DOSA TERINDAH
Sekarang kami benar-benar sudah seperti orang asing, ketika dia hanya duduk diam memandangiku berkemas.
Kubuatkan segelas teh hangat, menu wajib sarapannya. Meski dia pernah menyuruhku untuk tak lagi membuatkan sarapannya, tapi aku merasa hanya ingin membuatkannya sekali lagi. Mungkin untuk yang terakhir kalinya. Beberapa helai roti kukeluarkan dari alat pemanggang lalu mengolesinya dengan selai nanas, juga kesuakaannya. Sesekali aku masih menyusut mata, mungkin ini kali terakhir aku berada di dapur mungil ini.