Jackie Boyz
Jordy menggenggam tangan kanan Ajeng, membantunya untuk menyelesaikan karyanya. Sapuan kuas dalam genggaman Ajeng menjadi cepat, hanya dalam beberapa menit saja lukisan dengan model artis Swedia tersebut sudah hampir selesai. Bukan kanvas yang menjadi pusat perhatian Ajeng, melainkan sosok wajah serius di sebelah bahu kanannya, Jordy Wijaya! Ujung hidung Ajeng berulang kali menggesek pipi Jordy lantaran Jordy menggenggam punggung telapak tangan kiri Ajeng untuk menahan palet dari sisi kiri Ajeng, akan tetapi sentuhan itu tidak mampu mengalihkan Jordy dari kanvas yang ada di depan mereka berdua. Dengan hati menggebu-gebu Jordy terus menyapu kanvas hingga lukisan usai barulah dia menoleh ke kiri, di mana wajah Ajeng Ardiyanti tengah terpaku padanya.
“Kenapa? Aku ganteng kan? Ralat penolakanmu.”
Jarak hidung mereka berdua hanya berselisih beberapa inci.
Ajeng segera tersadar, lalu melengos membuang muka ke arah kanvas yang sudah sempurna.
“Mimpi saja!”
933