Menantu Termiskin
Dari mulai lukisan romantis, menyeramkan, dan yang Arnita tidak tahu gambar apa itu, mungkin seperti lukisan abstrak.
"Ini mbak Nita termosnya." Arnita langsung mengalihkan tatapannya dari lukisan.
"Ah iya terima kasih ya Lif, mungkin bakalan aku kembalikan besok."
"Santai aja mbak, termosnya juga nggak pernah dipakai disini. Kalau mbak mau mbak Nita bisa ambil aja termosnya nggak perlu dikembaliin."
"Ah enggak enggak, besok pokoknya aku kembalikan." ujar Arnita keras kepala.
Hot Chapters