Nada di Hati Sastra
Ia sudah kehilangan kakak perempuannya untuk selamanya, jadi, Sastra tidak bisa membayangkan jika harus merasakan lagi kepedihan yang sama.
“Nad, sakitnya nggak akan sebanding.” Sastra bergidik seketika, saat mengingat betapa nyerinya tendangan Nada kala itu. “Dan kamu beruntung karena aku baik-baik aja. Coba kalau ada yang salah, aku pasti sudah tuntut kamu.”
“Aku tuntut balik,” jawab Nada enteng. “Kan, Mas yang salah.”
“Hm, aku salah dan kamu selalu benar,” sindir Sastra lalu menunjuk Aldi. “Kamu nggak pengen datangin adekmu?”
Bab Populer