Pura-Pura Buta
Syarlinatertutup sudah pintu hatikuteringat saat bersamamusetulus hatiku mencintaimubertemu di muka buku ku jatuh hati padamu lirik
Ia tersenyum lebar memamerkan giginya yang rapi dan putih.
***
"Hati yang dingin kok mau dipanaskan, yang benar dicairkan," celetukku membenarkan ucapannya tanpa menoleh ke arah mereka.
"Oh cair, Bun. Kayak es dong." Shanum terkekeh dan menggigit roti yang telah kubuatkan untuknya dengan selai Nutella. Hanya gelengan yang kuberikan mendengar sahutnya.