Qolbu Quddus
Namun realnya, keduanya menahan diri untuk tidak saling menyerang, dan mematahkan tulang satu sama lain.
Sang pangeran membawa cinderrella ke uala dansa, dan keduanya pun mulai berdansa. Mata keduanya beradu, mata Fikri menatap kedua mata Safira dengan intens. Safira memejamkan keduanya matanya, sambil terus memperagakan gerakan demi gerakan. Fikri perlahan juga menutup kedua matanya, dansa yang tadi perlahan kini menjadi semakin cepat gerakannya.
Hot Chapters