Pesugihan Nyi Kukun Peliharaan
“Ya sudah, mulai saja. Hati-hati ya, Minah.”
Aminah mengangguk lemah, menyelesaikan proses pemandian itu dengan tangan gemetar. Sesekali, ia merasa seolah jenazah itu memandangnya, mata terbuka sedikit lebih lebar. Namun ia menepisnya, meyakinkan diri itu hanya ilusi.
Orang-orang mungkin melihat bibir Aminah komat-kamit, karena dia sedang merapalkan doa-doa. Padahal, Aminah sedang membaca mantra-mantra persembahan untuk para kunti piaraanya.
Hot Chapters