Sentuhan Adik Sahabatku
Bunyi karet yang meregang terdengar jelas sebelum kain tipis itu perlahan melorot, memperlihatkan dua gundukan bulat yang masih murni, belum pernah disentuh siapa pun.
“Cantik sekali ... kamu tau, kamu perempuan pertama yang aku sentuh,” bisik Birru, menatap pandangan itu lekat-lekat, lalu meraba dengan lembut, seperti mencoba menghafal bentuknya yang bulat dan kenyal. Jemarinya bergerak pelan, meremas ringan.
Jennar terlonjak kecil, napasnya memburu. “Sshh... Hmm, Birru. Tolong jangan goda aku terus..” suara kecil lolos dari tenggorokannya, membuat wajahnya memerah.