dulu untuk menikah."
Aldi sengaja agar Elina terpancing dan tidak berpura-pura lagi.
Elina menatap tajam Aldi. Elina tidak mengingat apapun tentang masa lalu mereka. Karena ia tidak mau mengingatnya kembali. Terlalu sakit untuk dikenang sepanjang masa.
"Pria yang saya cintai akan memperjuangkan cinta nya. Bukan malah berkhianat. Seperti yang Anda jelaskan. Saya dan Anda berjuang mendapatkan restu. Tapi setelah pernikahan, Anda tidak pernah menganggap saya hidup di rumah itu dan terakhir yang membuat saya hancur adalah poligami."
73.0K