Kebisuan dalam Kedalaman Air
Aku telah bergentayangan di dasar air selama lima tahun, sebelum akhirnya tulang-belulangku tersangkut pada kail seorang pemancing dan ditarik ke daratan.
Meski tim forensik telah merekonstruksi wajahku melalui tengkorak yang ditemukan, kebencian Kakak terhadapku tidak berkurang sedikit pun.
"Baguslah kalau dia mati!"
"Sudah kabur lima tahun, mati pun nggak bakal bisa nebus semua dosanya!"
"Keluarga Manggala punya pembunuh kayak dia ... benar-benar bikin malu!"
Semua orang mengira dia sangat membenciku sampai ke tulang sumsum.
Akan tetapi, saat mengucapkan kata-kata itu, seluruh tubuh Kakak gemetar hebat.
Siapa yang menyangka?
Telepon minta tolong yang kuhubungi kepadanya lima tahun lalu, justru menjadi tangan tak terlihat yang mempercepat kematianku.